
"Astaga, apakah dia istri Bos?" Batin Resepsionis.
Lantas dengan langkah gontai resepsionis itu pun kembali ke tempatnya. Resepsionis itu pun masih tetap saja mematung tanpa bersuara apapun.
"Hei, Dari mana saja kamu? Kenapa kamu bengong? Kesambet?" Tanya Resepsionis 2.
"Sepertinya hari ini hari terakhir aku kerja." Ucapnya lirih.
"Maksud mu?" Tanya Resepsionis 2.
"Tadi sepertinya ada istri Bos datang dan aku melakukan kesalahan." Jawabnya kembali.
"Maksud mu Bu.Nadin?" Tanya Resepsionis 2
"Kamu mengenalnya?" Tanya Resepsionis 1.
"Astaga. Siapa yang tidak mengenalnya. Dia orang yang cantik luar dalam. Hatinya lembut selembut kapas." Jawab Resepsionis 2
"Aku tidak mengenalinya." Keluhnya lagi.
"Tenang saja. Dia tidak seperti yang kamu bayangkan." Jawab Resepsionis 2.
"Semoga saja." Ucapnya lagi.
Sementara di lift.
"Kenapa minta di jemput?" Tanya Angga.
"Emangnya ga boleh manja sama suami?" Manja Nadin.
"Sangat boleh dong sayang." Ucap Angga sambil menjawil pipi Nadin.
"Mas, ih." Jawab Nadin bergelayut manja di lengan Angga.
Sesampainya di ruangan Angga. Nadin segera membawa bekal yang dia bawa untuk Angga karena Nadin datang saat jam makan siang. Angga duduk di samping Nadin yang tengah menyiapkan makan siang untuk mereka.
"Gimana pabrik?" Tanya Angga.
"Alhamdulillah sudah beres Mas. Nad fikir akan berhari-hari meninggalkan anak-anak." Jawab Nadin.
__ADS_1
"Maksudnya?" Tanya Angga.
"Sore ini Nad pulang ya Mas. Kasihan anak-anak lama di tinggal. Ayah sama Ibu juga pasti kerepotan." Jawab Nadin.
"Sayang,,, mereka baik-baik saja. Jangan terlalu menghawatirkannya. Bukankah disana juga ada Mba.Sus dan suaminya yang akan menbantu Ibu dan Ayah menjaga anak-anak." Jelas Angga.
"Tapi, Mas..." Jawab Nadin terjeda.
"Temani Mas beberapa hari di sini yah. Bukankah Mas juga butuh perhatian mu sayang." Pinta Angga.
"Mas, Ih.." Rajuk Nadin.
"Yakin ga mau menemani Mas disini?" Goda Angga seraya memeluk pinggang Nadin.
"Iya-iya. Udah Nih makan dulu. Keburu ngga enak nanti." Ucap Nadin sambil menyodorkan sendok makan di hadapan Angga.
Angga dan Nadin pun menyelesaikan makan siangnya tanpa kata. Tak butuh waktu lama untuk keduanya makan siang. Setelah makan siang Nadin berpamitan ke kamar Angga sementara Angga melanjutkan pekerjaannya.
Sampai di kamar Nadin memberi kabar kepada Pa.Ujang dan Bik.Nina untuk pulang terlebih dahulu ke kota Yk. Sementara Nadin akan pulang bersama dengan Angga. Nadin pun tak lupa memberitahukan Mba.Sus dan Ayah.
Ayah tak mempermaslahkannya karena anak-anak Nadin dan Angga bukan termasuk anak-anak yang tak bisa di atur. Mereka anak-anak yang sangat penurut. Ayah pun sangat terbantu dengan kehadiran Mba.Sus dan suami apalagi banyak pekerja di rumah mereka.
Sore hari Nadin keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian santainya. Kecantikannya sangat terpancar dengan kesederhanaan yang Nadin miliki. Nadin menenteng dompet kecil dan ponsel miliknya. Keluar dari lift Nadin menuju sofa yang berada di lobi hotel.
"Selamat sore Bu. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu karyawan hotel.
Dan itu tak luput dari pandangan resepsionis yang melarangnya masuk tadi. Resepsionis tersebut memandang kagum dengan penampilan Nadin yang sangat sederhana namun tetap istimewa.
"Tidak. Kembalilah bekerja. Saya sedang menunggu teman." Jawab Nadin sopan.
"Baiklah Bu. Saya permisi." Pamit karyawan tersebut dan Nadin hanya menganggukan kepalanya dan teesenyum.
Angga baru saja tiba setelah bertemu klien bersama dengan Firman. Angga melihat Nadin yang tengah asik dengan gawainya.
"Sayang,,," Panggil Angga.
"Mas." Jawab Nadin di buat manja.
"Astaga Nadin. Gw fikir siapa tadi sampai Angga memanggil sayang. Hampir Gw memukul suami Lu." Ucap Firman.
__ADS_1
Nadin menoleh ke arah Firman kemudian kepada Angga yang tengah memeluknya dari belakang.
"Mas, ga kasih tau dia kalau Kamu ada di sini." Jawab Angga seolah tau apa yang akan di tanyakan istrinya.
"Pantes saja. Atau jangan-jangan Mas ada sayang-sayang yang lain?" Ucap Nadin sambil memajukan bibirnya.
"Mana mungkin. Sayang nya Mas begitu indah begini mana bisa Mas berpaling." Jawab Angga.
"Gw yang pertama ngehajar dia Nad kalo dia ampe macem-macem. Ga inget apa buntutnya udah banyak." Ancam Firman.
Angga dan Nadin pun tertawa mendengar pernyataan Firman barusan.
"Lihatlah. Bu.Nadin cantik kan?" Ucap Resepsionis 2.
"Iya." Jawab Resepsionis 1 singkat.
"Kamu ngapain Yang disini?" Tanya Angga.
"Nungguin Kasih." Jawab Nadin.
"Kasih tau Lu disini?" Tanya Firman.
"Tau. Tadi baru aja Gw kabarin dia dan langsung minta dia kesini." Jawab Nadin.
"Kalo begitu aya kita balik ke ruangan kita lagi." Ajak Firman.
"Lu aja sana." Jawab Angga.
"Sayang, tapi ini kan masih jam kerja. Udah sana ikut Ka.Fir ke atas." Bujuk Nadin.
"Baiklah sayang. Kamu hati-hati ya. Jangan pergi jauh-jauh." Pesan Angga.
"Iya sayang." Jawab Nadin kemudian mendaratkan kecupannya di pipi Angga.
Angga pun membalas mengecup puncak kepala Nadin. Setelah itu berlalu bersama Firman menuju ruangan mereka.
Nadin kembali mengutak-atik ponselnya sambil menunggu kedatangan Kasih.
Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1