Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Keguguran


__ADS_3

Hai Rider terima kasih sudah setia membaca karya author. Terus dukung author untuk menulis ya. 🙏🙏🙏


Masalah pabrik sudah di selesaikan secara kekeluargaan. Kekhilafan Nando mampu termaafkan oleh sahabat-sahabatnya. Nando kembali rukun bersama Tina.


Semua kembali dengan aktivitasnya.. Seperti biasa Nadin mengantarkan Nayya sekolah lalu pergi ke kampus untuk menunaikan tugasnya. Angga memang tak pernah meminta Nadin untuk berhenti bekerja namun Nadin membatasi dirinya dalam pekerjaannya.


Siang hari Nadin mendapatkan kabar dari Angga kalau Kasih masuk rumah sakit. Nadin segera meluncur menuju rumah sakit tak lupa menjemput Nayya terlebih dahulu. Memang sesibuk apapun Nadin selalu menyempatkan waktu untuk dua buah hatinya.


Nadin membawa serta Nayya ke rumah sakit. Nadin dan Nayya berjalan bergandengan menelusuri lorong rumah sakit menuju ruangan perawatan Kasih.


"Ka Rian." Teriak Nadin saat melihat Rian tengah berjalan di lorong rumah sakit.


"Nadin, Nayya."


"Bagaimana keadaan Kasih Ka?"


"Kasih belum sadar. Kata dokter kondisinya bagus. Hanya saja kita kehilangan bayi kita."


"Inalillahi wainnailaihi rojiun. Kasih sudah mengetahuinya Ka?"


"Sudah. Mama mertua sedang menunggui Kasih di dalam."


"Boleh aku dan Nayya masuk Ka?"

__ADS_1


"Masuklah Nad."


Nadin pun membuka handle pintu. Pintu pun terbuka dan tampaklah Kasih terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan. Sementara Mama Kasih dengan setia menunggui anaknya.


Nadin mendekati ranjang tempat tidur menggenggam jari jemari Kasih.


"Kas,,, Kamu kuat. Kamu pasti bisa melewatinya." Bisik Nadin pada Kasih.


Nadin memeluk Mama Kasih. Nayya hanya diam melihat Mamanya menangis.


"Kasih,,, we love you."


Rian tak kuasa menahan rasa sedihnya melihat Nadin yang begitu terpukul melihat sang istri.


"Kas, Kasih..." Ucap Nadin.


"Are you okay?" Nadin hanya menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan anaknya.


"Semua akan baik-baik saja Nak. Tenanglah."


"Ya Mah. Nadin takut."


"Tenanglah Nad, dokter bilang Kasih ngga apa-apa dia hanya syok karena kehilangan bayinya."

__ADS_1


"Kenapa bisa begini Ka?"


"Kasih terjatuh di kamar mandi Nad. Saat kejadian Kaka masih tidur. Kaka terbangun karena Kasih berteriak dikamar mandi. Pas Kaka samperin Kasih sudah terduduk dilantai dengan darah dilantai."


Tangis Nadin pun semakin kencang. Nadin memeluk Nayya. Nayya pun mengusap punggung Mamanya yang terus menangis.


"Semua akan baik-baik saja Nak. Berdo'alah untuk Kasih." Ujar Mama Kasih.


Tangis Nadin pun mulai mereda. Nadin duduk di samping Kasih menggenggam tangannya. Sementara Nayya duduk di sofa dengan Rian.


Semua sudah berkumpul di ruangan Kasih. Keluarga dan Sahabat sudah berkumpul mendo'akan kesembuhan Kasih. Nayya pulang di jemput supir yang di tugaskan oleh Nadin.


Angga sudah berada di rumah sakit bersama dengan Nadin. Sore hari Kasih sayang tersadar dan tangisannya langsung pecah tatkala mengingat bayinya yang telah pergi meninggalkannya.


"Sayang,,," Bisik Rian tak kuasa.


"Maafin Kasih Ka. Maaf."


"Kamu ngga perlu minta maaf sayang. Ini semua kehendak Allah."


"Kalau saja Kas bisa lebih berhati-hati mungkin Kas ngga akan terjatuh Ka."


"Ngga apa-apa sayang. Jangan sedih lagi ya. Kasihan bayi kita pasti lebih sedih karena telah meninggalkan kita."

__ADS_1


Kasih dan Rian saling berpelukan untuk saling menguatkan. Semua sahabat berlabuh pada pasangan mereka masing-masing melihat keharuan antara Rian dan Kasih. Tangisan Kasih bagaikan sembilu yang menyayat bagi Nadin.


Tbc...


__ADS_2