
Hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan Kasih dan Nadin sudah kembali ke aktivitasnya masing-masing. Pesona Nadin tak pernah luntur dimata anak didiknya. Masih menjadi idola yang tak tergantikan.
Hari ini kedatangan dosen baru di kampus Nadin. Aldo sebagai ketua Yayasan memperkenalkan dosen baru kepada dosen-dosen yang lainnya yang berada di prodi keperawatan termasuk Nadin, Kasih dan Santi istrinya.
"Assalamu'alaikum... Selamat Pagi semuanya. Perkenalkan ini dr.Heru yang akan bergabung di kampus kita."
"Selamat Pagi dok." Sapa semua yang ada di ruangan itu.
"Pagi." Jawab Heru. Pandangan Heru tertuju pada Nadin dan itu tertangkap oleh penglihatan Aldo dan Kasih.
"Pa.Aldo, warning ya."
"Deg...Degan sih Bu."
"Ada apa Bu?" Tanya salah satu dosen.
"Biasalah projekan Pa." Jawab Kasih.
"Baiklah Pa.Heru selamat bergabung. Silahkan meja bapa ada sebelah sana. Saya permisi. Permisi semuanya."
"Mari Pa." Jawab semuanya.
Pandangan Heru masih tertuju pada Nadin. Sementara Nadin seperti biasa tak pernah menghiraukan orang disekelilingnya. Nadin masih asik dengan berkas-berkas yang ada di mejanya.
"Bu.Nad, sudah siap?" Tanya Santi.
"Sudah. Pergi sekarang?"
"Boleh. Bawa mobil siapa Nih?"
"Mobil saya saja Bu."
"Baiklah..."
__ADS_1
Keduanya pun keluar ruangan bersamaan. Pandangan Heru masih terus saja tertuju pada Nadin sampai Nadin keluar dari ruangan prodi.
"Pa.Heru," Sapa Kasih.
"Eh, Iya Bu."
"Lulusan kapan?"
"Setahun yang lalu Bu. Kenapa Bu?"
"Ga apa-apa. Ga praktek di rumah sakit?"
"Saya buka klinik sendiri Bu. Makanya saya bisa bergabung disini."
"Owh! Begitu. Selamat bergabung ya Pa. Sudah berkeluarga?"
"Terima kasih Bu. Eh, belum bu."
"Semoga cepet dapet ya Bu." Seloroh Heru dengan percaya diri.
"Amin." Jawab Kasih dengan sedikit kaget. Kasih pun pergi ke kelas menjalankan tugasnya.
Siang hari Nadin dan Santi kembali ke kampus. Nadin membawa serta Nayya.
"Hai,, cantiiik." Sapa salah satu dosen di prodi.
"Halo Onti.."
Heru pun menoleh kearah pintu melihat siapa yang datang. Dilihatnya anak kecil yang cantik. Sedang berjalan menuju meja Nadin.
"Hai,,, Cantiknya Onti Kas."
"Hai Onti. Miss You."
__ADS_1
"Miss you too baby... Mama mana?" Tanya Kasih sedikit menaikan volume suaranya agar terdengar oleh Heru.
"Mama sama Onti San ke tempatnya Oom dulu."
"Oke.. Mau minuman atau makanan cantik?"
"Nayya sudah bawa Onti."
"Baiklah... Mama mu memanglah Best."
Kasih pun melanjutkan kembali pekerjaannya. Heru masih terus memperhatikan Nayya. Tak lama berselang Santi dan Nadin masuk ke ruangan. Pandangan Heru langsung tertuju pada Nadin.
"Sayang, Mama masih ada kelas nanti mau tunggu disini atau ikut kekelas?" Tanya Nadin pada Nayya yang membuat Heru tersentak.
"Onti Kas pergi juga?" Tanya Nayya.
"Ngga sayang, jamnya Onti setelah Mamamu." Jawab Kasih menegaskan.
"Nayya tunggu sama Onti Kas saja Ma."
"Baiklah. Ada PR sayang?" Tanya Nadin lembut.
"Ngga ada Ma."
Heru memperhatikan interaksi ibu dan anak yang begitu hangat. Heru semakin mengagumi Nadin. Dalam hatinya bertanya kenapa anaknya sampai dibawa ke kampus? Single parent kah seorang Nadin. Saat fikiran Heru melayang-layang Heru di kagetkan dengan suara ponsel Kasih.
"Halo Ka, Nayya ada sama Kas. Nad ke kelas. Masya Allah. Cantik nih Papa ga percaya kamu sama Onti." Kasih memberikan ponselnya pada Nayya.
"Halo Pa. Iya. Mama masih ada kelas."
Nayya terus mengobrol bersama Angga. Heru terus memperhatikannya. Kecantikan Nadin sangat menurun pada Nayya. Bagi orang baru yang tidak pernah tau riwayat sebelumnya tidak akan pernah menyangka jika Nadin hanyalah ibu sambung Nayya. Paras cantik Nayya sangat mirip dengan Nadin.
Tbc....
__ADS_1