
Siang ini seperti yang sudah di bicarakan pada minggu lalu bahwa keluarga besar Hadis akan datang melamar Netanya. Netanya pun sudah siap di rias oleh perias profesional karena acara memang di adakan sedikit meriah.
Mega sang sahabat pun sudah berada di rumah Netanya untuk menghadiri acara lamaran sahabatnya. Mega tak menyangka jika Netanya mau dilamar Yoga yang usianya jauh di atas mereka.
"Gw ga nyangka Pak.Yoga tancap gas begitu Lu lulus Net." Ucap Mega.
"Gw fikir juga dia bakalan sabar nunggu gw sampe lulus kuliah." Jawab Netanya santai.
"Dia ngeri Lu kepincut cowok-cowok ganteng di kampus baru kali Net." Ucap Mega.
"Jiah... Mungkin juga kali ya." Jawab Netanya.
"Eh, terus gimana pangeran Lu? Chatting terus dong atau Video call?" Tanya Netanya.
"Heh,, siapa?" Tanya Mega.
"Serius Lu?" Tanya Netanya lagi.
"Dih, Lu gw tanya malah nanya balik. Siapa pangeran yang Lu maksud?" Tanya Mega.
"Itu yang Lu kekepin pas acaranya Mas.Nathan." Jawab Netanya polos.
"Astaga! Netanya. Mana gw tau. Udah Gw bilang kan itu gw ga kenal. Ih... Lu mah." Rajuk Mega memanyunkan bibirnya.
Terdengar pintu di ketuk dari luar. Netanya pun mempersilahkan orang yang berada di luar untuk masuk. Tak menunggu lama orang tersebut pun masuk kedalam.
"Masya Allah Adek cantik banget." Puji Camelia yang baru saja masuk.
"Iih,,, Teteh bisa aja. Teteh kapan datang?" Tanya Netanya menyalami Camelia di susul Mega.
"Baru aja." Jawab Camelia.
"Sama Onty?" Tanya Netanya lagi.
"Iya. Nini, Bunda, Ayah sama dr.Roni." Jawab Camelia.
"Siapa dr.Roni?" Tanya Netanya.
"Koas di rumah sakit tempat Ayah kerja." Jawab Camelia.
"Dijodohin?" Tebak Netanya dan Camelia pun mengangguk.
Netanya pun menarik nafas dalam. Kemudian merentangkan tangannya dan Camelia pun menghambur kedalam pelukan Netanya. Mega hanya diam tak mengerti apa yang di bicarakan dua bersaudara itu.
Tak berselang Indah pun menghampiri keponakannya di kamar. Karena semua masuk Mega pun memilih keluar sebentar memberi ruang kepada saudara Netanya.
Mega berjalan kedapur mengambil air minum dan duduk di dapur sambil memainkan ponselnya.
"Loh Ga, kok sendiri?" Tanya Nayya baru saja masuk dapur menggendong Kalila.
"Eh, Kakak. Iya. Dikamar Neta ada Onty Indah sama keluarganya." Jawab Mega.
"Owh! Sama dokter muda itu ya?" Tanya Nayya.
"Iya Kak. Calonnya Kak.Camel ya?" Tanya Mega.
__ADS_1
"Iya. Ayah nya Caca pengennya Caca nikah sama dokter soalnya Caca ga mau kuliah dokter. Lucu ya." Ucap Nayya.
Sementara Mega hanya manggut-manggut.
"Mega ngelanjutin dimana kuliahnya?" Tanya Nayya.
"Di Perhotelan Kak." Jawab Mega.
"Wah, penerus Ayah ya." Jawab Nayya.
"Ngga juga sih Kak. Kalo itu urusan Abang. Mega tinggal ngabisin uangnya aja." Jawab Mega polos.
"Astaga Kakak lupa kalau kamu punya sodara laki-laki." Jawab Nayya.
"Istrinya baru melahirkan ya kata Mama." Ucap Nayya.
"Iya. Kembar Kak. Lucu-lucu deh. Jadi oengen ounya baby." Jawab Mega cengengesan.
"Hus... Cari calon bapaknya dulu baru mikirin punya baby." Ledek Nayya.
"Yaah... Kakak mah.." Rajuk Mega memanyunkan bibirnya.
Mereka pun asik berbincang sembari Nayya menyusui Kalila. Tak lama keluarga Hadis pun datang. Rama meminta Gaga memanggil Nayya untuk menyambut tamu yang datang. Gaga pun mencari keberadaan Nayya di dalam.
