Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Bobo bersama


__ADS_3

Nadin, Kasih dan Amel langsung menutup matanya. Angga, Rian dan Arif langsung membawa pasangan mereka keluar dan menutup pintu kamar kembali.


"Buset dah berapa kali tuh si Nando ampe si Tina terkapar begitu." Bual Arif.


"Temen Lu tuh. Ga ada akh***" Umpat Kasih.


"Nyesel Gw ngasih ide mereka baikan disini." Umpat Nadin.


Mereka pun membiarkan Nando dan Tina di kamar. Semua kembali pada kegiatan mereka masing-masing.


Siang hari Nando dan Tina keluar dari kamar menanyakan keberadaan sahabatnya pada maid. Dan ternyata ini sudah saatnya makan siang. Ibu dan Ayah sudah bersiap di meja makan.


"Makan lah dulu Nan, Tin." Ajak Ibu.


"Iya. Kalian makanlah saja dulu." Ajak Ayah.


Nando dan Tina pun ikut bergabung bersama Ayah dan Ibu.


"Amel kemana Bu?" Tanya Nando. Karena biasanya Amel selalu ada di rumah.


"Hari ini jadwal Amel periksa kandungannya."


"Amel hamil Bu?" Tanya Tina.


"Iya Tin, Alhamdulillah.."


"Alhamdulillah kita punya ponakan lagi." Jawab Nando.


Setelah makan siang mereka duduk bersama di ruang keluarga.


"Rif, pulang nanti bawa saja mobil di garasi. Mintalah kurcinya pada Pa.Mus." Ucap Ayah.

__ADS_1


"Oh, Iya Yah."


"Tapi, kalau kalian masih mau disini sih kita malah seneng ya Yah."


"Iya, itu lebih baik."


"Kita pulang dulu Bu, Yah. Kita juga kan sering kesini."


"Baiklah. Janji ya sering kesini."


"Iya Yah."


"Bawalah anak-anak sekalian."


"Iya Yah."


Sore hari Nando dan Tina kembali pulang ke kota C. Dengan kesepakatan mereka untuk kembali bersama. Nando pun mengganti nomer ponselnya. Menghapus semua data tentang wanita lain di ponselnya.


Nadin dan Angga tiba di rumah ketika hari sudah malam. Anak-anak menyambut kedatangan Mama dan Papanya. Terutama Nathan yang begitu nempel pada Nadin.


"Kenapa sayang?"


"Nathan kangen Mama."


"Adek... masa udah gede bobo sama Mama sih."


"Mama,,,"


"Boleh, Kalian boleh bobo sama Mama Papa sesekali."


"Yeee... Kita boleh bobo sama Mama dan Pala Ka."

__ADS_1


Mereka berdua pun senang dan langsung bersiap untuk tidur di kamar Angga dan Nadin. Angga hanya bisa pasrah jika kedua anaknya menginginkan tidur bersama dengan mereka.


Pagi hari Amel sudah munt**-munt** hebat. Arif langsung membawanya ke Rumah sakit. Nadin bertugas menggantikan posisi Arif dan Amel untuk Refa.


"Mama Nad, dede bayi di perut bunda nakal ya?" Tanya Refa polos.


"Ngga sayang. Hanya saja Bunda lupa makan makanya Dede bayi marah sama Bunda. Karena dede bayi sayang bunda sama seperti Kaka Refa sayang Bunda."


"Nanti Refa marahin Bunda kalo Bunda ga mau makan lagi ya Ma."


"Refa ingatkan Bunda aja buat makan ya sayang ga perlu marah-marah."


"Oke Ma."


Ibu dan Ayah selalu membanggakan Nadin dan Arif sebagai menantu mereka. Nadin dan Arif selalu kompak dalam segala hal. Angga dan Amel pun terbawa kompak dalam segala hal.


"Nad, Ngga ada jadwal di kampus?"


"Ada Yah nanti siang. Tapi, kayanya Nad cancel di ganti pertemuan berikutnya aja Yah. Di padatkan."


"Loh, kenapa?"


"Kasian anak-anak Yah."


"Biar saja Nad. Anak-anak ada Ayah sama Ibu lagian mereka ada pengasuh juga."


"Ngga apa-apa Yah. Nad ga tega."


"Baiklah sayang. Tapi jangan di paksakan ya.."


"Iya Yah."

__ADS_1


Nadin pun menemani Nathan dan Refa bermain. sedangkan Nayya sudah pergi kesekolah di antar oleh Angga.


Tbc...


__ADS_2