
Badan Kanaya tiba-tiba saja panas. Nayya yang merasakannya bangkit dari duduknya dan memegang seluruh badan Kana. Nayya memeriksa Kana kemudian memencet tombol darurat. Tak lama datanglah Dama dan dua orang suster.
"Ada apa?" Tanya Dama.
"Baru saja Kana merespon tapi badannya panas." Ucap Nayya.
Nayya pun melaporkan hasil pemeriksaannya. Kemudian Dama pun memeriksa kembali hasil laporan yang Nayya katakan baru saja. Setelah memeriksa Kana Dama meminta suster untuk menyuntikan obat kedalam infusan Kana. Setelah selesai dengan tugasnya kedua suster itu pun keluar lebih dulu. Karena mereka tau. Dama pasti akan lebih lama di ruangan tersebut karena pasien merupakan keponakannya.
"Bagaimana?" Tanya Nayya yang baru saja muncul bersama Rama dan kedua orang tuanya.
"Kau memang dokter Nay." Ucap Dama menggantung.
"Maksudmu?" Ucap Nayya kesal. Rama dan kedua orang tuanya pun mendelik kesal kearah Dama.
"Kau memang dokter dan hasil pemeriksaan mu tak ada yang salah. Tapi rasa panik mu melupakan jati dirimu sebagai seorang dokter." Ledek Dama.
"Astaga! Nyesel gw manggil Lu." Ucap Nayya dengan lebih santai seolah mereka berbicara hanya berdua. Membuat Rama dan kedua orang tuanya menatap heran Nayya.
"Hei, maksud Lu?" Ucap Dama.
"Gw manggil Lu cuma ga mau Lu makan gaji buta. Kalo setiap anak Gw atau anak dokter lain sakit terus mgobatin sendiri kerja Lu apa? Enak-enakan Lu di kantor." Ledek Nayya pada Dama.
"Nayya, si alan Lu. Berani ngeledek Gw depan Om dan Tante Gw." Kesal Dama dan saat Dama akan melayangkan pukulan ke tangan Nayya dengan sigap Rama menepisnya.
"Mau ngapain?" Tanya Rama.
"Astaga lupa Gw kalo ada penjaganya." Ledek Dama. Dan kini kepala Dama tak bisa menghindar dari sentilan tangan Rama.
"Rama." Pekik Dama.
"Ssttt... Dokter anda mengganggu tidur anak saya." Ucap Nayya santai.
Dama pun melirik Nayya jengah. Tawa pun pecah diantara keduanya. Dan sepersekian detik keduanya kemudian menutup mulut mereka menghentikan tawanya. Nayya menghampiri Kana tangan kiri Nayya mengusap lembut kepala Kana dan tangan kanannya menggenggam tangan kanan Kana yang terbebas dari infus.
"Sayang. Ayo ding bangun. Momi kangen nih." Bisik Nayya di telinga Kana.
Dama yang melihatnya merasa terharu dengan oerubahan sikap Nayya kepada Kana. Tak terasa Dama meneteskan air matanya. Dama tak pernah menyangka Nayya akan bersikap seperti itu. Kana sangat beruntung bisa mendapatkan Momi seperti Nayya.
Disekolah Neta.
Sebelum masuk kedalam kelas Neta mengantarkan kotak makannya terlebih dahulu ke ruangan Yoga. Dan belum terlihat ada kedatangan Yoga di ruang tersebut. Neta meletakkan kotak makannya di atas meja kemudian Neta kembali ke kelasnya.
"Kemarin kemana? Kok ga masuk?" Tanya Mega sahabatnya.
"Aki meninggal." Jawab Neta santai.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Aki yang di kota J?" Tanga Mega memastikan.
"Iya. Ini Gw baru balik dari sana. Kebetulan Kakak Gw ada urusanndi rumah sakit jadi bisa nebeng pulang cepet. Kalau nunggu orang tua Gw bisa nolos seminggu Gw." Jelas Neta.
__ADS_1
"Gw ikut berduka cita ya Beb." Ucap Mega dan langsung menghambur kedalam pelukan Neta.
"Astaga! Ngapain kalian pagi-pagi begini?" Pekik Aldi yang baru saja masuk kedalam kelas.
"Dari mana Lu?" Tanya Mega.
"Astaga galak bener sih." Goda Aldi pada Mega.
Sementara di ruang guru Yoga menatap bekal makanan yang terdapat di atas mejanya. Senumnya mengwmbang begitu saja.
Ini tidak tepat dikatakan makan siang. Jadi, semoga Bapak belum sarapan
Begitulah kalimat yang di sampaikan Neta. Yoga mengembangkan senyumnya. Yoga tak menyangka gadis belia muridnya mampu membolak-balikkan hatinya.
Jam pelajaran telah usai. Semua siswa berhamburan keluar kelas. Termasuk Neta dan Mega.
