Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Temu Kangen Mama-mama


__ADS_3

Sepeninggalannya Rama ke kantor Nayya dan Mama Nadin duduk santai di teras belakang sambil menemani Kanaya bermain. Mama Nadin rasanya tidak ingin meninggalkan Nayya seorang diri pada kehamilannya ini.


"Kakak sejak menikah belum datang bulan lagi ya?" Tanya Mama Nadin.


"Seinget Kakak kayanya pas mau nikah itu Mah datang bulan setelah itu kayanya ngga deh. Kakak ampe ga merhatiin Mah." Ucap Nayya.


"Saking senengnya ya." Ucap Nadin.


"Saking senengnya dapet mainan baru yang bisa hidup Mah." Jawab Nayya sambil meluk Kanaya.


"Anak bisa mengalihkan dunia kita ya Kak." Ucap Nadin.


"Iya Mah. Pantes Mama dulu rela ninggalin kerjaan Mama padahal Mama udah sekolah tinggi banget malah." Ucap Nayya.


"Karena kalian segalanya buat Mama sayang." Ucap Nadin mengusap lembut tangan Nayya.


"Terima kasih ya Ma." Jawab Nayya menyandarkan kepalanya di bahu Mama Nadin.


"Untuk?" Tanya Nadin.


"Untuk semua yang udah Mama kasih sama Kakak, Mas juga Adek. Semoga Kakak bisa jadi ibu seperti Mama." Ucap Nayya.


"Amin. Semoga Kakak bisa lebih baik dari Mama ya sayang." Ucap Mama Nadin.


"Amin Mah." Jawab Nayya.


"Momi,, ikan." Ucap Kanaya menunjuk ke arah kolam kecil.


"Astaga sayang. Jangan itu bukan ikan. Itu anak kodok sayang. Nanti minta Bibik bersihkan." Ucap Nayya pada Kanaya lembut.


"Kodok." Ucap Kanaya.


"Iya sayang. Coba Kana lihat itu ada kakinya nanti semakin besar akan semakin berbentuk seperti kodok yang Kana sering lihat." Jelas Nayya.


"Jijik Momi." Ucap Kanaya.


"Iya sayang. Tidak untuk di pegang ya." Ucap Nayya dan Kanaya pun menganggukkan kepalanya.


Mereka pun asik bermain bersama Kanaya. Kanaya benerapa kali menguap karena lelah. Nayya masih membiarkannya. Mama Nadin melihat Kanaya menguap.


"Kak, kayanya Kana mengantuk." Ucap Mama.


"Kayanya gitu deh Mah. Udah nguap-nguap." Ucap Nayya.


"Ajak tidur aja sana." Titah Mama.


"Mama ga apa-apa kita tinggal bobo?" Tanya Nayya dengan puppy eyes.


"Ngga apa-apa sayang. Mama bisa melakukan apapun di sini." Ucap Mama.


"Maaf ya Mah. Kakak juga mudah ngantuk." Ucap Nayya.


"Ngga apa-apa sayang. Mama ngerti Kok. Mama mau buatin sesuatu sayang?" Tanya Mama lembut.


"Kakak mau salad aja deh Mah." Pinta Nayya.

__ADS_1


"Ya udah Mama buatkan dulu ya." Ucap Mama.


"Kalo udah jadi Nayya di bangunin ya Mah." Pinta Nayya.


"Iya sayang. Sana istirahat dulu kasiah Kana sudah cape." Titah Mama.


Nayya pun membawa Kanaya ke kamar Kanaya untuk menidurkan Kanaya. Tak butuh waktu lama Kanaya pun tertidur dengan botol susu yang sudah kosong. Nayya menyimpan botol susu di atas nakas kemudian dirinya ikut merebahkan badannya dan tertidur.


Mama.Nadin menyiapkan perlengkapan untuk membuat salad permintaan Nayya. Setelah selesai membuatnya Mama menyimpannya ke dalam lemari es untuk lebih nikmat saat dimakan nanti dan memberikan waktu pada Nayya untuk beristirahat sejenak.


"Assalamu'alaikum.." Ucap seseorang dari pintu depan.


"Wa'alaikum salam." Jawab Mama Nadin bangkit dari duduknya dan langsung menuju depan.


"Kasiiih... Masuk saii." Sambut Mama Nadin.


"Apa kabar calon nenek-nenek?" Tanya Bunda Kasih.


"Baik banget dong." Jawab Mama.Nadin.


"Mana cucu ku?" Tanya Bunda Kasih.


"Tidur sama Mominya juga tentunya." Jawab Mama Nadin.


"Assalamu'alaikum.." Ucap seseorang lagi di pintu.


"Wa'alaikum salam. Masya Allah Santi. Kalian datang bersama?" Tanya Mama Nadin.


"Ngga. Cuma kita janjian datang ke sini. Kangen ih sama Nenek muda satu ini." Ucap Ibu Santi.


"Bik. Minta tolong buatkan minuman sama beberapa camilan untuk kita ya." Pinta Mama Nadin pada Bibik.


"Iya Nyonya." Jawab Bibik.


