Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Rumah Yang Sangat Sederhana


__ADS_3

"Bayinya cantik Bu." Puji Mba.Sus.


"Mba, saya minta tolong urus administrasinya ya." Titah Nadin sambil menyodorkan sebuah kartu.


"Baik Bu." Jawab Mba.Sus dan langsung berlalu keluar.


Nayya dan Nathan betah berlama-lama melihat adik kecilnya.


"Mas, harus sayang ya sama adik. Seperti Kaka sayang sama Mas dan Mas sayang sama Kaka." Ucap Nayya dan itu membuat hati Nadin menghangat.


"Sepelti Sayang Mama dan Papa juga." Ucap Nathan. Dan Nadin pun meneteskan air matanya. Nayya memeluk Nathan erat.


"Mama ga di peluk nih." Ucap Nadin.


Nayya dan Nathan pun menoleh ke arah suara. Mereka berdua berhampur dan naik ke atas tempat tidur kiri dan kanan Nadin. Mereka bertiga saling berpelukan.


"Kaka sayang Mama." Bisik Nayya.


"Mas juga sayang Mama." Bisik Nathan.


"Mama juga sayang kalian." Jawab Nadin.


Nadin mencium kening anak-anak nya satu persatu. Saat Nadin tengah memeluk kedua anaknya. