
Ceklek.. Suara pintu terbuka. Dan munculah dokter yang merawat Nayya. Rama pun segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Rama panik.
"Tenang Pak. Hal seperti ini lumrah terjadi pada ibu dengan kehamilan muda." Jawab Dokter tersebut.
"Alhamdulillah... Ma..maksud Dokter? Istri saya hamil?" Tanya Rama tersadar dengan ucapan Dokter.
Semua mata pun memandang ke arah dokter mencari kesungguhan dari ucapan dokter tersebut.
"Iya Pak. Untuk memastikannya saya alihkan kepada poli dokter kandungan ya Pak. Nanti setelah istri anda sadar segera bawa ke poli kandungannya." Jelas Dokter tersebut.
"Terima kasih Dok." Jawab Mama Nadin karena Rama terdiam mematung mendengar kehamilan Nayya.
"Selamat sayang. Kamu akan punya anak lagi." Ucap Ibu Laras.
"Mah, Nayya hamil." Ucap Rama lirih.
"Iya Nak. Selamat ya. Kanaya akan punya adik. Rumah kalian akan semakin ramai." Jawab Mama Nadin.
Rama pun menitikan air mata bahagianya. Mama Nadin dan Ibu laras pun saling berpelukan mengungkapkan kebahagiaan mereka. Papa Angga memeluk erat cucu tercintanya menyalurkan kebahagiaannya. Ayah dan Gaga pun saling berpelukan. Begitu pun dengan Nathan dan Rika.
"Kita akan punya keponakan lagi sayang." Ucap Nathan pada Rika.
"Iya sayang." Ucap Rika mengangguk dalam pelukan Nathan.
Setelah Nayya sadar Nayya pun do pindahkan ke poli kebidanan untuk menindaklanjuti kehamilannya. Rama terus menggenggam erat tangan Nayya. Nayya pun tak percaya dirinya berbadan dua pasalnya tidak ada acara ngidam seperti kebanyakan orang. Hanya saja nafsu makannya yang sedikit bertambah.
"Bagaimana Dok hasilnya?" Tanya Rama.
"Alhamdulillah Pak, Bu. Bayinya sehat. Usianya sekarang 12minggu." Ucap Dokter yang memeriksa Nayya.
"12minggu Dok?" Tanya Nayya.
"Iya Bu. Apa ibu ada ngidam?" Tanya Dokter tersebut.
"Tidak ada Dok. Hanya nafsu makan saya yang sedikit bertambah bisa di bilang rakus." Jawab Nayya tersenyum. Sambil bangun dari baringnya di bantu Rama.
"Tidak Bu. Itu hal yang wajar juga. Karena ibu makan untuk berdua." Jawan Dokter Maya yang terdapat name tag di mejanya.
"Terus rasanya mudah mengantuk Dok. Dimana aja saya bisa tidur." Ucap Nayya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bu. Asal jangan terus di turuti ya. Nanti anaknya bermalas-malasan terus." Ucap Dokter Maya.
"Iya Dok. Terima kasih." Ucap Nayya.
"Sama-sama. Ini resep vitamin yang harus Ibu konsumsi ya. Jangan lupa juga minum susu untuk ibu hamil ya Bu." Pesan Dokter Maya.
"Baiklah Dok. Kami permisi." Pamit Rama.
"Silahkan. Sehat selalu Ibu dan Bayinya." Tutup Dokter Maya.
Semua pun menghambur ketika melihat Rama dan Nayya keluar dari ruangan dokter kandungan. Semua menatap penuh tanya kepada sepasang suami istri itu.
"Alhamdulillah Mah, Bu. Usianya sudah 12 minggu." Ucap Rama.
"Alhamdulillah." Ucap semuanya kompak.
Sepulang dari rumah sakit semua pun berkumpul di rumah Rama dan Nayya. Mama Nadin melupakan Netanya yang tengah menunggu kabar darinya. Dan untunglah ada Yoga yang menemani Netanya dan menenangkannya.
Saat semua sudah lebih tenang menghadapi kehebohan Nayya yang tiba-tiba harus dilarikan ke rumah sakit. Mama Nadin pun terpekik kaget dengan ingatannya sendiri.
"Astagfirullah Pah. Ayo kita pulang." Ucap Mama panik.
"Ada apa Pah? Tanya Rika.
"Kami melupakan Netanya. Dia baru saja terjatuh siang tadi di kolam renang. Dan Papa menggunakan mobil Yoga kemari." Ucap Papa kemudian Papa dan Mama pun berpamitan dan berjanji akan datang lagi besok.