Gaga mendengar suara Nayya dari arah dapur. Gaga pun menghampiri sumber suara.
"Kak," Panggil Gaga.
Deg
Deg
"Astaga! Kenapa ni pangeran bisa ada di sini sih." Batin Mega.
"Ya Tuhan. Bidadari Gw. Kenapa gw bisa ga tau kalau dia ada di sini." Batin Gaga.
Nayya melihat interaksi antara Mega dan Gaga. Nayya dapat menyimpulkan jika keduanya ada saling ketertarikan satu sama lain. Nayya merapihkan bajunya setelah menyusui Kalila.
"Ada apa Dek?" Tanya Nayya dan sontak membuat dua makhluk Tuhan itu tergagap. Dan wajah Mega pun merona malu dengan cepat Mega menundukkan kepalanya.
"Eh, I...itu Kak. Rombongan sudah datang." Jawab Gaga gugup.
"Owh! Kakak titip Kali ya." Pinta Nayya pada Gaga.
"Eh, i...iya Kak." Jawab Gaga mengambil alih Kalila.
"Mega, kasih tau Neta ya agar bersiap." Titah Nayya.
"I..iya Kak." Jawab Mega gugup.
Nayya pun tersenyum penuh arti kepada Gaga dan Mega. Setelah Nayya kedepan Mega pun segera bangkit dari duduknya untuk memberitahukan Netanya.
Gaga menahan tangan Mega sebelum Mega pergi.
"Jangan abaikan pesan dari aku ya." Bisik Gaga.
__ADS_1
"Hah!" Ucap Mega.
"Pergilah! Jawab Gaga.
Mega pun setengah berlari menuju kamar Netanya.
"Net, Keluarga Pak.Yoga udah datang." Ucap Mega begitu sampai di kamar Netanya.
Nini, Onty, Om.Doni dan dr.Roni pun keluar menyisakan Mega dan Camelia.
"Aduh,, deg degan nih." Ucap Netanya.
"Yaelah... tinggal jawab iya aja kali Net." Ucap Mega.
"Belum aja Lu ngalamin. Awas ya kalo pangeran Lu ngelamar Gw ketawain Lu." Ledek Netanya.
"Hus... Malah ledek-ledekan. Ayo itu udah di suruh keluar." Ajak Camelia yang baru saja menerima pesan dari Rika.
Netanya pun keluar dengan di apit oleh Camelia dan Mega. Gaga yang melihat Camelia dan Mega bersama tampak biasa saja. Berbeda dengan Camelia yang merasa salah tingkah. Camelia merasa Gaga terus memperhatikannya.
Sebaliknya Mega bersikap biasa saja saat Gaga memperhatikannya. Setelah mengantarkan Netanya Mega pun berbalik bersama Camelia. Saat Mega dan Camelia melewati Gaga tak disangka Gaga langsung menarik tangan Mega untuk duduk di sampingnya.
Deg
Camelia terkejut apa maksud Gaga menarik Mega. Apakah dirinya hanya ingin membuat dirinya cemburu atau entahlah Camelia pun tak ingin tau. Walaupun matanya terus memperhatikan Mega dan Gaga.
Berbagai rangkaian acara pun telah usai. Gaga terus menempel pada Mega membuat Mega salah tingkah.
"Kak, harus ya deket-deket aku terus." Tanya Mega.
"Iya." Jawab Gaga singkat.
"Iiih,,, udah ah. Mega mau pulang aja." Rajuk Mega.
"Mau berduaan aja ya sama aku." Goda Gaga.
"Dih... PD banget sih." Ucap Mega memukul lengan Gaga.
"Aduh, sakit sayang." Ucap Gaga pura-pura kesakitan.
Blush.... Muka Mega pun memerah mendengar ucapan Gaga.
"Lebay." Ucap Mega.
"Udah yuk makan." Ajak Gaga.
"Ngga mau." Jawab Mega.
"Mau di suapin?" Goda Gaga.
"Iish.." Ucap Mega kesal.
Gaga pun menggandeng Mega untuk mengambil makan. Tak mereka sadari sejak tadi keduanya tak luput dari pandangan Camelia. Camelia merasa kesal sedih dan bahagia bercampur aduk.
Kesal karena Gaga berani bermesraan di hadapannya. Sedih karena perasaan Gaga sudah tidak untuknya lagi dan bahagia karena Gaga mendapatkan orang yang lebih baik darinya.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