Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rencana Fitting


__ADS_3

"Mama.... Mama...Mama...Mama...."


"Hai kesayangan Mama. Udah mandi?" Uajar Nadin sambil memeluk Nayya.


"Sudah dong Ma. Mama belum ya? Hmmm... Mama sama adik bau asam deh."


"Owh! Ya? Mana coba sini Mama cium. Masa sih Mama sama adik bae asam."


"Aaa....." Nayya pun berlari sambil tertawa.


Nadin dan Angga tersenyum melihat tingkah Nayya yang menggemaskan. Nadin menggandeng lengan Angga masuk kedalam rumah. Nayya berlari lebih dulu ke arah Oma dan Opa nya.


"Assalamu'alaikum." Sapa Nadin dan Angga bersamaan.


"Wa'alaikum salam." Jawab Ibu dan Ayah.


Nadin dan Angga pun mencium punggung tangan Ibu dan Ayah bergantian.


"Gimana hari ini aman Nad?" Tanya Ayah khawatir.


"Alhamdulillah Yah aman. Mungkin karena ngga terlalu padet kelasnya jadi bisa nafas dulu."


"Syukurlah. Sudah sana istirahat dulu. Jangan terlalu capek ya."


"Iya Yah. Nad sama Kaka permisi dulu Yah, Bu."


"Iya." Jawab Ibu dan Ayah.


Nayya kembali bermain bersama mba.Sus. Nadin membuka seluruh pakaiannya di kamar mandi tanpa menutup pintu kamar mandi. Angga yang melihatnya langsung mengunci pintu kamar dan menyusul Nadin ke kamar mandi.


Setelah cukup lama mandi Nadin dan Angga pun keluar dari kamar mandi. Nadin mengenakan daster pendek yang memperlihatkan perutnya yang sedikit membuncit. Angga mengelus perut Nadin.


"Kamu makin seksi deh Yang."


"Hmm... Ngerayu lagi nih?"

__ADS_1


"Iiih,,, apaan ga perlu banyak rayuan juga langsung ayo kok."


"Iiih,,, nakal ya."


"Makasih ya Sayang." Ucap Angga sambil memeluk Nadin dan mencium puncak kepala Nadin.


"Terima kasih untuk apa?! Kayanya ga perlu berterima kasih deh."


Drrrttttt..... Bunyi ponsel Nadin di nakas. Nadin segera melihat dan tertera nama Kasih di layar.


"Halo... Kenapa beb?"


"Dimana Lu?"


"Di rumah kenapa emang?"


"Lah, dari tadi gw telfon konga di angkat?"


"Lagi mandi." Angga memeluk Nadin dari belakang.


"Yaelah lama banget Lu mandi gw udah dua jam lebih kali nelfon Lu."


"Sebel gw."


"Wah... Diapain Lu ama Ka.Rian."


"Eh, gi** Lu. Besok jangan lupa ya kita ukur baju. Anak-anak besok pagi ke sini ngumpul di rumah gw aja. Jadi ntar orang butiknya aja yang dateng."


"Emang mau bikin baju buat apaan sih?"


"Nikahan Gw Nadin iiih.... Sebel deh gw."


"Hahahaa.... Iya... Iya deeeuh sensi banget sih Lu. Coba di cek deh jangan-jangan positif lagi kaya gw."


"Coyy... Lu mah klo ngomong ga pake filter deh."

__ADS_1


Angga dan Nadin tersenyum mendengar ucapan Kasih.


"Ya udah besok jam berapa? Emang Lu ga ada ngajar? Gw ada ngajar pagi Non."


"Besok siangan soalnya gw juga ada ngajar dulu dua jam."


"Oke deh. Semua udah di kabarin?"


" Udah ni terakhir Lu. Dari tadi soale baru Lu angkat ni telfon."


"Iya deh Non maaf... Sampai ketemu besok sayang. Muach.."


"Iih Naj** deh Lu Nad. Dah ah bye. "


Nadin menyimpan kembali ponselnya di nakas. Nadin berbalik memeluk Angga.


"Sayang, Ka.Rian udah ngasih tau besok fitting?"


"Udah."


"Ko ga ngasih tau?"


"Kan keburu di telfon Kasih tadi."


"Oke deh. Terus besok bisa?"


"Bisa kan Rian udah ngehubungi Iwan lebih dulu biar jadwalnya pas. Kan Iwannya juga keluar berarti."


"Owh! Iya yah. Terus Nayya gimana?"


"Nanti kita tanya Nayya mau ikut aku apa kamu yah. Biar kita ga ke rumah dulu."


"Oke."


Nadin dan Angga pun keluar dari kamar. Bergabung bersama yang lain bersantai di teras belakang. Amel dan Arif pun terlihat tengah berbincang dengan Ibu dan Ayah. Nayya main bersama Mba.Sus.

__ADS_1


Arif, Ayah, Ibu dan Amel tengah membicarakan masalah pernikahan yanga akan diadakan tiga bulan kedepan. Mereka sepakat akan menggunakan jasa WO teman dari Arif dan Nadin. Seperti saat pernikahan Angga dan Nadin sebelumnya. Kasih dan Rian pun menggunakan jasa WO yang sama.


Tbc...


__ADS_2