
Hari ini Angga harus kembali ke kota C mengurus hotel yang beberapa bulan di tinggalkan hanya di pantau dari jauh. Hanya orang kepercayaannya yang selalu setia membantunya. Nadin harus merelakan Angga berjauhan dengannya lagi setelah insiden beberapa tahun yang lalu.
Nadin harus bisa demi anak-anak. Kasihan juga Nayya dan Nathan jika harus pindah di tengah-tengah semester. Jadi, Nadin harus sabar sampai ujian semester terutama bagi Nayya yang sudah bersekolah do sekolah dasar.
Membutuhkan waktu tiga jam sampai akhirnya Angga sampai di kota C. Angga langsung menuju hotelnya dan menempati kamar khusus baginya. Angga merebahkan badannya terlebih dahulu setrlah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan baginya. Karena Angga harus menyetir sendiri. Setelah dirasa cukup Angga mengambil benda pipih miliknya dan menghubungi istri tercintanya.
📱Halo sayang (Angga)
📱Mas, sudah sampai? (Nadin)
📱Sudah sayang, setengah jam yang lalu. Maaf Mas baru mengabari ya sayang. Tadi Mas ketiduran.(Angga)
📱Syukurlah. Ngga apa-apa Mas. Nad sudah lega mendengar kabar dari Mas. Mas hati-hati ya disana. Jangan lupa solat dan makan. ( Nadin)
📱Iya sayang. Kamu juga jaga diri ya sana. Maaf Mas merepotkan menitipkan Ibu dan Ayah. (Angga)
📱Mas, sudah kewajiban Nad menjaga mereka. Bukankah karena mereka Mas ada hmm? ( Nadin)
📱Terima kasih sayang. Ya sudah nanti Mas hubungi lagi ya. Mas mau ketemu Firman dulu. (Angga)
📱Iya Mas.
Setelah sambungan telfon terputus Angga langsung bersiap menuju ruang kerjanya karena sudah berjanji dengan Firman sahabat sekaligus sekretarisnya.
Sampai di ruangannya Angga langsung meminta Firmna untuk datang ke ruangannya. Tak butuh waktu lama Firman pun datang ke ruangan Angga dan melaporkan semua tentang perusahaan yang sudah lama Angga tinggalkan.
__ADS_1
Angga pun mulai membuka satu persatu file yang di berikan oleh Firman. Setelah melaporkan laporannya Firman kembali ke ruangannya. Angga pun mulai larut bersama tumpukan filenya. Angga membuka satu persatu filenya dan membubuhkan tanda tangannya pada file yang dirasa benar.
Tak terasa waktu istirahat datang. Firman datang untuk mengajak Angga makan siang.
"Bro, ayo kita makan siang dulu. Anak-anak sudah menunggu di kafe biasa." Ajak Firman.
"Rian belum ke kota Y?" Tanya Angga.
"Minggu depan dia kesana. Sudah ayo. Tenang saja semua laporan aman ko." Ucap Firman.
"Si alan Lu." Umpat Angga.
Dan mereka berdua pun keluar dari ruangan Angga. Para karyawan yang mengagumi keduanya selalu tampak takjub melihat kedekatan Angga dan Firman.
"Mba, siapa yang sama Pak.Firman?" Tanya Rani resepsionis baru.
"Ganteng ya Mba." Puji Rani.
"Hush! Jangan macem-macem kamu. Dia udah punya anak istri."Ucap Nana memperingati.
"Aduh,,, suami orang lebih menggoda Mba." Ucap Rani mendamba.
"Istrinya cantik Ran." Ucap Nana.
"Hmm." Jawab Rani singkat.
__ADS_1
"Rani mau berjuang Pa. Demi Bapak." Batin Rani.
Sementara Angga dan Firman sudah berada di kafe tempat biasa mereka empat sekawan berkumpul. Disana sudah ada Aldo dan Rian.
"Astaga,, Bos besar kita apa kabar?" Ucap Aldo merentangkan tangannya.
"Si alan Lu! Baik-baik Gw baik." Jawab Angga seraya berpelukan ala-ala lelaki.
Setelah itu Angga beralih kepada Rian.
"Thanx Bro, Lu udah bantu Gw." Ucap Angga tulus.
"Ckck... Biasa aja lagi. Ngerepotin sih tapi enjoy aja Bro." Ucap Rian dengan candanya.
"Jadi kantor Lu pindah Yan?" Tanya Aldo.
"Iya. Yang kasian sekretaris Gw mesti bolak balik kantor Gw sama kantor ni curut." Umpat Rian. Dan gelak tawa pun membahana di kafe tersebut.
Ke empatnya larut dengan obrolan santai mereka saling ledek namun keempatnya saling menyayangi. Saling menbantu dalam hal apapun. Tak terasa waktu istirahat kantor usai. Mereka pun kembali ke kantor masing-masing.
Saat Angga dan Firman tiba di kantor. Pandangan Rani tak lepas dari sosok Angga yang dengan gagah berjalan memasuki lobi hotel.
"Ya Tuhan. Indahnya ciptaanMu." Gumam Rani. Seraya menundukan kepala hormat.
Sementara Firman dan Angga berlalu begitu saja menuju lift khusus direktur.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