
Rama membawa Kana keluar dari kamar Nayya. Saat Rama keluar Rama melihat Nadin tengah berjalan kearahnya.
"Wah, cucu Oma sudah cantik. Ayo sarapan Oma suapi ya." Ajak Nadin.
"Terima kasih Mah." Ucap Rama.
Rama merasa nyaman berada di lingkungan rumah Nayya. Dirinya merasa di terima tanpa memandang statusnya seorang duda. Belum genap satu hari Rama berada di rumah itu namun kenyamanan telah nampak nyata.
"Kalau mau ke kantor pergilah Nak. Tak usah menunggu Nayya. Nanti keburu siang. Papa saja sudah pergi sejak tadi." Titah Nadin.
"Apa tidak apa-apa Mah?" Tanya Rama.
"Pergilah. Biar Mama yang jaga Kana." Ucapnya meyakinkan Rama.
Rama pun berpamitan kepada Nadin, Oma dan Opa. Begitu juga dengan anak semata wayangnya. Namun, sebelum ke kantor Rama menyempatkan diri menjenguk Ibunya yang tengah terbaring tak berdaya di rumah sakit di temani oleh Ayah Rama.
"Pagi Bu, Yah." Sapa Rama begitu sampai di ruang perawatan Ibunya.
"Pagi Nak. Dimana Naya?" Tanya Ayah.
"Rama titipkan di rumah teman Rama Yah." Jawab Rama.
"Teman siapa Nak? Hilman?" Tanya Ibu khawatir.
"Bukan Bu. Nayya." Jawab Rama.
"Teman atau pacar Ram?" Selidik Ayah.
"Teman Yah." Jawab Rama.
"Hati-hati. Jangan-jangan seperti Lulu yang hanya menginginkan kamu saja." Sambung Ibu.
"Tidak Bu. Dia lebih menyayangi Kana dibanding Rama. Bahkan dia seperti tak mengenal Rama." Keluh Rama.
"Maksud mu Nak?" Tanya Ayah.
"Nayya yang menemukan Kana saat Kana hilang kemarin Bu, Yah." Jelas Rama.
"Sebentar. Siapa namanya?" Tanya Ibu.
"Nayya Bu." Jawab Rama.
"Maksud Kamu dokter Nayya? Yang bertugas saat di IGD kemarin?" Tanya Ibu.
"Dokter!" Ucap Rama heran.
"Astaga! Sudahlah tak perlu banyak di fikir. Kalau memang benar dokter Nayya Ibu percaya padanya. Dia baik sepertinya." Jelas Ibu.
"Owh! Ya nak. Ibu lupa. Hari ini jadwal Kanaya vaksin." Tambah Ibu lagi.
"Bawalah siang ini ke sini Nak. Nanti biar Ayah yang mengantar." Pinta Ayah.
"Sebentar Rama hubungi Mama Nadin." Ucap Rama. Karena radi sebelum berangkat Rama sempat meminta nomer ponsel Nadin.
__ADS_1
"Siapa Mama Nadin?" Tanya Ayah.
"Mamanya Nayya Yah." Jawab Rama.
"Astaga. Bahkan kamu menyebut orang tua Nayya dengan sebutan Mama." Ucap Ayah tersenyum tipis.
"Permintaan mereka Yah. Mereka keluarga yang sangat baik." Jujur Rama. Ayah dan Ibu pun saling pandang dan tersenyum.
📱Halo Ma, Ini Rama (Rama)
📱Iya Nak. Ada apa? (Nadin)
📱Maaf Mah. Hari ini jadwal Kana vaksin. Apa Nayya bisa mengantarkannya ke rumah sakit A tempat biasa Kana mendapatkan Vaksin? (Rama)
📱Bisa Nak. Tidak masalah. Kebetulan Nayya tugas di rumah sakit tersebut. Jadi Nayya bisa meminta bantuan temannya yang dokter Anak.( Nadin)
📱Baiklah Mah. Terima Kasih. (Rama)
Panggilan pun di akhiri. Rama berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor. Sepanjang perjalanan Rama terus berfikir. Apa memang benar Nayya seorang dokter. Jika memang benar apa tidak merepotkan jika Kana tetap tidak mau di bujuk untuk pulang bersamanya.
Sementara di kediaman Angga dan Nadin. Opa dan Oma tampak senang bermain bersama dengan Kana. Mereka seolah menemukan mainan baru. Gelak tawa selalu terdengar dari ketiganya. Nadin mengembangkan semyumnya kala melihat kedua orang tuanya dan Cucu yang baru di temuinya sangat terlihat bahagia.
Nayya membuat janji dengan temannya yang kebetulan seorang dokter anak. Untuk melakukan vaksin untuk Kanaya. Temannya sempat bingung dengan janji yang Nayya buat. Pasalnya Nayya belum menikah mengapa membuat janji untuk Vaksin anak.
