
Enam pasang suami istri pun makan siang bersama diselingi canda tawa diantara mereka. Mereka pun seperti melupakan bahwa mereka sudah tak muda lagi. Ada anak-anak yang menunggu mereka di rumah.
Hanya pasangan Amel dan Arif yang membawa serta salah satu anak mereka karena salah satu anak mereka yang masih berada dalam kandungan.
"Mel, kapan perkiraan melahirkan?" Tanya Dina.
"Kata dokter sih minggu-minggu ini sudah bisa lahir. Tapi belum ada tanda-tandanya."
"Lah, terus kalo brojol disini gimana Mel?" Tanya Tina cemas.
"Ya ngga apa-apa tinggal brojol aja." Jawab Amel santai.
"Eh, dia mah suka gitu."
"Tenang aja Tin, udah kita persiapkan ko. Makanya bawaan dia banyak soalnya dia juga bawa perlengkapan bayi takut-takut tu baby mau brojol disini." Jelas Nadin pada Tina.
"Tenang Tin. Kaka iparnya perawat senior jadi bisa bantu dia." Sambung Kasih.
"Woii... Apa kabar Elu." Ledek Nadin.
"Diiih gw mah apa atuh dibanding Lu mah." Jawab Kasih merendah.
"Ngomong lagi Gw tam*** ya."
Mereka semua pun tertawa bersama. Aksi saling ledek meledek diantara mereka memang tak pernah usai. Dan itu semua yang membuat hubungan mereka saling erat.
__ADS_1
"Sayang Indah ga ikut ya." Sesal Angga.
"Kenapa Lu jadi kangen adik ipar Lu bro?" Heran Rian.
"Eh, kamp***. Bukannya kangen, kalo ada dia kan Amel bisa di bantu dia kalo lahiran."
"Owh! Gw fikir."
"Otak Lu ya kadang-kadang. Harus Gw jedotin dulu biar lempeng." Canda Angga.
"Tenang aja Ka. Disini ada tiga perawat handal. Jadi dalam keadaan mendesak kita bisa berubah menjadi dokter kandungan." Jawab Santi santai.
"Naaah,,, kan. Tenang aja Ga. Disini ada tiga perawat dan dua orang dukun beranak." Ledek Aldo.
"Maksud Lu dukun beranak?" Kesal Dina.
"Tenang aja Ka. Mamih Dina juga dulu sekolah kebidanan ko. Jadi seengganya punya dasar ilmunya." Jelas Nadin.
"Aduuuh... Kabur Gw." Dina.
"Udaah ah,,, belum tentu juga anak Gw mau brojol disini. Siapa tau pas nanti kita udah pulang baru brojol."
"Ayo jalan-jalan Ka." Ajak Nadin pada Angga.
"Sayang, yakin mau jalan siang hari begini? Di luar panas Loh?"
__ADS_1
"Iya Nad. Sore aja kali kita jalannya. Udah ga terlalu panas." Sambung Kasih.
"Ya ampun anak Mamih... Jadi kita beneran cuma mau malas-malasan nih?" Tanya Nadin.
"Mau apa lagi Nad. Menikmati liburan itu ya malas-malasan. Ga usah mikirin jadwal." Seloroh Aldo.
"Iya Ih Nad. Nyantai aja kali Nad. Mau kemana sih. Toh kita kan juga baru nyampe. Ngapain buru-buru sih?" Sambung Ivan.
"Baiklah tuan-tuan dan nyonya-nyonya." Jawab Nadin.
"Ayo sayang istirahat dulu kasian baby kita." Ajak Arif pada Amel.
"Modus banget sih Rif. Bilang aja Lu mau jengukin tu baby." Ledek Nando.
"Dih Elu mah Nan. Tau aja." Jawab Arif di akhiri tawa Arif.
"Papa Angga kita ke kamar juga yuk." Ajak Nadin.
"Ayo Sayang. Kita jalan-jalan di kamar aja yah."
"Hadeuuuuh... Ayo bubar-bubar." Jawab Kasih pada semuanya.
Dina, Kasih, Santi dan Tina pun segera berhamburan ke kamar masing-masing. Dan pasangan mereka pun tak mau kalah langsung mengejar pasangannya masing-masing.
"Sayaang tunggu..."
__ADS_1
Tbc...