Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pamit


__ADS_3

Keesokan pagi Indah dan Doni sudah bersiap untuk tugas di rumah sakit. Nadin masih bercengkrama bersama kedua orang tuanya.


"Teteh, yakin pulang siang ini?" Tanya Bapak.


"Iya Pak. Kasihan anak-anak di tinggal terlalu lama. Kasihan juga Ayah nanti kerepotan." Jawab Nadin.


"Semoga cepet selesai ya Teh. Biar bisa kumpul lagi seperti dulu." Ucap Mamah.


"Amin." Jawab Nadin dan Bapak.


"Bik, Nanti tolong siapkan makan siang untuk Nadin bawa ya Bi." Pinta Nadin pada Bik.Nina.


"Iya Buk." Jawab Bibik.


"Owh! Iya Bik. Nanti Bibik sama Pa.Ujang juga sekalian bawa ya." Titah Nadin.


"Baik Buk." Jawab Bik.Nina lagi.


"Salam buat keluarga semua ya Teh. Mamah pengen deh ikut kesana." Ucap Mamah.


" Iya Mah. Nadin juga senang kalo Mamah bisa ikut ke sana. Tapi, biarlah dulu seperti ini Mah." Ucap Nadin.


"Nadin ke dalam dulu Mah, Pak. Bersiap-siap." Pamit Nadin.


"Iya. Istirahat lah sejenak Nak." Ucap Bapak.


Dan Nadin hanya menjawabnya dengan senyuman. Nadin masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap.


Drrrtt...Drrrtt...


Bunyi suara ponsel Nadin.


📱 Assalamu'alaikum Mas. (Nadin)


📱 Wa'alaikum salam.. Kamu sudah bersiap pulang sayang? (Angga)


📱Iya Mas. Ini lagi siap-siap. (Nadin)


📱Nanti jadi ke kantor Mas dulu kan? (Angga)

__ADS_1


📱Iya Mas. Mas mau di bawakan apa? (Nadin)


📱Mas mau kamu aja sayang (Angga)


📱Ih,, gombal. Sudah Nad matikan dulu telfonnya ya. Nad bersiap dulu. Sebentar Nad kesana oke. (Nadin)


📱Baiklah. Mas tunggu sayang.


Panggilan pun terputus. Nadin kembali berkemas. Setelah di rasa cukup Nadin segera bersiap merapihkan diri. Setelah siap Nadin segera turun menemui kedua orang tuanya untuk berpamitan.


"Pak, Mah. Teteh pamit dulu ya." Pamit Nadin pasa Bapak dan Mamah.


"Iya sayang. Hati-hati ya." Ucap Mamah.


"Jaga kesehatan Nak." Ucap Bapak.


"Iya Pak, Mah. Teteh akan selalu mengingat pesan Bapak dan Mamah." Ucap Nadin.


Kemudian Nadin mencium punggung tangan Bapak dan Mamah bergantian. Setelah itu meminta Bik.Nina untuk membawakan perlengkapannya. Bapak dan Mamah pun mengantarkan Nadin, Bik.Nina dan Pak.Ujang sampai ke depan.


"Hati-hati Pak.Ujang. Jangan ngebut bawa mobilnya." Pesan Bapak.


Pak.Ujang pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari halaman rumah orang tua Nadin.


"Pak, nanti Nadin di turunkan di hotel Bapak saja ya. Nanti kalian ke rumah saja dulu. Jangan bersih-bersih terlalu dulu ya. Asal nyaman untuk kalian saja." Titah Nadin.


"Baik Buk." Jawab Pak.Ujang dan Bik.Nina.


Tak terasa Nadin pun telah sampai di halaman hotel suaminya.


"Sudah sampai Buk." Ucap Bik.Nina.


"Iya Bik. Terima kasih ya. Mana bekal yang saya minta Bik." Pinta Nadin.


"Owh! Iya. Ini Buk." Ucap Bik.Nina menyodorkan bekal makan yang sudah di siapkannya tadi.


"Kalian hati-hati ya." Pesan Nadin.


"Baik Buk." Jawab Pak.Ujang dan Bik.Nina.

__ADS_1


Nadin pun keluar dari mobilnya menuju lobi hotel. Mobil yang du kendarai Pak.Ujang pun melaju menuju rumah Angga dan Nadin. Saat Nadin masuk satpam di depan membungkukkan kepalanya tanda hormat karena sudah mengetahui siapa Nadin. Dan Nadin pun berlalu langsung menuju lift khusus direktur.


Namun, tiba-tiba saja seorang Resepsionis menghentikannya.


"Maaf Bu. Ada yang bisa saya bantu? Lift pengunjung bukan uang ini Bu. Tapi yang sebelah sana." Tunjuk resepsionis tersebut.


Nadin hanya tersenyum menjawabnya. Sambil tetap memecet tombol lift.


"Maaf Bu. Sebaiknya Anda punya kesopanan ya." Ucap Resepsionis itu geram.


"Maaf. Anda baru ya?" Tanya Nadin lembut.


"Kenapa Ibu malah balik nanya saya. Siapa yang ingin ibu temui? Ibu sudah buat janji?" Tanya Resepsionis itu lagi.


Nadin tak menjawab lagi. Nadin lalu berlalu dan duduk di sofa yang terdapat di lobi. Resepsionis itu pun merasa jengah dengan sikap Nadin. Nadin mengeluarkan ponselnya dari tasnya.


📱Halo sayang (Angga)


📱Jemput dong (Nadin)


📱Loh, dimana? (Angga)


📱Lobi (Nadin)


📱Lobi!(Angga)


📱Iya. (Nadin)


Kemudian Nadin pun menutup panggilannya dan menyimpan ponselnya kembali. Nadin kemudian duduk manis tanpa pergerakan. Resepsionis itu pun masih diam berjaga takut-takut Nadin kembali menuju lift khusus.


Tak butuh waktu lama pintu lift pun terbuka dan muncullah sosok Angga. Sosok Angga yang di kagumi oleh Resepsionis yang tengah mencegah Nadin naik ke atas. Angga berjalan menuju resepsionis itu. Namun, ternyata Angga bukan menghampirinya melainkan menghampiri Nadin.


Angga merentangkan tangannya. Dan betapa terkejutnya resepsionis itu melihat tingkah Angga.


"Hah! Apa ga salah Pak.Angga mau meluk Gw." Batin Resepsionis tersebut.


Tapi, tanpa di duga Nadin menghambur kedalam pelukan Angga dan Angga mendaratkan kecupan di semua bagian wajah Nadin. Dan betapa terkejutnya Resepsionis tersebut melihat tingkah keduanya.


Tanpa menghiraukan resepsionis tersebut Angga dan Nadin pun berlalu masuk ke dalam lift. Dan menyisakan resepsionis yang sedang bengong tak yakin dengan apa yang telah dia lihat.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2