Nadin tampak membantu Nayya menyiapkan perlengkapan Kana di dalam mobil. Sebelumnya Nayya sempatkan membeli kursi khusus bayi untuk di simpan di dalam mobilnya. Karena Nayya milik Kana sebelumnya terdapat di mobil Rama. Setelah Kana nyaman Nayya pun berpamitan kepada Nadin, Oma juga Opa.
Nayya mengemudikan mobilnya perlahan agar Kana nyaman. Samapi di rumah sakit Nayya memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus. Tampak security terheran karena Nayya turun dengan membawa bayi.
"Sudah sampai. Anak Momi jangan rewel ya. Nanti Momi belikan boneka kalau Kana tidak rewel." Ucap Nayya pada Kana yang entah Kana mengerti atau tidak dengan ucapannya.
"Dokter Nayya?" Sapa seseorang. Dan Nayya pun menoleh ke arah sumber suara.
"Ah, Dokter Wisnu. Ada apa?" Tanya Nayya santai.
"Anak siapa?" Tanya orang yang ternyata dokter wisnu seniornya di rumah sakit yang juga menaruh hati kepada Nayya.
"Anak saya dok." Jawab Nayya santai.
Dokter Wisnu pun bengong mendengar jawaban Nayya. Pasalnya semua tau bahwa dokter Nayya masih single. Kenapa sekadang tiba-tiba dirinya membawa seorang bayi yang dia sebutkan itu bayinya.
Nayya yang melihat dokter Wisnu hanya terdiam pun meninggalkan dokter Wisnu begitu saja langsung menuju klinik anak karena tak enak kepada temannya yang mungkin sudah menunggunya.
"Assalamu'alaikum dokter.Dama." Sapa Nayya begitu sampai di klinik Anak.
"Wa'alaikum salam. Masuk Nay." Jawab Dokter Dama yang notabene sahabat dari Nayya.
"Jadi bener Lu mau vaksin anak Lu?" Tanya Dokter Dama begitu Nayya masuk.
"Ya masa anak kucing yang mah gw Vaksin." Jawab Nayya santai. Sambil menimbang dan mengukur suhu Kana.
"Siapa namanya?" Tanya Dama.
"Kanaya." Jawab Nayya.
__ADS_1
"Astaga Nayya. Kenapa Lu kasih nama Naya juga anak Lu?" Heran Dama.
"Lah, yang ngasih nama bapaknya mana Gw tau.". Jawab Nayya santai.
"Lu udah nikah?" Tanya Dama semakin heran.
"Entar Gw ceritanya deh. Yang pasti data ni anak pasti udah ada di sini soalnya katanya tempat dia vaksin ya disini." Jelas Nayya.
"Kanaya apa namanya? Kan kali aja ada lagi nama bayi atau anak Kanaya." Tanya Dama.
"Hah! Bentar Gw tanya Mama dulu." Jawab Nayya sambil merogoh tasnya mencari ponselnya.
📱Halo Mah, (Nayya)
📱Kenapa Ka? ( Nadin)
📱Nama panjang Kana siapa ya Mah?(Nayya)
📱Astaga Kakak. Coba tanya Rama. Sebentar Mama kirim nomer dia. ( Nadin)
Pqnggilan pun terputus. Tak butuh waktu lama terdengar notifikasi dari ponsel Nayya dan ternyata Nadin mengirimkan nomer Rama.
"Dih, kenapa mesti Gw yang telfon sih." Batin Nayya.
"Sudah ada jawabannya siapa?" Tanya Dama.
"Bentar Gw tanya Bapaknya dulu." Jawab Nayya sambil mencoba menghubungi Rama. Yang ternyata nomer Rama sudah terdapat pada ponselnya hanya saja Nayya tidak menyimpannya.
📱Halo (Rama)
📱Ini Nayya. Maaf mengganggu mau nanya nama lengkap Kana siapa? ( Nayya)
📱Kanaya Putri Nasution (Rama)
📱 Terima kasih (Nayya)
Nayya langsung menutup panggilan telfonnya tanpa pemberitahuan. Rama pun merass heran dengan sikap Nayya yang begitu lembut kepada anaknya tapi begitu acuh terhadapnya.
"Siapa?" Tanya Dama.
"Kanaya Putri Nasution." Jawab Nayya.
"Apa?" Ucap Dama spontan.
"Berisik Lu. Ngagetin Gw aja." Jawab Nayya sambil melempar bolpoin di meja ke arah Dama.
"Pantesan Gw ga asing banget sama ni anak. Dia ponakan Gw Nayya." Ucap Dama.
"Astaga." Ucap Nayya seraya menutup mulutnya spontan.
"Pantes aja tadi Om Gw bilang Naya mau vaksin tapi masih nunggu orang yang mengantarnya. Jadi Lu yang nganter." Ucap Dama.
Nayya hanya mengangguk acuh.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