Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kena Tipu


__ADS_3

Pagi hari sebelum Amel pergi ke butiknya Amel menyempatkan mampir ke rumah Nina. Karena Amel ingin menanyakan perihal tagihan kain yang datang ke butiknya. Namun saat Amel sampai rumah Nina rumah tampak sepi bagai tak berpenghuni.


"Permisi Mbak, Cari siapa?" Tanya seorang ibu paruh baya.


"Saya mencari teman saya Bu." Jawab Amel sopan.


"Kalo boleh tau siapa namanya? Barangkali ibu kenal." Ucap Ibu tersebut.


"Nina Bu. Pemilik rumah ini. Tapi kayanya rumahnya sepi." Ucap Amel.


"Nina?" Tanya ibu tersebut.


"Iya Bu. Ibu pasti kenal kan?" Tanya Amel.


"Tidak." Jawab Ibu tersebut sedikit bingung.


"Hm... bukannya ibu tinggal di komplek ini?" Tanya Amel.


"Iya. Tapi, setau saya rumah ini sudah lama kosong karena pemiliknya pindah ke kota T. Rencananya memang mau di kontrakan rumahnya. Tapi belum ada yang ngisi." Jelas si Ibu panjang lebar.


Amel di buat terperangah oleh jawaban si Ibu tersebut. Amel ingat betul ini rumah yang selalu dia datangi kala mengantarkan Nina. Tapi memang Amel tak pernah turun dan mampir kedalan kala mengantarkan Nina.


"Mbak nya mau ngontrak disini?" Tawar si Ibu.

__ADS_1


"Hmm... Ngga Bu. Saya mencari teman saya. Dan alamatnya disini bu.


Si Ibu sedikit berfikir dengan jawaban yang Amel beri.


"Kata tetangga juga gitu Mbak. Beberapa minggu yang lalu sering ada mobil berhenti di depan rumah ini terus pergi lagi. Mana katanya mobil mewah lagi." Jelas si Ibu.


Amel di buat semakin heran dengan Ibu itu. Kemudian datang lagi seorang Ibu yang usianya tampak lebih muda dari ibu pertama.


"Ada Apa Bu?" Tanya Ibu yang baru datang.


"Ini Mbaknya nyari temennya terus katanya rumahnya yang ini." Tunjuk si Ibu paruh baya.


"Loh, Mbak yakin ini rumahnya. Soalnya rumah ini sudah lama kosong Mba." Jawab Si ibu tersebut.


"Nina." Ucap Si ibu baru seperti mengingat-ingat.


"Iya Bu. Apa ibu mengenalnya?" Tanya Amel.


"Owh! Itu sih yang ngontrak di kontrakan mertua saya Mba. Di belakang situ." Tunjuk Ibu muda pada gang dekat situ.


"Ibu yakin?"


"Yakin dong Mba. Dia kan ga bayar-bayar uang kos tiga bulan terus sekarang ngilang ga tau kemana." Kesal Ibu muda tersebut.

__ADS_1


Amel menarik nafas dalam dan menunduk. Dan semuanya tak luput dari perhatian ibu paruh baya.


"Kenapa Mba? Kena tipu ya?" Tanya Ibu paruh baya tanpa ragu.


"Sepertinya begitu Bu. Padahal saya sudah kenal lama dengan dia. Tapi, memang saya tidak pernah tau latar belakang dia." Ucap Amel lesu.


"Bukan cuma Mba nya yang kena tipu Mba. Dua hari yang lalu juga ada perempuan seumuran Mba lah. Datang katanya mobilnya di bawa dia." Jelas Ibu muda tersebut.


Amel semakin kaget dibuatnya. Ternyata Nina yang dikenalnya dulu tidak seperti Nina yang sekarang. Amel salah mengartikan kebaikan yang Nina berikan untuknya. Amel meluruh di tanah. Tak peduli lagi bajunya kotor. Amel merenungi apa yang terjadi belakangan kepadanya. Semua perkataan Nina yang membuat dirinya begitu membenci kakak Iparnya Nadin.


Bulir bening pun tak kuasa keluar dan membasahi pipinya. Membuat kedua ibu-ibu komplek itu merasa cemas.


"Mba, mari di rumah saya saja Mba. Jangan disini." Ajak Ibu muda.


"Iya Mba. Ga enak di banyak yang lihat." Tambah Ibu paruh baya.


Amel tak mempedulikannya. Kali ini Amel benar-benar menumpahkan segalanya dengan tangisannya. Kedua Ibu komplek membantu mengangkat tubuh Amel dan memapah menuju rumah si Ibu muda.


"Minumlah Mba." Ucap Ibu muda sambil menyodorkan gelas berisi air minum.


Amel pun menerimanya dan meminumnya hingga habis setengah. Amel masih terisak. Tak tau apa yang mau dia katakan pada suaminya. Sekarang mobil kesayangannya saja sudah raib di jual.


Sampai disini dulu ya semuanya. Maaf telat Up 🙏🙏. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏🙏🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2