
Malam ini seharusnya menjadi malam pertama buat Nadin dan Angga tapi apa daya Nayya mengamuk ingin tidur bersama Mamanya karena sudah lama Nadin san Nayya tidak bertemu dikarenakan kesibukan Nadin yang menyita waktu Nadin untuk Nayya. Akhirnya Angga harus mengalah mengijinkan Nayya tidur bersamanya.
"Nayya ga ngertiin Papanya nih."
"Hus... Ga gitu dong Ka."
"Baiklah Papa kalah."
Saat tidur pun Nayya begitu menguasai Nadin Angga tak boleh mendekati Nadin. Nadin tertawa melihat tingkah Papa dan anaknya.
Keesokan hari Angga tak ingin menunda lagi. Angga berencana mengajak Nadin menginap di hotel miliknya. Nayya akan tinggal bersama Nenek dan Aki sementara waktu. Dengan segala bujukan akhirnya Nayya pun mau ditinggal oleh Angga dan Nadin.
Akhirnya Angga merasa lega bisa berduaan dengan Nadin. Angga memerintahkan Iwan supaya tidak ada suatu hal apapun yang mengganggunya beberapa hari kedepan.
Dan Angga pun memilih untuk tidak bermalam di hotel miliknya yang berada di kota C. Angga memilih menginap di kota B. Nadin pun menyetujuinya. Karena hanya satu minggu Nadin diberi cuti setelah itu Nadin harus berkutat dengan segala kesibukannya kembali.
"Sayang, mau makan di kamar atau turun? Atau mau aku makan dulu."
"Iiih,,, makan di bawah aja deh di atas rawan."
"Awas ya kamu. Setelah makan ga ada ampun ya."
"Iih, dasar mesum."
"Mesum sama istri sendiri ini bukan istri orang."
__ADS_1
"Awas aja klo berani sama istri orang."
"Duuuh,, sayangnya aku udah berani ngancam ya." Goda Angga.
"Udah ada cap halal dong sekarang."
Mereka berdua pun turun kebawah untuk makan siang. Setelah makan siang Nadin menginginkan keduanya jalan-jalan terlebih dahulu dengan alasan kurang baik abis makan langsung ke kamar.
Mereka pun berjalan nenyusuri kota B. Udara yang cukup panas membuat Nadin segera meminta pulang. Akhirnya Angga lun memutar kembali mobilnya menuju hotel.
Tiba di kamar Angga benar-benar tak ingin menunda lagi. Nadin mendapat serangan dari Angga. Walaupun ada rasa sedikit takut pada Nadin tapi Nadin berusaha menepisnya karena walau bagaimanapun menolak ajakan suami adalah dosa.
Saat Angga melakukan penyatuan. Nadin meneteskan airmatanya antara menahan sakit dan bangga akhirnya semua yang dia jaga menjadi milik suami tercintanya.
Angga mengusap air mata Nadin dan menc**m kening Nadin sebelum membaringkan tubuhnya di samping Nadin.
Nadin menganggukan kepalanya dan memeluk Angga. Nadin menyandarkan kepalanya didada bidang Angga. Angga memeluknya. Dan karena kelelahan keduanya pun tertidur.
Malam hari Angga benar-benar tak memberi Nadin istirahat sedikit pun. Angga terus melakukan serangan pada Nadin. Bahkan makan malam pun dikamar. Awalnya Nadin merasa kewalahan mengimbangi Angga namun lama kelamaan akhirnya Nadin bisa mengimbangi Angga.
Hari kedua Nadin meminta Angga untuk berjalan-jalan ke luar. Angga pun mengabulkannya. Nadin membeli sesuatu untuk Nayya. Walau bagaimana pun Nadin merasa bersalah meninggalkan Nayya.
Angga mengabulkan segala permintaan Nadin untuk membelanjakan Nayya. Nadin pun tak hanya membeli sesuatu untuk Nayya tapi untuk Mama dan Bapak juga.
"Kamu belanja begitu banyak tak satupun milik kamu?"
__ADS_1
"Aku kan bisa beli kapanpun Ka."
"Baiklah sayang."
Setelah dirasa cukup Nadin dan Angga pun kembali ke hotel. Daaan Angga begitu tak ingin menyia-nyiakan waktu. Angga terus menempel pada Nadin. Nadin nampak begitu kelelahan. Angga memeluknya sambil tertidur.
Hari ketiga siang Angga dan Nadin kembali le kota J. Nayya begitu senang melihat orang tuanya telah kembali. Nadin mengeluarkan oleh-oleh yang dibawa untuk Nayya. Nayya begitu senang melihatnya.
"Sebentar amat teh bulan madunya?"
"Ntar tiap hari juga bulan madu."
"Cie...Iya deh yang udah nikah."
"Makanya cepetan ntar nyesel loh."
"Kaya teteh."
"Ngga lah. Kan teteh ketemu Aa langsung nikah" Keduanya pun tertawa bersama.
Mama dan Bapa begitu senang anak-anaknya berkumpul. Namun, rumah harus kembali sepi saat Nadin dan keluarga kecilnya kembali ke kota C.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