Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pakde Sakit


__ADS_3

Satu minggu berlalu Nathan dan Rika pun telah kembali dari bulan madunya. Karena Nathan tak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaannya mengingat beberapa minggu lagi akan di adakan acara ulang tahun hotel.


Rika yang merupakan pewaris tunggal hotel milik keluarganya hanya sesekali saja pergi ke hotel selebihnya dia serahkan kepada orang kepercayaannya setelah memutuskan menikah dengang Nathan.


Netanya yang tengah mempersiapkan ujian akhir pun tak ingin di ganggu Yoga walaupun sebenarnya berat. Tapi demi nilai yang memuaskan Netanya pun rela berjauhan dengan Yoga selama satu minggu kedepan.


Karena Netanya akan menghadapi ujian akhir. Nayya pun mengundurkan acara syukuran anak keduanya. Ya, Nayya tak ingin menyebutkan jika Kalila adalah anak pertamanya karena baginya Kalila dan Kanaya adalah sama. Tak ada yang membedakan keduanya.


Nadin pun akan lebih memperhatikan dan menemani Netanya dalam menghadapi ujian. Begitulah Nadin akan selalu siap siaga menjadi pembimbing bagi anak-anaknya kala menghadapi ujian. Meskipun tak hanya ujian hari-hari biasa pun Nadin selalu menemani anak-anaknya belajar.


"Yang, satu minggu kedepan Nad minta maaf ya jika sedikit terabaikan. Netanya ujian nasional." Ucap Nadin pada Angga.


"Iya sayang, tidak apa-apa. Neta juga kan anak Mas." Ucap Angga lembut.


Nadin dan Angga memang selalu menjaga keharmonisan keluarganya. Bahkan Angga dan Nadin tak malu memamerkan kemesraan keduanya di hadapan keluarga atau siapapun.


"Adek, selesai makan malam kita bahas untuk ujian besok ya." Titah Nadin.


"Siap Mah." Jawab Netanya mantap.


"Semoga dapat nilai yang memuaskan ya Dek." Ucap Amel.


"Do'ain ya Onty." Pinta Netanya.


"Pastinya dong sayang." Jawab Amel tulus.


"Opa sama Papa juga ya." Pinta Netanya.


"Tentu dong." Jawab Papa dan Opa.


Sekarang memang personil hanya tinggal mereka berlima karena Nathan memilih tinggal terpisah dari keluarganya maupun keluarga Rika. Karena mereka tidak ingin menimbulkan kecemburuan di salah satu pihak.


Setelah makan malam Nadin dan Netanya pun siap membahas pelajaran besok. Sementara Amel, Angga dan Ayah bersantai sejenak di depan televisi menonton acara komedi.


Setelah dirasa cukup Nadin pun meninggalkan Netanya untuk beristirahat. Sepeninggalan Nadin Netanya menyiapkan perlengkapan untuk ujian besok dan membereskan buku-bukunya.


Netanya menonaktifkan ponselnya dan menyimpannya di dalam lemari. Jika ada informasi apapun mengenai sekolahnya Netanya meminta teman atau gurunya untuk memberitabukannya melalu nomer ponsel milik Nadin.


Begitulah kebiasaan anak-anak Nadin. Mereka tak pernah menyembunyikan apapun dari kedua orang tuanya. Semua selalu mereka diskusikan baik suka maupun duka.


Semua bebas berpendapat dan harus mempertanggung jawabkan apapun keputusan yang akan diambil. Karena Nadin tak ingin anak-anaknya salah jalan.

__ADS_1


"Yah, Mas.Joko katanya sakit. Baru saja Mba.Susi mengabari." Ucap Nadin pada Ayah yang sedang asik di taman.


"Masya Allah. Sejak kapan?" Tanya Ayah.


"Baru semalam Yah. Pagi tadi di bawa ke rumah sakit dan perlu di rawat." Jelas Nadin.


"Kita kesana?" Ajak Ayah.


"Ayok Yah. Sebelum adik pulang sekolah. Nad ajak Mas.Angga sama Amel dulu." Pamit Nadin.


"Ya sudah Ayah ganti pakaian dulu." Ucap Ayah.


Ayah pun segera membersikan diri dan berganti pakaian. Nadin segera memberitahukan berita mengenai suami Mba Susi kepada Amel dan Angga. Mereka pun segera bersiap.


