
Malam hari Sahabat-sahabat dari Nadin dan Angga datang mengunjungi Nadin. Sementara Arif pulang terlebih dahulu karena sejak pagi belum pulang. Arif harus mengecek anak-anaknya.
"Kenapa bisa sampe ngedrop Nad?" Tanya Santi.
"Mungkin Allah mau Gw istirahat kali ya." Ucap Nadin.
"Makanya Lu itu berhenti kerja buat nyenengin diri bukan malah sibuk ini itu Nad." Cerocos Kasih.
"Iya Bu." Ucap Nadin menundukan kepalanya hormat.
"Maaf ya jadi ngerepotin kalian nih." Ucap Nadin kembali.
"Santai aja Nad. Kita ga di repotin kok. Kan Lu juga ga minta kita gendong." Ucap Dina.
Sementara para istri menemani Nadin di dalam. Para suami memilih untuk meminum kopi di cafe dekat rumah sakit. Para Suami membiarkan para istrinya mengoceh tak kesana kemari.
Mereka para suami pun berbincang ngalor ngidul. Tak lupa juga mereka membicarakan bisnis mereka di sela obrolannya.
Sementara di ruang perawatan Nadin para wanita berselfi ria dengan berbagai gaya. Walaupun Nadin hanya diam di tempat tidur dengan selang infus yang terpasang.
__ADS_1
"Iih, sebel deh Gw sama Lu Nad." Oceh Nurul.
"Dih, sebel kenapa? Kalian yang aneh. Gw sakit malah pada ngajakin foto." Cerocos Nadin.
"Ya itu makanya Gw sebel sama Lu. Lu itu sakit aja kece begini coba." Ucap Nurul sambil menunjukan hasil fotonya pada yang lain. Dan sontak saja membuat yang lain pun tertawa.
"Sementara orang lomba-lomba pilih skin care terbaik dari dokter. Si Nadin mah dari lahir udah tanam skin care deh kayanya." Ucap Santi di iringi tawanya.
"Kalian yang baru kenal aja irinya ga ketulungan. Coba bayangkan jadi Gw yang udah kenal dia sari orok." Ucap Kasih. Membuat tawa yang lain pun pecah.
"Setiap Gw ajakin dia ke salon terus dia dengan santainya bilang ngapain ke salon mau buang duit Lu." Oceh Kasih lagi.
"Dia mah enak ya. Kenal perawatan baru-baru ini aja terus langsung dapet yang guile apik tenan. Dah tambah kinclong dong dia. Gimana Ka.Angga makin lengket coba sama dia." Ucap Dina panjang kali lebar.
"Yaelah. Kalian juga kan sama perawatan sama Gw. Kenapa pada ngomel sih." Jawab Nadin.
"Yaelah Nad. Coba Lu liat kita semua dari atas ampe bawah ya. Ga ada kan yang kinclong melebihi Lu yang baru kena perawatan beberapa kali aja." Ucap Nurul.
"Ya itu mah nasib kali Nur." Celetuk Nadin.
__ADS_1
"Si alan Lu Nad. Emak Lu ngidam apaan sih ampe punya anak cantik-cantik kaya Lu ama adek Lu?!" Ucap Nurul lagi.
Setelah perdebatan unfaedah yang cukup alot di antara para wanita itu. Para Pria pun datang ke ruangan Nadin dan mengajak bidadari-bidadari mereka untuk pulang. Karena Nadin harus istirahat.
Dan terjadilah drama perpisahan di antara para wanita tersebut yang membuat para Pria menggelengkan kepala mereka. Dan akhirnya mereka bisa di pisahkan dan di ajak pulang oleh Prianya masing-masing.
Sementara di ruang perawatan Nadin tinggal menyisakan Nadin dan Angga yang saling bercengkrama bersama. Di tempat parkir terjadi drama lagi di antara para Wanita yang akan masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Dan semua itu membuat pasangan masing-masing merasa kesal.
"Istirahat ya sayang. Kamu pasti lelah kan menghadapi mereka tadi." Ucap Angga seraya mengusap kepala Nadin lembut.
"Ngga apa-apa Yang. Sini bobok samping Nad." Ucao Nadin sambil menepuk tempat tidurnya dan Nadin sedikit menggeser tidurnya.
"Mas tidur di sofa aja Yang. Kasian nanti Kamu ga nyaman lagi." Ucap Angga khawatir. Walaupun tak di pungkiri oleh nya yang ingin tidur dengan memeluk sang istri.
"Nad, mau di peluk Yang." Ucap Nadin seolah mengerti apa yang suaminya inginkan.
Angga pun segera naik ke atas tempat tidur Nadin. Angga merentangkan tangannya untuk di jadikan bantalan oleh Nadin. Dan tangan satunya lagi memeluk Nadin.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan Lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏
__ADS_1