Mama-mama yang sudah tak muda lagi tapi masih terlihat muda itu pun kini berkumpul di ruang keluarga rumah Rama dan Nayya. Mereka bertiga bercengkrama bersama meluapkan rasa rindu ketiganya yang sudah beberapa bulan tak bertemu.


Mama.Nadin pun melupakan membangunkan Nayya untuk memakan salaf d buatan Mama.Nadin. Karena saking senangnya bertemu dengan sahabatnya. Mereka bertiga mengenang masa muda mereka yang begitu menyenangkan.


"Bunda, Ibu. Kalian kapan datang?" Tanya Nayya yang terbangun karena mendengar suara ribut di bawah.


"Hai, Bumil cantik. Kita ganggu boboknya ya?" Ucap Ibu santi.


"Ngga kok Bu. Ibu apa kabar?" Tanya Nayya.


"Baik dan lebih baik lagi setelah mendengar akan punya cucu lagi." Ucap Ibu Santi sambil mengusal lembut perut Nayya.


"Sudah berapa bulan Kak?" Tanya Bunda Kasih.


"Tiga bulan Bun. Bunda sehat kan?" Tanya Nayya.


"Alhamdulillah sehat Kak. Kanaya bisa Bunda pinjem dong yah." Goda Bunda Kasih.


"Bunda belum bisa taklukin ya?" Tanya Nayya di iringi tawanya.


"Emang Kana pilih-pilih ya?" Tanya Ibu santi.

__ADS_1


"Awalnya ngga San. Tapi, semenjak di bawa Amel ke menginap di rumahnya selama dua hari Kanaya jadi ga mau lagi di bawa sama siapapun dan lebih waspada gitu." Jelas Mama.Nadin.


"Owh! Jadi takut di pisahin sama Mominya ya." Ucap Ibu Santi.


"Iya begitulah Bu." Jawab Nayya.


"Mah, saladnya mana?" Tanya Nayya.


"Owh! Astaga. Sebentar Mama ambilkan." Ucap Mama.Nadin dan segera mengambil salad yang tadi dia buat.


"Bunda harus sering datang dan bermain bersama Kana biar Kana merasa aman dan nyaman dulu sama Bunda. Tapi, Bunda ajak Rika aja nanti pasti Kana mau di bawa." Jelas Nayya.


"Owh! Iya ya. Kanaya kan punya Onty Rika. Jadi amanlah." Ucap Bunda Kasih.


"Kanaya gemes banget ya Kak. Berapa bulan ya sekarang?" Tanya Ibu Santi.


"Dua puluh satu bulan Bu." Jawab Nayya.


"Wah, belum dua tahun udah mau punya adik. Mominya ga berkabe nih." Goda Ibu Santi.


"Bapaknya doyan Bu." Ucap Nayya diiringi tawa semuanya.


Nadin pun datang membawakan saladnya. Dan mata Nayya langsung berbinar melihat salad yang di bawa Mama Nadin dan langsung melahapnya. Ibu dan Bunda yang melihatnya pun sangat kaget karena pasalnya Nayya tak pernah seperti itu.


Mama.Nadin pun menyunggingkan senyumannya melihat kedua sahabatnya begitu terpana melihata anak sulungnya makan. Ibu dan Bunda pun menatap penuh tanya pada Mama Nadin.


"Nafsu makan Kakak bertambah sejak hamil. Makanya dia ga sadar kalau hamil. Karena dia fikir nafsu makannya bertambah karena aktifitasnya mengasuh Kana yang membuat Kakak jadi cepet lapar." Jelas Mama Nadin.


"Kakak ga ada ngidam?" Tanya Ibu Santi.


"Ngga ada Bu. Cuma rada manja aja sama suami terus pengen makan terus." Jawab Nayya dengan mulut penuh salad.


"Mirip emaknya ya." Ucap Kasih.


"Maksudnya Bunda?" Tanya Nayya.


"Iya. Mama Mu kan gitu kalau hamil tau-tau udah gede aja. Ga ada rewel-rewelnya." Jawab Bunda Kasih.


"Iya. Enak banget ya Kas. Ngga kaya kita hadeuh... perjuangan banget." Ucap Ibu Santi.


"Perjuangan juga Lu mah brojol tiga. Nah Gw." Ucap Bunda Kasih.


"Bunda,,, Bunda kan punya kita semua." Ucap Nayya sendu.


"Iya sayang dan Bunda bersyukur banget." Ucap Bunda Kasih.


"Lu satu tapi nurut dan ga mau jauh-jauh dari Lu sama Kak.Rian. Anak Gw tiga-tiganya jauh semua. Tetep aja rumah sepi. Mas.Aldo ngijinin lagi mereka jauh." Keluh Ibu Santi.


"Mereka semua laki-laki San. Biar bisa mandiri." Jawab Mama.Nadin.


"Anak sulung Gw masih anteng ngurus usaha Kakeknya nah si bungsu ribut minta di kawinin sama pacarnya." Curhat Ibu Santi.


"Loh, bukannya masih kuliah ya Bu?" Tanya Nayya.


"Iya. Abangnya aja yang mau lulus belum minta apalagi Masnya masih anteng eh, si adek malah kebelet nikah. Ayahnya ngomel-ngomel terus deh." Jelas Ibu Santi.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2