
Tiga hari sudah Nadin di rawat di rumah sakit. Sampai mengharuskan Mama dan Bapak pergi ke kota C untuk menjaga anak-anak Nadin dan Angga. Bergantian dengan Ibu dan Ayah.
Hari ini Nadin sudah di perbolehkan pulang. Karena kondisi Nadin yang sudah berangsur-angsur pulih. Sementara Angga menyelesaikan administrasinya Nadin menunggu di ruangannya.
Kasih yang berencana ke rumah sakit pun membelokan mobilnya kembali menuju rumah Nadin. Karena dirinya mendapat kabar dari Nadin bahwa dirinya akan pulang hari ini.
Setibanya di rumah Nadin kasih di sambut hangag oleh kedua orang tua Nadin. Yang sudah menganggap Kasih seperti anak mereka sendiri.
"Apa kabar Nak? Ayo masuklah." Sapa Mama yang tengah menggendong Neta.
"Baik Mah. Sini Neta biar Onty gendong." Ajak Kasih.
Neta pun segera beralih kepada gendongan Kasih. Neta memang sangat rewel di tinggalkan oleh Angga dan Nadin. Karena Neta belum pernah jauh dari Nadin. Ini kali pertama buat Neta.
"Nadin pulang hari ini Ma." Ucap Kasih.
"Iya Nak. Tadi Nadin memberitahu Mama." Jawab Mama.
"Bapak mana Mah?" Tanya Kasih.
__ADS_1
"Bapak main bersama Nathan. Karena Mba.Sus harus mengantarkan Nayya ke sekolah. Kamu libur kerja Nak?" Tanya Mama.
"Iya Mah. Kebetulan hari ini Kasih kosong. Jadi Kasih memutuskan untuk menunggui Nadin di rumah sakit. Tapi, ternyata hari ini Nadin sudah di perbolehkan pulang jadi Kasih langsung ke sini saja." Jelas Kasih panjang kali lebar.
Di rumah sakit. Setelah Angga menyelesaikan administrasinya perawat pun melepaskan selang infus yang berada di lengan Nadin. Setelah selang infus nya di lepaskan Nadin membantu Angga membereskan bawaan mereka.
Setelah melepaskan infus di lengan Nadin perawat kembali ke ruangan Nadin membawakan kursi roda permintaan Angga. Karena Angga tidak mau Nadin kelelahan berjalan menuju parkiran mobil mereka.
Meskipun Nadin sudah berkali-kali menolak tapi Angga tetap bersikukuh agar Nadin menggunakan kursi roda. Akhirnya Nadin pun hanya bisa pasemrah dengan permintaan suaminya.
Angga dan Nadin berpamitan kepada suster jaga yang tengah berjaga di bagian perawatan. Tak lupa Nadin dan Angga mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah mereka berikan.
"Nadin." Sapa seorang perawat kepada Nadin.
"Mba.Meli." Jawab Nadin.
"Masya Allah. Kamu di rawat disini?" Tanya beliau kembali.
"Iya Mba. Ini sudah mau pulang. Owh, Iya Mba. Kenalin ini suami Nadin." Ucap Nadin.
__ADS_1
"Angga."
"Meli."
"Mba.Meli ini dulu yang bimbing Nadin saat praktek di sini Mas." Jelas Nadin.
"Owh! Begitu. Terima kasih Mba." Ucap Angga.
"Mba minta maaf ya Nad. Kamu di rawat di sini Mba malah ga tau sama sekali." Ucap Mba.Meli.
"Ngga apa-apa Mba. Nanti Nad malah ngerepotin Mba lagi." Ucap Nadin seraya menyunggingkan senyum nya.
"Inilah Nadin Mas. Yang selalu tidak mau merepotkan orang lain. Padahal dia sendiri sering sekali di repotkan orang lain." Adu Mba.Meli pada Angga. Dan Angga pun hanya tersenyum mendengar pengakuan dari Mba.Meli.
"Nadin pamit ya Mba. Kapan-kapan mampir ke rumah ya Mba. Rumah Nadin dekat dari sini." Pamit Nadin.
"Baiklah. Jaga kesehatan Nad. Iya. Mba kapan-kapan manpir sama Mas.Anto dan anak-anak tentunya. Biar rumah mu jadi pecah." Ucap Mba.Meli dengan candanya.
Nadin dan Angga pun tersenyum dan berpamitan kepada Mba.Meli. Mba.Meli sangat kagum kepada pasangan Nadin dan Angga. Karena Angga yang merupakan CEO suatu hotel mewah di kota ini sangat sederhana. Begitu juga Nadin meskipun bergelimangan harta tapi Nadin tak pernah bermewah-mewah.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