"Kalau gitu Nath juga pamit Kak. Kakak jaga kesehatan ya. Jangan terlalu lelah. Kalau Mas libur Mas bawa Kanaya." Pesan Nathan kepada Kakaknya.
"Iya. Makasih ya Mas." Jawab Nayya memeluk adik laki-laki satu-satunya itu.
Kemudian satu persatu sari mereka pun berpamitan. Dan berita kehamilan Nayya pun sudah sampai kepada seluruh keluarga serta para sahabat Orang tuanya. Ponsel Nayya terus berbunyi masuk berbagai ucapan dari sanak keluarga.
"Istirahat dulu sayang." Titah Rama.
"Iya Mas. Ini mau matiin dulu ponsel. Soalnya bunyi terus." Ucap Nayya.
"Jangan dimatikan lebih baik di mode diam saja." Saran Rama.
Dan Nayya pun menurutinya. Nayya menyimpan ponselnya di atas nakas kemudian mencari posisi nyaman untuk dirinya tidur. Dan di pelukan Rama lah posisi ternyaman tidurnya.
"Sayang, Mas minta maaf ya." Ucap Rama memeluk Nayya.
__ADS_1
"Kok Mas minta maaf?" Tanya Nayya.
"Iya kita belum sempat bulan madu perut kamu udah Mas isi aja." Jawab Rama.
"Mas, ngga apa-apa. Kita syukuri saja apa yang sudah kita dapatkan. Pergi bulan madu kan memang maunya Nayya yang ga perlu pergi kemana-mana." Jelas Nayya.
"Rencananya Mas mau ngajakin kamu bulan madu Yang bulan depan. Tapi, mengingat kondisi kehamilanmu rasanya Mas ga tega. Kita lihat nanti saja ya sayang." Ucap Rama.
"Sudahlah Mas ngga perlh di fikirin. Dimana pun kita tetap bisa berbulan madu. Nayya juga ga mau ninggalin Kanaya jauh-jauh." Ucap Nayya membenamkan kepalanya di dada Rama.
Tak butuh waktu lama nafas Nayya pun sudah teratur menandakan dirinya sudah tertidur. Rama pun semakin mengeratkan pelukkannya.
Pagi hari Mama Nadin sudah datang membawakan bubur untuk Nayya. Karena jika Nayya sakit hanya bubur Mama Nadin lah yang selalu di carinya. Mama datang bersama dengan Netanya. Karena Netanya ingin melihat Kakaknya terlebih dahulu sebelum dirinya pergi kesekolah.
Nathan pun terpaksa mengantarkan Mama dan Adiknya terlebih dahulu karena Nathan dan Netanya akan pergi bersama. Sementara Papa harus pergi pagi sekali karena ada meeting.
"Ma, Dek. Kenapa pagi sekali?" Tanya Rama.
"Mama membawakan sarapan bubur untuk Nayya dan Neta ingin melihat kondisi Kakaknya dulu sebelum pergi sekolah." Jelas Mama Nadin.
"Mama sudah sarapan?" Tanya Rama.
"Sudah. Mama sudah sarapan tadi karena Papa harus pergi pagi-pagi sekali. Kamu ga ke kantor Nak?" Jawab Mama Nadin dan bertanya.
"Ke kantor Mah. Mungkin sedikit siang. Nanti akan di lanjutkan di rumah saja." Jawab Rama.
"Ya sudah kalau begitu. Ayo sarapan dulu kalau begitu." Ajak Mama Nadin.
Nayya turun menemui adiknya yang khawatir dengan keadaannya. Nayya sudah tampak lebih segar dari hari kemarin. Setelah Netanya melihat keadaan Keadaan Nayya dan Nayya sudah lebih segar Netanya dan Nathan pun berpamitan.
Nayya memakan sarapannya yang dibawakan oleh Mama Nadin. Kanaya makan di suapi oleh Mama Nadin. Setelah sarapan Rama ke kamar untuk bersiap ke kantor. Nayya pun menyipkan pakaian suaminya dan membantu merapihkannya.
"Jangan lama-lama ya Mas. Nanti Nayya kangen." Rajuk Nayya tak biasa.
"Iya sayang. Nanti Masncek jadwal setelah itu Mas usahakan kerja dari rumah saja." Ucap Rama.
"Makasih Mas." Jawab Nayya menyandarkan kepalanya di dada bidang Rama.
Rama pun membalas pelukan Nayya dan mengecup puncak kepala Nayya lembut.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1