"Wah, Mang.Ujang udah nangkring aja." Celetuk Mega.
"Mau bareng?" Tawar Neta.
"Gw bareng Aldi aja deh." Tolak Mega halus.
Neta berjalan menuju mobilnya namun di tengah perjalanannya Yoga memanggilnya.
"Ada apa Pak?" Tanya Neta biasa saja.
"Ini saya mau mengembalikan kotak bekal kamu. Tapi, kotak yang kemarin ada di rumah saya." Ucapnya jujur.
"Neta," Panggil Yoga lagi.
"Iya Pak." Jawab Neta membalikan badannya.
"Terima kasih." Yoga.
"Owh! Iya Pak sama-sama." Jawab Neta kemudian berlalu menuju mobil yang sudah menunggunya.
Sesampainya di rumah Neta tak melihat ada mobil Nayya.
"Kakak belum pulang Mang?" Tanya Neta.
"Belum Non." Jawab Mang.Ujang singkat.
"Mas.Nathan?" Tanya Neta lagi.
"Den Nathan tadi ada sebentar lalu ke kampus setelah kuliah katanya mau langsung pulang ke rumah Nini lagi." Jelas Mang.Ujang.
"Ya sudah. Terima kasih Mang. Neta masuk dulu." Pamit Neta dan masuk ke dalam rumah.
"Non, barusan ada Nyonya besar telfon. Katanya Nona di minta menginap saja di rumah Nyonya Amel." Lapor Bi.Lulu.
__ADS_1
"Hm... Ngga deh Bik. Disini juga kan ada Bibik sama Kak.Nayya." Jawab Neta.
"Baiklah kalau begitu nanti Bibik sampaikan lagi pada Nyonya besar." Ucap Bibi.
"Makasih Bik." Ucap Neta.
"Bik. Neta mau makan ya." Pinta Neta.
"Baik Non saya siapkan. Nona ganti bajulah dan segera ke ruang makan." Titah Bik.Lulu.
Neta pun masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah berganti mengenakan kaos dan celana pendek Neta keluar dari kamar menuju ruang makan. Neta pun makan dengan khidmat tanpa suara. Bunyi ponselnya yang berkali-kali bunyi saja dia abaikan.
Setelah selesai makan Neta melihat panggilan pada ponselnya. Dan dilihatnya nomer baru. Neta pun mengabaikannya. Neta membuka chat WhatsApp dari nomer baru tersebut.
💌Sampai rumah jangan lupa makan ya.
Begitu isi pesan dari nomer tak di kenalnya. Dan Neta pun hanya membaca tak membalasnya. Neta duduk di bangku taman belakang sambil membaca buku pelajaran. Karena kemarin sempat ada pelajaran yang tertinggal.
Neta mencoba menghubungi Kakaknya tapi tak ada jawaban dari Kakaknya. Neta sedikit cemas karena tak ada kabar dari Nayya sejak pagi tadi. Neta pun menghubungi Nadin untuk memberi kabar.
📱Halo sayang (Nadin)
📱Halo Ma, Mama kapan pulang? (Neta)
📱Astaga sayang, bukannya baru saja tadi pagi kalian pulang. Sekarang Adek tanya kapan Mama pulang?(Nadin)
📱Hehehe... Kali aja Mama kangen sama Adek.
📱Kalau itu sudah pasti sayang. Dek, apa kamu tau kenapa Kakak buru-buru pagi tadi?(Nadin)
📱Hm.. Kanaya masuk rumah sakit Mah. (Neta)
📱 Astagfirullah.. Kenapa Kakak ga bilang sama Mama (Nadin)
📱Mungkin Kakak ga enak Mah. Mah, udah dulu ya ada pesan dari Kakak. (Neta)
📱Ya sudah. Kalian hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa cepat hubungi Mama. (Nadin)
📱Oke Mah.(Neta)
Panggilan pun terputus Neta membuka pesan chat dari Nayya.
💌Dek, Kakak sepertinya masih harus di rumah sakit. Adek ga apa-apa kan di rumah sendiri? Atau Adek menginap di rumah Onty Amel?(Nayya)
💌Oke. Kakak butuh sesuatu? Biar Neta ambilkan. Adek di rumah saja sama Bibik.
💌Baiklah. Hati-hati ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi Kakak. Nanti saja Kakak hubungi kalau Kakak membutuhkan sesuatu.
Setelah membaca pesan dari Nayya Neta pun masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat. Dan ponselnya kembali berbunyi dilihatnya nomer tak di kenal lagi. Neta pun ragu untuk mengangkatnya atau tidak. Tapi, rasa takutnya terlalu besar karena dirinya hanya sendiri di rumah akhirnya Neta pun membiarkan saja. Neta pun merebahkan badannya dan tak lama Neta pun sudah tertidur.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