Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Antar Jemput


__ADS_3

"Sayang maafin papa ya? Papa bikin Nay kaget ya tadi?"


Nayya hanya mengangguk menjawab pertanyaan Angga.


"Sayangnya papa ga marah kan sama papa? Maafin papa kan?"


Lagi-lagi Nayya hanya menggeleng dan mengangguk.


"Kalo Nayya ga marah di peluk dong papanya." Bujuk Nadin.


Nayya pun melepaskan pelukannya pada Nadin dan berpindah memeluk Angga. Angga menggenggam tangan Nadin. Nadin pun tersenyum.


"Naaah,,, sekarang udah baikan yah ga ada yang marah-marah lagi. Mama boleh kan berangkat kerja?"


"Boleh, tapi Nayya mau bobo sama mama nanti malem."


"Mmmmm boleh ngga ya?"


"Boleh mah."


Nadin pun mengangguk dan memeluk Nayya. Nadin berpamitan untuk pergi mengajar bersama dengan Angga. Nayya mengantarkan mama-papanya sampai ke depan pintu di temani Mba.sus.


"Makasih ya Nad."


"Untuk?"


"Untuk kejadian tadi. Karena kekhawatiranku malah membuat Nayya ketakutan."


"Ngga apa-apa kita semua belajar saling memahami. Tidak semua yang menurut kita benar benar pula dimana orang lain."


"Makasih ya."


Nadin tersenyum dan mengangguk. Angga membelai kepala Nadin. Sepanjang perjalanan menuju ke kampus Angga terus menggenggam tangan Nadin.


Sampai di depan kampus Nadin Angga menghentikan mobilnya di parkiran kampus. Tangan Angga masih terus menggenggam tangan Nadin.


"Ka, udah nyampe loh."


"Masih kangen tapi."

__ADS_1


"Heiii,,, kita kan masih ketemu lagi setelah ini."


"Kamu lama ngajarnya?"


"Dua jam pelajaran Ka."


"Setelah itu?"


"Setelah itu ke kantor ngasih laporan yang kemarin belum deal sama Ka.Aldo."


"Kaka tunggu di sini aja ya."


"Ngga usah. Lama loh dua jam lebih nunggu. Kaka ke kantor lagi aja nanti Nad pulang naik kendaraan umum."


"Di kantor lagi ga ada kerjaan. Kaka tunggu kamu aja disini."


"Ya udah. Jangan marah ya aku lama loh."


"Selama apapun kaka tungguin kamu." Angga mengecup punggung tangan Nadin.


Nadin keluar dari mobil dan melambaikan tangannya. Berjalan menuju kantor sebelum ke kelas tempatnya mengajar.


"Nad, gw balik ntar sore yah." Ucap Kasih yang bertemu di kantor.


"Sekarang gw juga ga ada ngajar kan anak-anak lagi pada di lapangan."


"Owh! Iya. Terus ngapain ke kampus hari ini?"


"Caelah ga boleh banget gw ke kampus."


"Bukan gitu biasanya juga lu diem di kontrakan klo ga ada ngajar."


"Nih, gw beresin ini dulu laporan buat gw tinggal. Lu sendiri?"


"Tuh, dia ga mau turun ga mau juga balik kekantor." Nadin menunjuk ke arah parkiran tempat mobilnya Angga di parkir.


"Bu.Nad sekarang mah udah ada yang anter jemput ya bu." Ucap salah satu dosen pengajar yang ada di ruangan itu.


"Eh, iya alhamdulillah bu ada yang mau." Jawab Nadin.

__ADS_1


"Bu Nad, di tunggu Pa.Aldo di ruangannya." Ucap salah satu pegawai yang lain.


"Sekarang?"


"Iya."


"Duuuh, gw ada ngajar gimana dong?"


"Ke kantor aja dulu bu sebentar mungkin. Dari pada namanya di sebut-sebut terus di pengumuman."


"Hadeeeuh... Oke deh." Nadin pun keluar dari ruangannya. Menuju kelas terlebih dahulu memberi arahan sebelum memulai praktikum. Setelah memberikan arahan pada mahasiswanya Nadin pergi ke kantor menuruti panggilan Aldo.


Tok...tok... "Masuk".


Nadin pun masuk kedalam ruangan Aldo. Di dalam sudah ada rekan kerja yang lainnya juga. Nadin melaporkan mengenai pertemuan yang akan dilaksanakan besok siang. Setelah di sepakati pertemuan di adakan di restoran dekat rumah sakit.


Setelah dirasa cukup Nadin pun berpamitan kepada semua yang ada di ruangan tersebut untuk kembali mengajar.


"Bu Nad, berapa jam pelajaran?"


"Dua pak. Kenapa ya pa?"


"Buat laporan pada Bos."


Nadin pun tersenyum dan berlalu kembali ke kelas praktikum. Nadin mengamati satu persatu mahasiswanya praktek dan sesekali membenarkan cara-cara yang menurut Nadin kurang pas.


Dua jam berlalu begitu cepat bagi Nadin yang tengah praktek tapi tidak bagi Angga. Angga sudah merasa gelisah Nadin tak kunjung datang setelah dua jam menunggu. Dan bak anak kecil menemukan mainannya ketika Angga melihat sosok Nadin berjalan menuju mobilnya bersama dengan Kasih.


Saat Angga melihat kearah Nadin tanpa di sadari Angga mobil Rian masuk dan parkir di samping mobilnya. Rian membuka kaca mobil samping membunyikan klakson namun Angga masih fokus melihat kearah Nadin seolah tak ingin lagi kehilangan jejak kekasihnya.


Nadin mengetuk kaca bagian kemudi. Angga merasa heran kenapa Nadin tak langsung masuk aja sih. Setelah kaca di buka Nadin menunjuk ke arah mobil Rian disampingnya.


"Gi** Bro, lu liatin bini segitunya amat sih ampe ga denger gw panggil."


"Heh, kam*** kapan lu masuk kesini?"


"Mana lu sadar klo mata dan hati lu buat bu dosen semua."


"Iih,,, Ka.Rian. Sana Kas masuk sebelum semuanya jadi heboh."

__ADS_1


Kasih dan Nadin pun masuk kedalam mobil masing-masing.


Sampai disini dulu ya. Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong bagi tip'snya. Terima kasih... 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2