Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Teriakan Anak-anak


__ADS_3

Nayya memberikan ponsel kepada Kasih. Lalu Nayya kembali duduk di kursi Nadin. Nayya dan Kasih terus berbicara saut-sautan. Heru mengagumi Nayya. Sampai Nadin kembali dari mengajar.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam."


"Mama, sudah selesai?" Sambut Nayya.


"Sudah sayang. Cape ya nunggu Mama?"


"Ngga. Papa tadi telfon Ma."


"Hm.. ada apa?"


"Cuma tanya Mama aja."


Nadin pun memeluk Nayya. Merapihkan barangnya dan bersiap untuk pulang.


"Kas, bawa mobil atau di jemput?"


"Bawa mobil Nad."


"Oke. Yuk pulang."


"Masih ada kelas Gw. Ini mau ke kelas dulu. Paling nanti Gw balik bareng Santi. Ka.Aldo kan keluar tadi."


"Owh! Ya udah Gw balik duluan ya."


"Oke. Bye..."


Heru memperhatikan cara Nadin dan Kasih berbicara. Dirinya heran mengapa berbeda sekali saat banyak orang di ruangan itu Kasih dan Nadin berbicara sangat formal. Heru semakin mengagumi Nadin.


Namun, seperti biasa Nadin tak pernah menghiraukan orang sekelilingnya. Nadin dan Nayya pun berpamitan pulang hanya kepada Kasih dan salah satu dosen yang berada diruangan itu.


Sampai dirumah Nayya disambut Nathan. Nathan terus bercerita kepada Nayya menceritakan semua hal saat Kakanya bersekolah.

__ADS_1


"Kaka, Natha juga mau sekolah kaya Kaka."


"Iya Dek, nanti kalo adek udah gede." Bujuk Nayya.


"Kan Natha sudah gede Ka."


Nayya membelai lembur rambut adiknya. Nadin dan Angga tersenyum melihat kehangatan anak-anaknya.


"Terima kasih sayang." Ucap Angga.


"Untuk?"


"Untuk semuanya. Untuk kasih yang tak terhingga. Sehingga membuat anak kita saling kasih mengasihi."


"Jangan gitu dong Yang, itu kan kewajiban aku sebagai ibu. Aku malah merasa belum menjadi ibu yang sempurna untuk mereka."


"Sempurna sayang kamu Ibu dan Istri yang sempurna untuk aku dan anak-anak."


Nadin memeluk lengan Angga sambil menuntun Angga untuk kekamar mereka. Mereka pun masuk kedalam kamar mengunci pintu kamar. Nadin langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri di ikuti Angga.


Ritual mandi yang seharusnya bisa di selesaikan dalam waktu tiga puluh menit dihabiskan mereka selama dua jam. Nadin dan Angga keluar dari kamar ketika mendengar teriakan anak-anaknya.


"Oma...Opa..."


"Mama....Papa..."


Nadin dan Angga sedikit berlari menuruni anak tangga. Melihat apa yang terjadi.


"Dimana anak-anak?" Tanya Angga pada salah satu Maid.


"Di depan Pa."


"Ada apa sih mereka ko teriak-teriak?"


"Ayo cepet sayang kita liat aja."

__ADS_1


"Teteh,,," Panggil Amel.


"Iya Dek?"


"Ada apa?"


"Ga tau Dek. ini mau di liat ada apa."


Mereka bertiga pun bersama kedepan untuk melihat apa yang terjadi. Bersamaan dengan mereka keluar. Arif baru saja datang dan akan masuk kedalam rumah.


"Rif, anak-anak kenapa?" Tanya Angga


"Anak-anak siapa?"


"Anak-anak kita lah." Jawab Angga kembali.


"Memang anak-anak kenapa? Mereka lagi main di depan." Jawab Arif santai.


"Tapi tadi mereka teriak-teriak Rif." Ucap Nadin panik.


"Masa sih... Kaya nya mereka happy-happy aja."


"Ariiif,,, jangan becanda deh Lu." Teriak Nadin gemas.


"Beneran kalian ko ga percaya sih."


"Mana ada happy teriak-teriak begitu."


"Hei,, mana ada happy diem-diem. Aneh Lu Nad."


"Tapi jelas-jelas Gw denger anak-anak teriak manggil Gw."


"Udah-udah jangan berantem. Ayo kita liat aja."


Arif pun merasa heran dengan mereka bertiga. Bahkan Amel pun tidak menyambutnya seperti biasa. Dia hanya mencium punggung tangan Arif. Dan Amel pun malah mengikuti kedua kakaknya kedepan tidak mengantarkannya kedalam.

__ADS_1


Terima Kasih Rider yang sudah setia membaca "Mama Untuk Anakku". Jangan lupa like dan komennya ya.


🙏🙏🙏


__ADS_2