
Semua berkumpul di kediaman Bagaskara untuk menyambut kedatangan Nadin dan baby boy. Ayah meminta semuanya berkumpul satu minggu dirumahnya. Dikota J, Mama, Bapa dan Indah sibuk mengurus persiapan pernikahan Indah. Nadin sangat bersedih karena tidak dapat membantu apapun.
Tapi semua memakluminya. Ivan, Nando, Dina dan Tina senantiasa membantu segala persiapannya. Oleh karena itu, Mereka tidak bisa berlama-lama di kota C. Nadin sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabatnya. Mereka selalu ada dikala susah dan senang.
Welcome Home Baby Boy. Tulisan selamat datang terpampang di pintu depan rumah. Nadin begitu terharu melihatnya. Nadin keluar dari mobil di bantu oleh Angga. Mba.Sus dengan cekatan mengambil alih baby boy. Apalagi Nayya yang begitu antusias kepada adik bayinya.
"Mba.Sus, Nayya boleh gendong?"
"Boleh sayang nanti Kaka pangku aja ya di dalam."
"Asiiiik." Sorak Nayya merasa senang.
Angga dan Nadin hanya tersenyum melihat tingkah putri sulungnya. Ibu memeluk dan menciumi pipi Nadin di susul Ayah dan yang lainnya.
"Masya Allah ini bumil makin cantik." Puji Nadin pada Kasih.
"Tapi masih kalah cantik sama busui yang satu ini." Keduanya pun berpelukan melepas rindu.
Suasana rumah begitu hangat dengan berkumpulnya semua sahabat. Adik dari Ayah pun datang bersama keluarganya untuk memberikan selamat pada Nadin dan Angga. Nadin senang banyak orang yang menyayanginya.
Nadin tak pernah bertanya siapa yang menabraknya cukup tau semua telah di urus oleh Iwan itu sudah cukup. Angga pun tak menampakan rasa marahnya pada Syafa dihadapan Nadin.
"Yang, tumben si Syafa ga ikut kepo?" Tanya Nadin pada Angga.
"Palingan dia keluar negeri lagi." Jawab Angga dengan santai.
"Orang kaya mah gitu ya Yang. Keluar negeri kaya keluar kota aja."
__ADS_1
"Emangnya istri aku ini mau kemana Hmm?" Tanya Angga sambil memeluk Nadin dari belakang.
"Kemana pun asalkan sama Kaka Nad seneng ko."
"Nanti tunggu Baby boy sedikit gede ya kita liburan."
"Kapan pun bahkan hanya di negeri sendiri pun Nad sudah bahagia Ka. Tanpa harus ke luar negeri." Ucap Nadin sambil bermanja dalam pelukan Angga.
Tok...Tok... "Nad, Baby boy nangis kayanya mau Nyus* deh." Teriak Santi dari luar.
Nadin pun segera keluar dan mengambil Baby boy dari gendongan Santi. Nadin menyusui Babynya dengan telaten. Angga memperhatikan Nadin menyus** bayinya.
"Kenapa sayang ko liatinnya gitu sih?"
"Nunggu giliran yang."
"Becanda sayang." Ucap Angga sambil merangkul pundak Nadin dan menci** puncak kepala Nadin.
"Mama,,"
"Kenapa sayang? Sini."
"Adik mau bobo ya Mah?"
"Kayanya iya deh. Kaka, Mau bobo juga?"
"Ngga ah. Kaka mau nemenin adik aja."
__ADS_1
"Boleh. Sini deket adik sayang."
"Mah, dulu Kaka N***n juga ya kaya adik?"
Cess... Hati Nadin merasa menceos mendengar pertanyaan anak sulungnya. Angga terpaku dan tak mampu berkata apa-apa.
"Kaka udah lupa ya? Kaka mau nyoba?"
"Boleh mah?" Nadin pun mengeluarkan satu pa****nya untuk Nayya.
Nayya dan baby sama-sama meny***. Tak terasa air mata Angga menetes begitu saja tanpa permisi. Nadin rela membagi ASInya untuk anaknya dan anak sambungnya. Usia Nayya memang masih empat tahun setengah. Masih belum cukup mengerti masalah orang dewasa.
"Masya Allah. Kaka sama adik lagi ngapain?" Tanya Ibu yang masuk kekamar Angga dan Nadin.
"Oma, Kaka nyobain su**nya adik."
"Owh! Yah. Gimana rasanya? Enak?"
"Iya Oma. Kaka mau lagi yah Mah nanti boleh." Nadin hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Ibu begitu terharu melihatnya. Nadin begitu lembut memperlakukan Nayya. Angga memeluk Nayya begitu erat.
"Semoga ASI kamu melimpah ya Nad karena mengASIhi kaka dan Adik."
"Amin Bu."
Tbc....
__ADS_1