
Sementara di rumah Nadin terjadi kericuhan. Netanya jatuh terpelset di dekat kolam renang. Kakinya terkilir dan bengkak akibat dipaksakan berjalan oleh Netanya. Mama Nadin pun panik dan menelfon Papa Angga dan memintanya untuk segera pulang.
Yoga yang kebetulan berada di hotel milik Papa Angga untuk membicarakan kerjasama mereka pun ikut panik dan pulang bersama dengan Papa Angga menggunakan mobilnya.
Sampai di rumah mereka berdua melihat kaki Netanya yang dibalut perban tengah duduk selonjoran di sofa ruang keluarga. Papa Angga dan Yoga pun segera menghampiri Netanya.
"Sayang.." Ucap keduanya.
"Papa, Mas." Ucap Netanya kaget.
"Kamu ga apa-apa?" Tanya keduanya bersamaan.
Netanya pun tertawa mendengar Papa dan kekasih hatinya bertanya bersamaan.
"Kok ketawa sih sayang? Kamu ga apa-apa?" Tanya Yoga lagi.
"Kalian kok bisa barengan pulangnya?" Tanya Netanya mengabaikan pertanyaan Papa dan Yoga.
"Sayang, kamu di tanya kok balik bertanya sih." Ucap Papa.
"Adek baik-baik aja Pah. Cuma kaki adek aja sedikit bengkak." Jawab Netanya santai.
"Kenapa bisa jatuh di kolam renang?" Tanya Papa lagi.
"Bukan di kolam Pah. Di pinggir kolam." Jawab Netanya lagi.
"Tetep aja namanya jatuh dek." Jawab Papa.
Saat mereka tengah memberondong Netanya Mama Nadin pun datang membawa obat dan air minum untuk Netanya dan beberapa camilan.
"Tuh, Pah. Adek ga bisa di bilangin di suruh jangan banyak gerak malah terus mondar mandir. Jadilah kakinya bengkak." Adu Mama Nadin pada Papa.
"Eh, kok Yoga juga ada di sini?" Tanya Mama Nadin.
"Yoga kebetulan ada di hotel sama Papa Mah. Jadi langsung ikut kesini." Jawab Yoga.
Mereka pun berkumpul menasehati Netanya berjamaah. Sementara Netanya yang tengah di ceramahi asik dengan camilan yang dibawa Mama Nadin dan matanya fokus menatap televisi. Karena menurutnya Mama Nadin berlebihan. Dirinya hanya terjatuh dan kakinya terkilir tak ada yang serius.
Bik.Lulu datang menghampiri mereka semua yang berada di ruang keluarga tengah mengerubungi Netanya. Papa dan Yoga pun membicarakan bisnisnya di ruang keluarga. Sementara Mama Nadin menonton bersama Netanya.
__ADS_1
"Maaf Nyonya." Ucap Bik.Lulu.
"Kenapa Bik?" Tanya Mama Nadin.
"Tadi saya bertemu Bik.Ijah di supermarket. Katanya Non Nayya sakit. Tadi muntah-muntah dan mukanya pucat. Neng Kana juga terus menangisi Mominya." Lapor Bik.Lulu.
"Apa!" Ucap semuanya kompak.
"Eh, maaf Bik. Bibik ga becanda kan?" Tanya Mama Nadin.
"Aduh, masa iya Nona sakit saya becanda Nyonya. Saya juga ga akan bilang begini kalau ngga ketemu sama Bik.Ijah tadi." Ucapnya lagi.
"Ya sudah. Saya siap-siap lihat dia sekarang." Ucap Mama Nadin.
"Adek ikut Mah." Ucap Netanya dan langsung beranjak dari duduknya.
"Sayang, inget kaki kamu sakit loh." Ucap Yoga mengingatkan.
"Tapi, aku mau lihat Kakak Mas." Rengek Netanya pada Yoga.
"Besok setelah kaki kamu sembuh ya. Sekarang biar Mama sama Papa saja dulu yang melihat keadaan Kakak." Bujuk Yoga.
"Sayang, rumah kakak berlantai dua. Nanti kamu malah naik turun tangga kaki kamu tambah bengkak." Bujuk Yoga lagi.
"Iya Nak. Dengerin Yoga tuh. Kamu istirahat saja di rumah. Papa sama Mama lihat Kakak dulu. Nanti kita kabarin oke." Bujuk Papa lagi.
