Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Hamil Lagi


__ADS_3

Sementara di kota Y. Ibu sudah mulai bisa berjalan sendiri walau masih di bantu oleh tongkat. Namun, kemajuannya sudah sangat pesat. Ibu juga sudah banyak mengeluarkan kata-kata. Mba.Sus yang setia menemani Ibu terapi bersama dengan seorang perawat daycare yang sengaja Ayah datangkan.


Dan disangka perawat tersebut jatuh hati pada Mba.Sus. Mba.Sus pun tak menampik jika dirinya pun mengagumi perawat tersebut. Perawat itu pun meminta pada Ibu dan Ayah untuk bisa menikahi Mba.Sus. Ibu dan Ayah tidak menolaknya karena semua keputusan ada pada Mba.Sus.


Mba.Sus pun menerima pinangannya. Ibu dan Ayah pun harus merelakan Mba.Sus di bawa oleh suaminya. Nadin dan Angga pun bahagia melihat Mba.Sus akhirnya menemukan jodohnya lagi. Setelah Mba.Sus di bawa oleh suaminya Ibu dan Ayah pun kembali tinggal bersama dengan Nadin dan Angga.


"Ka, kamu sudah mendapat kabar dari Arif?" Tanya Ayah saat mereka hanya berdua di ruang keluarga. Karena Nadin dan Ibu tengah asik bermain bersama anak-anak di taman belakang.


"Sudah Yah. Amel sudah mulai berubah. Bahkan Amel meninta Arif untuk memindahkan anak-anak kembali ke kota C. Sekarang mereka ada di kota J." Jawab Angga.


"Syukurlah." Ucap Ayah.


"Amel pun selalu menenyakan keberadaan kita Yah." Ucap Angga.


"Biarkan saja dulu Ka. Kita tunggu sampai akhir semester saja. Kasihan juga anak-anak kalian pindah-pindah sekolah terus. Terutama Nayya." Jelas Ayah.


"Baiklah Yah. Tapi, sepertinya Angga akan lebih dulu pulang ke kota C Yah. Karena harus mengurus hotel kita Yah. Karena tidak mungkin Rian terus di repotkan bolak-balik ke hotel." Jelas Angga.


"Kamu yakin Ka? Sudah di bicarakan dengan Nadin?" Tanya Ayah.


"Sudah Yah. Nadin pun menyetujuinya. Setelah anak-anak libur kita akan mempersiapkan kepindahan kita. Karena Ibu pun sudah banyak kemajuannya. Nadin akan mengurus kepindahan sekolah anak-anak." Jelas Angga.

__ADS_1


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kalian. Ayah ikut saja." Ucap Ayah pasrah.


"Angga pun akan membawa serta dua bibik Yah untuk pulang. Angga meminta keduanya untuk membersihkan rumah. Karena Angga ingin saat kita pulang rumah sudah bersih." Ucap Angga.


"Siapa yang akan kamu bawa?" Tanya Ayah.


"Bik.Lulu sama Bik.Nina Yah." Jawab Angga.


"Nadin sudah menanyakan kesanggupannya kepada mereka. Tapi, mereka tidak ikut bersama Angga besok. Mereka akan Angga bawa setelah dekat kepindahan kita Yah." Jelas Angga.


"Sementara itu Angga akan tinggal di hotel saja agar lebih mudah dan tidak menimbulkan kecurigaan pada Amel. Siapa tau Amel melewati rumah Angga." Jelas Angga.


"Baiklah. Lakukanlah Nak." Ucap Ayah.


"Kalian sedang apa?" Tanya Ibu terbata.


"Ibu." Ucap Angga dan Ayah kaget.


"Sedang apa Ibu? Kemarilah. Ibu tidak ingin memeluk anak Ibu yang tampan ini?" Goda Angga pada Ibu.


"Ceh, kamu itu sudah tua Ka. Lihat saja buntut mu saja sudah tiga." Ucap Ibu.

__ADS_1


"Maunya sih nanbah lagi Bu. Tapi, kasihan Nadin Bu." Ucap Angga.


"Astaga Kamu itu ya. Dasar anak nakal." Ucap Ibu seraya melayangkan pukulan tongkat yang dia bawa kepada kaki Angga.


"Aw, sakit Bu." Ucap Angga berpura-pura mengaduh. Padahal pukulan ibu tidaklah keras.


"Lagian kamu main seenaknya saja minta istri kamu hamil lagi." Gerutu Ibu.


"Siapa yang hamil Bu?" Tanya Nadin yang baru saja datang dari taman membawa serta anak-anaknya.


"Noh, suami kamu minta kamu hamil lagi katanya." Kesal Ibu. Sementara Ayah hanya tertawa melihat Angga yang tampak salah tingkah di buatnya.


"Iih,,, Mas. Ngga mau ya. Cukup tiga aja." Jawab Nadin.


"Kan Neta mau punya adik Yang." Goda Angga.


"Ga mau. Emang dikira gampang apa hamil." Gerutu Nadin.


"Tapi prosesnya kan enak Yang." Bisik Angga.


"Mas Angga ih... Nyebelin." Kesal Nadin.

__ADS_1


Dan semua pun tertawa karena ulah Angga dan Nadin. Ketiga anak mereka hanya diam melihat keanehan Mama dan Papa nya. Mereka belum cukup mengerti apa yang di katakan orang tuanya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2