
Angga pun membaringkan kembali tubuhnya di samping istri tercintanya. Tak lama Angga pun tertidur kembali bersama istrinya.
"Kenapa Pih?" Tanya Dina pada Ivan.
"Nadin muntah-muntah Mih. Katanya masuk angin."
"Terus sekarang dimana?"
"Masih di kamar."
Ivan dan Dina pun menikmati pagi mereka berdua di villa dengan meminum kopi dan beberapa camilan.
Baby boy sudah mulai terbiasa dengan lingkungan ramai. Tangisnya sudah tak seperti beberapa hari yang lalu.
"Van, Lo jalan ga hari ini?" Tanya Arif.
"Kenapa? Lu mau pada jalan?"
"Ngga lah kasian bini Gw. Baru Tiga hari lahiran masa mau di bawa jalan-jalan. Biar istirahat aja persiapan tenaga buat entar pulang aja." Jawab Arif panjang kali lebar luas keliling.
"Terus ngapain Lu tanya Gw?"
"Ya kalo ga pada jalan kita seru-seruan aja di sini gitu."
"Boleh juga tuh. Coba nanti tanya yang lain deh." Jawab Ivan.
"Eh, Nadin sakit deh kayanya."
"Serius? Dimana dia?" Tanya Arif panik.
"Di kamar Rif. Tenang aja. Mas.Angga sudah siaga. Kita do'akan saja Nadin semoga cepet sembuh." Jawab Dina.
__ADS_1
"Eh, kalian becanda ya?" Tanya Arif kembali.
"Gi** apa Lu. Masa iya masalah kaya begini dijadiin becandaan." Jawab Ivan sambil melempar Arif dengan bungkusan kue.
"Ya lagian kalian ditanya ga ada yang beres."
"Tadi Mas.Angga ke bawah minta air lemon buat Nadin. Katanya dia muntah-muntah gitu." Jelas Ivan dan di jeda oleh Kasih dan Santi.
"Siapa muntah-muntah?" Tanya mereka bersamaan.
"Yaelah kompak bener." Jawab Dina.
"Nadin yang muntah-muntah." Jawab Dina kembali.
"Kenapa dia? Sakit? Sekarang dimana dia?" Tanya Santi borongan.
"Satu-satu kali San nanyanya. Jawab yang mana dulu nih?" Ivan.
"Nadin di kamar. Mas.Angga masih nungguin dia. Kita tunggu aja sampai keduanya keluar."
Mereka berlima pun terdiam dengan fikirannya masing-masing. Sampai Aldo, Rian dan Nando datang mereka masih saja terdiam dengan lamunannya.
"Yang," Tanya Aldo pada istrinya. Namun Santi masih saja terdiam. Begitu pun dengan Rian namun Kasih masih setia dengan diamnya.
"Bro, kenapa Lu? Kesambet?" Tanya Nando sambil menepuk lengan Arif.
"Breng shek Lu. Ga usah ngagetin kenapa? Anak Gw masih kecil-kecil tau." Sewot Arif.
"Lagian kalian kenapa dari tadi kita tanya pada diem bae." Sungut Nando.
"Nadin sakit." Jawab kelimanya bersamaan.
__ADS_1
"Apa!!!" Jawab Aldo, Rian dan Nando.
"Woiii... Biasa aja kali." Jawab Ivan.
"Dimana dia?" Tanya Nando.
"Kamar." Jawab Ivan singkat.
Aldo mencoba mengetuk pintu kamar Angga dan Nadin untuk memastikan kalau Nadin ngga kenapa-napa. Namun setelah beberapa ketukan tak ada jawaban sedikit pun dari dalam. Aldo pun menyerah dan kembali ke tempat duduknya kembali.
"Gimana?" Tanya Rian.
"Kayanya mereka tidur lagi."
Tak lama Angga keluar dari kamarnya dan bergabung dengan yang lainnya. Bersamaan dengan Tina,Amel dan baby boy.
"Hai,, Boy. Mau berjemur ya?" Tanya Angga pada baby boy.
"Iya Papa Angga." Jawab Amel sambil menirukan suara bayi.
"Nadin kemana Mas?" Tanya Tina.
"Masih tidur." Jawab Angga.
"Tumben Teteh masih tidur jam segini."
"Nadin sedang kurang enak badan Mel." Jawab Angga santai sambil berlalu mendahului mereka.
"Ga, kenapa Bini Lu?" Tanya Rian begitu melihat Angga berjalan kearahnya.
"Masuk angin kayanya. Tadi subuh muntah-muntah dia." Jawab Angga sambil mendudukan pan***nya di sofa.
__ADS_1
Tbc...