
Minggu ini seperti janji Nadin pada Nayya mereka semua akan pergi kerumah Aki dan Nenek. Nayya dan Nathan sudah kangen sama Aki dan Nenek. Dan Neta belum pernah bertemu dengan Nenek dan Aki.
Mereka semua pergi tanpa Mba.Sus. Karena Nadin meras kasihan kepada Mba.Sus yang beberapa waktu belakangan belum pernah libur karena terus menemaninya.
Nayya dan Nathan terlihat senang karena akan bertemu dengan Aaki dan Nenek. Keduanya terus berceloteh bertanya ini dan itu. Nadin pun dengan lembut menjawab setiap pertanyaan anak-anaknya.
Sampai di halaman rumah Aki. Aki dan Nenek sudah menyambut mereka di teras samping rumah. Nayya dan Nathan pun menyembul dari jendela mobil.
"Aki... Nenek..." Teriak keduanya.
"Aduh-aduh cucu-cucu Aki. Hati-hati sayang." Pesan Aki.
Keduanya pun masuk kembali kedalam mobil. Setelah mobil terparkir dengan baik keduanya turun dan berlari menghambur kepada Aki dan Nenek.
"Assalamu'alaikum Aki Nenek." Ucap keduanya.
Aki dan Nenek pun memeluk satu persatu cucu-cucunya. Di susul Nadin dengan menggendong Neta dan Angga yang merangkul Nadin. Keduanya mencium punggung tangan Mama dan Bapak.
Mama begitu terharu melihat Neta. Cucu mereka yang tiba-tiba sudah begitu menggemaskan dalam gendongan Nadin. Dulu yang selalu Nadin bawa-bawa dalam perutnya sekarang sudah berada dalam gendongannya.
"Waah... Cucu Nenek cantiknya." Ucap Nenek seraya mengambil alih Neta dari gendongan Nadin.
__ADS_1
"Tantik kaya Kaka Nek." Ucap Nathan.
"Iya sayang." Jawab Nenek mengusap lembut kepala Nathan.
"Ayo Cucu-cucu Aki kita masuk kedalam. Di luar panas. Kasian kalian kepanasan." Ajak Aki membawa Nayya dan Nathan masuk.
Semua pun masuk kedalam. Di ruang keluarga sudah di siapkan cemilan untuk cucu-cucunya. Berbagai macam coklat, permen dan snack lainnya.
"Bagaimana mereka ga selalu kangen kesini coba. Makanannya segini banyaknya." Celetuk Nadin.
"Kamu ini ngiri aja Teh. Kan Teteh juga bisa makan." Jawab Mama.
"Indah piket Mah?" Tanya Nadin.
"Acara apa?"
"Sunatan anaknya. Jadi lagi pada ngumpul gitu disana." Jelas Mama.
"Loh, Mama sama Bapak kesana dong?"
"Udah kemarin sore sekalian nganterin camelia." Jawab Mama lagi.
__ADS_1
"Ga ketemu dong anak-anak sama Camel ya." Keluh Nadin.
"Iya Teh. Indah juga bilang gitu. Minta maaf ga bisa kumpul katanya." Ujar Bapak.
"Iya Pak ga apa-apa. Lebih kasian lagi keluarga disana. Kalo mereka ga kumpul. Siapa lagi." Jawab Nadin.
"Anak-anak juga mendadak ingin ke sini Pak." Tambah Angga menjelaskan.
Mereka semua bercengkrama bersama di ruang keluarga. Mama terus menggendong Neta sampai tangisan Neta pecah karena kehausan. Nadin pun mengambil alih dan pergi ke kamar untuk mengASIhi Neta.
Setelah perutnya dirasa penuh Neta pun melepaskan hisapan ASInya. Namun matanya masih tampak terbuka dengan lebar.
"Adek masih mau main ya sama Aki sama Nenek?" Tanya Nadin pada Anaknya. Yang hanya di jawab dengan tatapan Neta yang menggemaskan.
Nadin pun membawa Neta kembali untuk ikut berkumpul lagi bersama yang lain. Neta terus bergerak di gendongan Nadin. Neta begitu antusias melihat kedua kakaknya yang tengah asik bermain bersama Aki dan Nenek.
"Kaka, Mas. Lihat deh Adek juga mau main sama kalian." Ucap Nadin.
"Aki, ayo dendong adek." Celoteh Nathan.
"Siap Bos." Jawab Aki lalu bangun untuk menggendong Neta.
__ADS_1
Tbc...