Setelah semua siap mereka pun segera menuju rumah sakit. Sebelumnya Nadin menitip pesan kepada Maid jika Netanya pulang untuk beristirahat sejenak sebelum mereka memulai belajar untuk persiapan mata pelajaran selanjutnya.


Sampai di rumah sakit terlihat Mba.Susi tengah duduk di samping ranjang Mas Joko. Dan Mas.Joko terbaring lemah dengan selang infus yang terpasang di tangan kirinya.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Nadin dan yang lainnya begitu masuk ke dalam ruang perawatan Mas.Joko.


"Wa'alaikum salam." Jawab Mba.Susi sementara Mas.Joko tengah tertidur.


"Ayah, Kalian." Ucap Mba.Susi.


"Masih lemes Yah. Kata dokter DBD." Jawab Mba.Susi.


"Ko bisa sakit Mba?" Tanya Amel.


"Beberapa hari belakangan Mas.Joko sibuk dan sering melupakan makan sampai akhirnya badannya drop." Jelas Mba.Susi.


"Ya ampun. Kasian banget sih Mba. Biasa melayani sekarang di layani ya Mba." Ucap Amel.


"Iya Dek. Biarlah sekali-kali. Ya kan Nad."Jawab Mba.Susi.


"Iya Mba. Ga enak melayani terus sesekali perlu juga di layani." Jawab Nadin.


Ayah duduk di kursi samping ranjang Mas.Joko sementara yang lain duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


"Jangan terlalu di forsir Jok tenaganya. Kasihan Susi sedih liat kamu sakit." Ucap Ayah ketika Joko sudah membuka matanya.


"Iya Yah. Kemarin sering mengabaikan makan siang karena merasa tanggung mengerjakan pekerjaan akhirnya malah tidak bisa bekerja dan terbaring disini." Jawab Joko lemah.

__ADS_1


"Kamu itu. Jangan samakan dulu sebelum menikah dengan sekarang." Ucap Ayah.


"Iya Yah. Terima kasih." Jawab Joko.


"Mas.Joko jangan sampai kecolongan lagi." Ucap Angga.


"Iya Dek. Ga enak di infus lebih enak nginfus." Jawab Joko.


"Mas... Mas.. Ada-ada saja." Ucap Nadin.


Setelah cukup lama mereka berbincang akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang. Ayah menawarkan diri untuk menjaga Joko namun Susi melarangnya karena usia Ayah sudah harus banyak beristirahat.


Akhirnya Ayah pun menurut dan ikut pulang bersama dengan yang lainnya. Dengan catatan malam nanti Susi harus mau di gantikan berjaga dengan Angga. Ayah memang sangat menyayangi Joko dan Susi baginya mereka adalah anaknya sama seperti Angga dan Amel.


Sampai di rumah Netanya sudah menunggu mereka dan penasaran dengan keadaan pakdenya.


"Opa, Mama, Onty Pakde kenapa? Sekarang gimana keadaannya? Bude pasti sedih ya." Ucap Netanya tak berjeda.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Nadin mengabaikan pertanyaan putri bungsunya.


"Eh, iya. Wa'alaikum salam." Jawab Netanya tersenyum.


"Jadi gimana Ma?" Tanya Netanya lagi.


"Pakde sakit DBD karena kelelahan. Bude nungguin di sana dan ga mau di gantikan oleh Ayah. Tapi, malam nanti akan di gantikan oleh Papa berjaganya biar Bude yang tidur di rumah." Jelas Nadin panjang lebar.


"Duh, pakde kok bisa sih. Padahal Pakde perawat jadi malah pakde yang di rawat." Ucap Netanya.


"Perawat juga manusia Dek. Jika terus-terusan di forsir tenaganya tanpa istirahat ya pastinya drop juga." Ucap Nadin.


"Hehe.. Gitu ya Mah." Ucap Netanya cengengesan.


"Jangan lupakan jika Mama kalian itu masterny perawat." Ucap Amel pada Netanya.


"Astaga Adek lupa Onty." Ucap Netanya menutup mulutnya.


"Tunggu Mama berganti pakaian kita mulai siapkan belajar untuk pelajar besok." Ucap Nadin sebelum dirinya masuk kedalam kamar.


"Siap Komandan." Jawab Netanya sambil menaikkan tangan kanannya seperti tengah menghormati bendera.


Netanya pun pergi ke kamarnya untuk bersiap belajar bersama dengan Mamanya.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2