
Indah pun memeriksa Nadin dengan seksama. Nadin dan Angga harap-harap cemas. Angga dan Nadin saling menatap.
"Teteh, kapan terakhir datang bulan?"
"Hah! Kapan ya!"
"Emang kenapa dek?"
"Kayanya Aa mau jadi papah-papah deh."
"Maksudnya?" Tanya Angga bingung.
"Ya perut teteh ada isinya."
"Maksudnya Teteh hamil gitu dek?" Tanya Nadin.
"Iya atuh Teh. Coba di periksa deh."
"Ya udah, Ayo Yang." Ajak Angga.
"Kemana?" Tanya Nadin polos.
"Ke dokter lah kemana lagi."
"Tapi, ini malem sayang."
"Astaga Aa... Mending istirahat deh sana biar fokus." Goda Indah.
Nadin dan Angga pun cengengesan. Ibu, Mama dan Amel menunggu Indah keluar dari kamar Nadin dan Angga. Begitu Indah keluar Ibu dan Mama langsung antusias menarik Indah menjauh dari kamar Nadin dan Angga.
"Gimana dek? Teteh kenapa?"
"Hmm.... Mau tau apa mau tau banget?"
"Heh, kualat kamu ngerjain orang tua." Jawab Mama sambil memukul lengan Indah.
"Aduh sakit atuh Mah."
__ADS_1
"Lagian kamu di tanya seriua malah becanda."
"Iya,, iya duuh sabar dong."
"Iiih, cepet atuh Teh." Timpal Amel.
"Kayanya Nayya mau punya adik."
"Serius?" Jawab ketiganya kompak.
"Cie.... Kompak banget sih Nenek, Oma sama Tante." Goda Indah.
"Eeee,,,, beneran Dek?" Tanya Ibu penasaran.
"Tunggu mereka USG dulu ya Bu. Biar lebih akurat.
"Terus kenapa mereka malah dikamar aja ga cepet-cepet pergi periksa?" Tanya Ibu ga sabar.
"Bu, ini kan malem. Sabar ya." Jawab Indah.
"Udah ayo kita istirahat dulu sekarang." Jawab Amel.
Pagi hari Angga di buat panik karena Nadin terus-terusan mengeluarkan isi perutnya sampai Nadin tergeletak di kamar mandi. Angga menggendong Nadin untuk rebahan di kasur. Mematikan AC dikamar digantikan dengan udara pagi lewat pintu balkon.
Angga meminta Mang.Ujang supir keluarga mereka untuk menyiapkan mobil. Mang.Ujang heran pagi-pagi sekali dan di hari libur mau pergi kemana. Namun tak ada jawaban dari Angga. Angga hanya memintanya untuk menyiapkan mobil.
Angga membawa Nadin turun dan memasukannya ke dalam mobil. Mba.Sus melihat Nadin di gendong Angga turun dari atas.
"Pa, Ibu kenapa?"
"Saya mau bawa ibu ke RS nanti kasih tau yang lain ya." Ucap Angga sambil terus berjalan menggendong Nadin. Sementara Nadin hanya diam dalam gendongan Angga. Tak ada tenaga lagi buat Nadin berbicara atau bergerak. Nadin hanya bisa menahan rasa mual yang hebat.
Mba.Sus hanya mengangguk menjawab Angga. Setelah di pastikan mobil melaju keluar dari kediaman Bagaskara Mba.Sus pun kembali masuk kedalam dan di dapatinya Ayah keluar dari kamar lengkap dengan seragam olah raganya karena setiap pagi Ayah pasti akan joging.
"Tuan,"
"Kenapa Sus?"
__ADS_1
"Itu Tuan Ibu.Nadin dibawa ke rumah sakit Tuan baru saja Bapa pergi."
"Hah! Jangan becanda kamu?"
"Mana berani saya becanda Tuan."
Ibu mendengar suara ribut-ribut dari balik pintu dan langsung saja Ibu keluar memastikan.
"Ada apa Yah?"
"Nadin di bawa kerumah sakit."
"Bener Sus?"
"Iya Nyonya baru saja pergi di bawa Bapa dan Mang.Ujang"
"Kasih tau yang lain sus. Ayo Yah kita siap-siap nyusul mereka."
Ibu dan Ayah pun kembali ke kamar dan bersiap-siap. Mama, Bapa, Amel dan Indah di beritahu Mba.Sus. Mereka pun segera bersiap-siap. Saat Mba Sus keluar dari kamar Amel Nayya pun keluar dari kamarnya.
"Mama... Mba, Nayya mau ke Mama."
"Cantik, sini sama Mba dulu ya. Mama nya Nayya kan lagi sakit. Nanti ya ketemu Mamanya siang."
Nayya pun mengangguk dan kembali ke kamar bersama Mba.Sus. Setelah semuanya siap Semuapun pergi menggunakan satu mobil di supiri Amel.
"Ke rumah sakit mana Bu?" Tanya Amel.
"Rumah sakit mana Yah?" Tanya ibu pada Ayah.
"Aduh, coba tanya Angga."
"Adek telfon Aa ga ada jawaban dari tadi."
"Mang.Ujang Bu coba telfon mang.Ujang kata mba.Sus mereka pergi sama mang.Ujang"
Ibu pun mencoba menelfon mang.Ujang dan telfonpun tersambung dengan mang.Ujang. Mang.Ujang memberi tau dimana keberadaannya bersama tuan dan nyonyanya.
__ADS_1
Amel segera mengemudikan mobinya dengan kecepatan sedang.
Tbc....