Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Perawat Senior


__ADS_3

Pagi hari Nadin dan Angga sudah bangun. Setelah menunaikan kewajibannya mereka berdua memutuskan untuk mencari sarapan di luar hotel. Sambil jalan-jalan santai pagi hari Nadin dan Angga sambil mencari-cari pedagang makanan di pagi hari. Mereka belum sempat terfikir akan makan apa.


"Sayang mau makan bubur?" Tanya Angga ketika melihat ada gerobak penjual bubur.


"Hmm.. Boleh sayang." Jawab Nadin.


Mereka pun sarapan bubur. Setelah bubur mereka habis Nadin dan Angga memutuskan untuk kembali ke hotel. Mereka berjalan kaki dengan saling bergandengan tangan. Nadin tak pernah melepaskan genggaman tangannya.


"Sayang. Nanti siang kita tengok rumah dulu ya. Jam makan siang saja nanti sekalian makan siang di luar." Ajak Angga.


"Iya Mas. Rencananya kemarin Nad akan ke rumah bersama pa.ujang dan bik.Nina. Tapi Mas meminta Nad menginap jadi hanya mereka berdua yang ke rumah sebelum mereka kembali ke kota Yk." Jelas Nadin.


"Maaf ya sayang. Kamu jadi harus menemani Mas bekerja." Ucap Angga.


"Ngga apa-apa Mas. Asal besok kita pulang ya. Nad sudah kangen sama anak-anak." Jawab Nadin.


"Pasti sayang. Akhir minggu ini kita pasti pulang." Jawab Angga.


Tak terasa mereka telah sampai di hotel. Mereka pun langsung menuju lift untuk langsung menuju kamar mereka. Sesampainya di kamar Angga terlebih dahulu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Nadin menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Angga.


Setelah Angga keluar kini giliran Nadin yang membersihkan dirinya. Tak membutuhkan waktu lama Nadin keluar dari kamar mandi. Dan di dapati Angga telah siap dengan baju kerjanya.


"Sudah mau berangkat Mas?" Tanya Nadin.


"Iya sayang. Kamu ga apa-apa kan Mas tinggal sendiri?" Tanya Angga.


"Iya Mas. Nad ga apa-apa ko. Mas pergi aja. Nanti pas jam makan siang Nad ke sana." Ucap Nadin.


Angga pun berpamitan untuk ke kantor terlebih dahulu. Setibanya di kantor Angga melihat Firman yang sudah berada di ruangannya. Angga menghampiri Firman terlebih dahulu untuk menanyakan jadwalnya terlebih dahulu.


"Man. Ke ruangan saya ya." Titah Angga.


"Siap." Jawab Firman. Kemudian Firman membereskan pekerjaannya sebentar dan menuju ruangan Angga.

__ADS_1


Di dalam ruangan Angga. Firman membuka tabletnya untuk memberitahukan Angga apa saja jadwalnya hari ini. Setelah Firman memberitahukan jadwalnya Angga sedikit lega. Dirinya bisa pergi ke rumah saat makan siang nanti.


"Besok lusa kosongkan jadwal saya ya Man. Saya mau pulang dulu." Titah Angga.


"Baik Pak." Jawab Firman formal karena ini jam kerja.


Firman pun kembali ke ruangannya. Angga menyiapkan berkas untuk rapat pagi ini. Sementara Nadin di kamar tak tau apa yang akan dia lakukan. Nadin yang tak biasa hanya berdiam diri saja akhirnya memutuskan keluar dari kamar dan berkeliling di seputaran hotel.


Nadin turun menggunakan lift umum. Saat keluar dari lift dia bertemu seseorang yang mengenalinya di lobi. Orang tersebut tengah memesan kamar untuk dirinya. Saat Nadin mendekat ke arahnya Orang tersebut pun menyapa Nadin.


"Bu.Nadin." Sapa orang tersebut.


Nadin pun menoleh kearah suara yang menanggilnya.


"Iya. Siapa ya?" Tanya Nadin.


"Saya Nadia Bu. Dari Rumah sakit C." Jawab Orang tersebut.


"Owh! Maaf saya melupakan Anda." Jawab Nadin sopan.


"Tidak begitu juga Bu. Ada juga yang tak mengenali siapa saya." Ucap Nadin melirik ke arah Resepsionis.


Resepsionis yang pernah salah sangka kepada Nadin pun gelagapan mendengarnya. Dirinya tak menyangka sebegitu terkenalnya istri Bosnya. Bahkan bukan hanya orang kantor yang mengenalinya.


"Anda menginap disini Bu?" Tanya Nadia.


"Kebetulan iya." Jawab Nadin.


"Wah, kebetulan." Ucap Nadia.


"Hmm... Bu, apakah Anda tidak keberatan jika saya meminta bantuan Anda?" Ucap Nadia sungkan.


"Jika saya bisa membantu pasti saya bantu. Mari kita duduk terlebih dahulu." Ajak Nadin.

__ADS_1


Kini keduanya duduk di sofa lobi. Nadia menceritakan apa yang sedang di alaminya. Nadin mendengarkan dengan seksama. Dan interaksi keduanya tak luput dari pandangan Resepsionis.


"Bu.Nadin baik sekali ya. Dulu dia bekerja dimana?" Tanya Resepsionis 1.


"Kamu ga tau? Dia seorang perawat senior. Gelarnya saja sudah melebihi nama dia sendiri." Jelas Resepsionis 2.


"Serius? Semuda itu?" Tanya Resepsionis 1.


"Mana mungkin aku becanda. Dulu awal pernikahan dengan Pak Bos banyak sekali mahasiswa yang menemui Ibu untuk konseling." Jawab Resepsionis 2.


Kini pandangan mereka tertuju kepada Nadin dan tamu mereka. Terlihat Nadia sudah terisak.


"Kamu punya file lengkapnya?" Tanya Nadin.


"Ada Bu." Jawab Nadia.


"Boleh saya melihatnya?" Pinta Nadin.


"Boleh Bu." Nadia pun mengeluarkan apa yang di perlukan Nadin.


Kemudian keduanya berdiskusi kembali dengan sangat serius. Kemudian Nadin menjelaskan dengan sangat tenang dan santai seolah tak terjadi apa-apa. Padahal Nadia sudah sangat kewalahan dengan apa yang dialaminya.


Setelah cukup memakan waktu yang lumayan lama. Akhirnya Nadin bisa menyelesaikan masalah Nadia. Nadia sangat bersyukur. Tak henti dirinya berterima kasih kepada Nadin dan memeluk Nadin.


"Jangan sungkan. Jika saya bisa saya pasti membantu.". Ucap Nadin.


"Saya permisi dulu. Siang ini saya ada janji dengan suami saya. Saya akan bersiap terlebih dahulu." Pamit Nadin.


"Baiklah Bu. Saya pun akan masuk ke kamar yang sudah saya pesan. Terima kasih sekali lagi saya ucapkan." Ucap Nadia.


Nadin dan Nadia pun memasuki lift bersamaan dengan tujuan kamar dan lantai yang berbeda. Nadin yang berencana akan hotel tour malah memecahkan masalah Nadia. Tapi, dirinya sangat bersyukur bisa melakukannya. Semoga Nadia bisa melewati masalahnya.


**Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Stay save Riders. Jangan lupa 3M**.


__ADS_2