Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kalila Putri Nasution


__ADS_3

Hari ini Nayya sudah di perbolehkan untuk pulang karena baik Nayya maupun bayinya sudah sangat sehat. Bayi Nayya memiliki bobot yang lumayan besar dengan berat lahir 3800 gram dan panjang 50cm.


Membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas. Di tambah lagi sekarang Baby Nayya sangat rakus menghisap ASI Mominya.


Oma Nadin dan Opa Angga menjemput Nayya dan Bayinya di rumah sakit. Sementara Kakek dan Nenek bertuga menjaga Kanaya di rumah untuk menyambut kedatangan Momi dan adik bayinya.


"Selamat datang Cucu Nenek yang cantik." Sapa Nenek saat Nayya dan rombongan datang.


"Terima kasih Nenek." Jawab Nayya dengan suara khas anak kecil.


Setelah mencium pipi mertuanya Nayya mendekati Kanaya dengan kode yang di berikan oleh Ibu Laras.


"Halo Kakak Kana." Sapa Nayya pada Kana yang tengah berdiri mematung di samping Unclenya.


Kanaya perlahan mendekati Momi dan adik bayinya. Nayya memintanya untuk mengecup pipi adiknya dan Kanaya pun melakukannya.


"Momi,," Panggil Kanaya.


"Ya sayang." Jawab Nayya.


"Pipi adik kaya busa Ka." Ucap Kana dengan sangat menggemaskan.


"Pipi adik lembut seperti Pipi Kakak." Ucap Nayya membelai lembut pipi Kanaya.


Ketiganya saling berpelukan. Nayya menciumi pipi gembul Kanaya begitupun Kanaya menciumi pipi Mominya dan berpindah pada pipi adiknya yang menurutnya sangat lembut.


Tak terasa Nadin dan Laras meneteskan air matanya melihat interaksi ibu dan kedua anaknya. Rama pun menengadahkan kepalanya untuk menahan bulir bening menetes dari matanya.


"Sayang, ayo bawa Momi dan adik masuk dulu ya." Ajak Rama.


"Oke Pih." Jawab Kanaya kemudian menggenggam tangan Nayya untuk membawanya masuk.


"Mana sini Nenek mau gendong adik bayi." Pinta Ibu Laras. Nayya pun memberikan bayinya.


Semuanya berkumpul di ruang santai. Nathan tidak kelihatan karena sibuk di kantor sebelum dirinya cuti menikah. Mama Nadin pun tak bisa lama karena harus menyiapkan acara pengajian besok.


Tinggallah sekarang Gaga dan kedua orang tua Rama di rumah.


"Ram, siapa nama bayinya?" Tanya Ayah.


"Kalila Putri Nasution." Jawab Rama.


"Nama yang bagus." Jawab Ayah.


"Karena Kakaknya berawalan huruf K jadi Rama ingin adiknya pun berawalan huruf K." Jelas Rama.


"Seperti keluarga Mominya semua berawalan huruf N." Ucap Gaga.

__ADS_1


"Ya begitulah." Jawab Rama santai.


Nayya membawa putri kecilnya masuk kedalam kamar untuk diASIhi. Bersama dengan Kanaya yang ikut bersama. Semua membiarkannya karena takut Kanaya merasa tersisih.


"Momi, apa enak?" Tanya Kanaya


"Kakak Kana Mau?" Tawar Nayya pada Kanaya.


"Boleh?" Tanya Kanaya.


"Kemarilah sayang. Adik mau berbagi dengan Kakak.


Nayya meletakkan Kalila di boks bayi kemudian membawa Kanaya dalam pangkuannya. Kanaya pun langsung menghisap p******* Nayya dengan lahap.


Mata Kanaya menatap mata Nayya.


"Enak?" Tanya Nayya. Kanaya pun menganggukkan kepalanya tanpa melepas hisapannya.


Rama terkejut ketika dirinya akan masuk kedalam kamar dan melihat anak sulungnya ya tengah menyu** pada Nayya sedangkan bayinyabtengah tertidur pulas di dalam bok.


"Ram," Panggil Ibu Laras.


"Astaga! Kenapa Ibu mengagetkan Rama." Ucap Rama.


"Kamu kenapa? Dari tadi Ibu perhatiin cuma berdiri di pintu." Ucap Bu.Laras.


Kanaya pun mulai terlelap sambil meny*** pada Nayya. Nayya mengusap lembut surai rambut Kanaya. Setelah hisapannya lepas Nayya pun mengangkat Kanaya perlahan untuk menidurkannya di atas tempat tidur.


