Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Netanya Bagaskara


__ADS_3

Di setiap malam Nadin selalu menangis meratapi kisahnya. Mba.Sus selalu terbangun dan berusaha menguatkan Nadin. Entah apa yang akan terjadi pada Nadin dan anak-anaknya jika tak ada Mba.Sus yang ikut bersama mereka.


Hari ini tepat satu minggu Nadin keluar dari kediaman Bagaskara. Nadin pun sudah mulai memasrahkan diri tentang Nasibnya. Selama satu minggu ini Nadin hanya mengandalkan uang tabungan yang dia punya. Hidup sehemat mungkin.


Sementara dikediaman Bagaskara Angga mulai tersadar dari shoknya. Mulai mencari dimana istri dan anak-anaknya. Semua urusan hotel di Kota Jk di tangani oleh Ayah. Dengan sangat terpaksa Ayah meninggalkan keluarganya demi mengurus hotelnya.


Amel sampai seminggu ini belum bisa berkata apa-apa. Bahkan untuk mengurus dirinya sendiri pun harus dibantu orang lain. Semua sahabat pun terus mencari dimana Nadin.


Iwan sahabat sekaligus asisten pribadi Angga mengurus hotel pusat selama Angga tak masuk kerja. Sementara Arif tetap mengurus cabang tempat biasa dia bekerja.


"Mama..." Panggil Refa pada Amel.


Amel hanya menatap anaknya dalam diam dan Amel akan menitikan air mata kala melihat kedua anaknya. Karena Nadin selalu memperhatikan kedua anaknya. Amel menyesali segala perilakunya. Dan Amel merasa paling bersalah atas kepergian Nadin.

__ADS_1


"Neng.Refa ikut sama Mba yuk." Ajak Mba.Sus kala Refa ingin mendekati Mamanya.


Refa dan Rafa di bawah asuhan Mba.Susnya kadang kala keduanya di bawa oleh orang tua Arif atau salah satu kakaknya Arif. Karena Mba.Sus juga harua menjaga Amel. Ibu yang tak pernah mau pergi keluar rumah bahkan Ibu tak mau menemui siapapun.


Mama dan Bapak masih terus mencari Nadin lewat saudara-saudara Mama dan Bapak. Begitu pun Indah dan juga Doni. Semua terus mencari Nadin dan anak-anaknya.


Sementara di kontrakan Nadin. Nadin tengah mengobrol bersama Mba.Sus mengenai rencana Nadin menyekolahkan Nayya di taman kanak-kanak terdekat dengan kontrakan mereka.


"Apa ngga sebaiknya Neng.Nayya tetap sekolah di sekolahnya saja Bu?" Usul Mba.Sus.


"Baiklah. Saya ini ikut Ibu saja. Mungkin itu lebih baik dari pada Neng.Nayya ngga sekolah Bu."


Sesuai dengan kesepakatan keduanya Nadin pun memasukan Nayya ke sekolah dekat dengan kontrakan mereka. Nayya pun merasa senang hari pertama masuk sekolah. Banyak teman yang bisa Nayya ajak bermain.

__ADS_1


Sampai di kontrakan Nayya menceritakan tentang sekolah barunya lada Nathan. Walaupun Nathan belum begitu mengerti tentang sekolah namun Nathan terlihat antusias dengan cerita Nayya.


"Bu, Baby girl mau di beri nama siapa? Biar kita bikin syukuran kecil-kecilan untuk tetangga dekat saja."


"Minggu depan saja Mba kita adain akikahan. Untuk nama saya sudah menyiapkannya bersama Mas.Angga. Jika lahir perempuan kita akan memberikan nama Netanya Bagaskara."


"Wah, namanya bagus Bu. Kalo begitu saya carikan jasa akikahan dekat sini ya Bu?" Tawar Mba.Sus antusias.


"Boleh Mba. Makasih ya." Ucal Nadin.


"Ngga perlu berterima kasih Bu. Sekarang kita saling bantu membantu saja. Kita hanya berdua disini." Ucap Mba.Sus. Nadin pun menghambur kedalam pelukan Mba.Sus merasa tersentuh hatinya dan meluapkan segalanya.


"Mama," Ucap Nayya dan Nathan bersamaan ketika melihat Mamanya menangis dalam pelukan Mba.Sus.

__ADS_1


Sampai disini dulu. Author usahakan ya Up tiap hari. Dukung terus author ya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2