Netanya pun menurut dengan bibir yang mengerucut. Papa dan Mama pun segera pergi ke rumah Rama dan Nayya menggunakan mobil Yoga karena mobil Papa di tinggal di hotel.
Sampai di rumah Rama dan Nayya. Mama Nadin segera turun dan sedikit berlari masuk kedalam rumah Rama dan Nayya di susul Papa Angga. Bik.Neni menyambut kedatangan orang tua dari majikannya.
"Dimana Nayya Bik? Gimana keadaannya?" Tanya Mama Nadin.
"Di atas Nyonya. Ada Bapak juga." Jawab Bik.Neni.
Mama Nadin dan Papa Angga pun segera naik keatas menuju kamar Nayya dan Rama. Rama yang mendengar orang berlari di tangga pun keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang berlari di tangga.
"Mama, Papa." Ucapnya melihat mertuanya datang.
"Nayya sakit?" Tanya Mama Nadin.
__ADS_1
"Kayanya masuk angin Mah. Tadi muntah-muntah. Sekarang Nayya tidur." Jawab Rama menyalami kedua orang tua itu.
"Oma, Opa." Panggil Kanaya begitu melihat kedatangan Mama Nadin dan Papa Angga.
"Cucu Oma sayang." Ucap Mama Nadin mengambil Kanaya dalam gendongannya.
Mama Nadin dan Papa Angga melihat Nayya yang tengah tertidur tanpa terganggu kehadiran mereka. Kemudian mereka pun keluar dari kamar takut mengganggu istrahat Nayya.
"Sejak kapan Nak?" Tanya Mama Nadin pada Rama begitu mereka semua berada di luar kamar dan duduk di sofa yang berasa tak jauh dari kamar Nayya dan Rama.
"Sepertinya baru siang tadi Mah. Soalnya pas Rama tinggal ke kantor pagi tadi Nayya masih baik-baik saja. Bahkan menurut Bibik Nayya masih sempat membuat camilan untuk Kanaya." Jelas Rama.
"Tidak ada makanan aneh masuk kemulutnya? Atau doa lupa sarapan?" Tanga Mama Nadin.
"Ma, tenang. Kakak baik-baik saja. Mungkin Kakak hanya perlu istirahat." Ucap Papa Angga.
"Iya Mah. Eh, Mama sama Papa tau dari mana?" Tahya Rama heran.
"Bik.Lulu bertemu Bik.Ijah di supermarket." Ucap Mama Nadin.
"Owh! Maaf ya Ma. Tidak langsung memberi kabar. Rama hanya tidak ingin membuat Mama khawatir. Karena sepertinya Nayya hanya perlu istirahat saja Mah." Ucap Rama.
Namun, saat Rama menjelaskan keadaan Nayya terdengar Nayya yang tengah menuntahkan sesuatu dari kamar.
Oek... oek.... Rama pun segera berlari ke kamarnya meninggalkan mertua dan anaknya. Papa Angga dan Mama Nadin pun segera menyusul Rama dengan Kanaya dalam gendongan Papa Angga.
"Sayang." Panggil Rama yang melihat Nayya tengah duduk di lantai kamar mandi dan segera menggendongnya.
"Kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Rama seraya membawa Nayya keluar dari kamarnya.
Kanaya pun menangis histeris melihat Mominya tergeletak tak berdaya dalam gendongan Papinya. Papa Angga terus menenangkan Cucunya. Mereka semua pergi ke rumah sakit dengan di supiri oleh supir pribadi Rama.
Sampai di rumah sakit Nayya langsung di tangani. Rama dan yang lainnya menunggu dengan cemas di luar. Sementara Kanaya sudah lebih tenang dari sebelumnya. Papa Angga melarang Rama untuk menggendong Kanaya karena Rama tengah panik.
"Tenanglah Nak. Mungkin hanya asam lambung Nayya saja yang kambuh." Ucap Mama Nadin menenangkan Rama.
Mama pun memberitahukan besannya jika Nayya masuk ke rumah sakit. Tak lama orang tua Rama pun datang di susul oleh Gaga yang juga datang karena di berikabar oleh Ibu Laras. Nathan yang baru saja selesai kuliah pun segera menuju rumah sakit bersama Rika.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1