Rama menghampiri Istri dan anak-anaknya setelah cukup lama mengamati mereka dari balik pintu.


"Kakak tidur juga?" Tanya Rama berpura-pura.


"Kakak kekenyangan sampe tidur." Jawab Nayya.


"Kakak makan apa?" Tanya Rama.


"Kakak menyu** seperti adik." Jawab Nayya santai.


"Hah! Apa tidak apa-apa sayang?" Tanya Rama.


"Tidak apa-apa sayang. Agar kedua kakak beradik ini bisa saling mengasihi dan berbagi hingga besar nanti." Jawab Nayya.


"Terima kasih sayang." Ucap Rama memeluk dan mencium puncak kepala Nayya.


"Tidak perlu berterima kasih sayang. Ini semua kewajiban aku sebagai ibu. Kana masih kecil usianya baru saja menginjak dua tahun dia sudah memiliki adik." Jelas Nayya.


Rama pun tak kuasa menahan bulir bening dari matanya. Tak henti-hentinya Rama bersyukur karena memiliki istri seperti Nayya. Jika bukan Nayya entah seperti apa.

__ADS_1


Rama semakin mengeratkan pelukkannya. Nayya pun merasa senang memiliki suami Rama yang begitu pengertian padanya.


"Kamu mau makan sayang?" Tawar Rama.


"Hm,, sepertinya aku lapar setelah menyu*** dua anak kembar." Jawab Nayya.


"Kamu jangan melupakan Papi nya sayang." Goda Rama.


"Maass ih, mesum." Jawab Nayya dengan wajah yang merona.


"Kenapa muka mu merah sayang? Tenanglah Mas tidak akan mengganggu kamu sampai 40 hari kedapan. Tapi, setelah itu jangan harap kamu bisa tidur tenang ya sayang." Ucap Rama terus menggoda Nayya.


"Ish, ngga mau." Jawab Nayya dan bangkit keluar dari kamarnya karena perutnya terasa sangat lapar.


Rama pun menemaninya untuk makan. Karena Rama sudah makan terlebih dulu bersama kedua orang tua dan adiknya. Nayya sengaja makan belakangan karena harus menidurkan anak-anaknya terlebih dahulu.


Semula memang Nayya hanya berencana untuk menidurkan baby Kalila kemudian lanjut makan bersama dengan kanaya tapi semua berubah ketika Kanaya pun malah ikut menyu** pada Nayya dan tertidur bersama dengan Kalila.


Malam hari Kanaya ingin ikut tidur bersama dengan kedua orang tuanya dan juga adiknya. Nayya pun mengijinkannya begitu juga dengan Rama.


Seperti siang tadi Kana menunggu adiknya tertidur pulas kemudian dirinya meminta jatah pada Mominya. Dengan lembut Nayya pun memberikan P*******nya pada Kanaya. Rama mengelus lembut punggung Nayya memberikan motivasi pada istri tercintanya.


Tak lama Kanaya pun tertidur dengan lelap. Rama mencium kening Nayya. Nayya pun berbalik kearah Rama memeluk suami tercintanya.


"Mau makan sesuatu Momi?" Bisik Rama.


"Sepertinya Momi hanya ingin minum susu Papi." Ucap Nayya manja.


"Baiklah, Papi akan buatkan susu spesial untuk Momi. Tunggulah sebentar sayang." Ucap Rama kemudian beranjak menuju dapur.


"Sedang apa Kak?" Tanya Gaga yang akan mengambil minum di dapur.


"Membuatkan susu untuk Nayya." Jawab Rama.


"Gaga jadi iri sama Kakak." Ucap Gaga lirih.


"Iri kenapa?" Tanya Rama.


Gaga pun terkejut. Dia fikir kakaknya tidak akan mendengar ucapannya.


"Kakak mendapatkan istri yang sangat baik seperti Kak.Nayya. Bahkan cintanya pada Kana seperti cinta pada anak kandungnya sendiri." Jawab Gaga.


"Tuhan memberikan apa yang kakak butuhkan Ga. Bukan apa yang Kakak inginkan. Sekuat apapun kita mengejar apa yang kita mau jika Tuhan tidak menghendakinya maka Tuhan tak akan mengabulkannya. Tapi, Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan." Jelas Rama panjang kali lebar.


Gaga pun menganggukan kepalanya. Merenungi ucapan Kakaknya. Rama sudah tak ada lagi pergi ke kamarnya memberikan susu untuk istri tercintanya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2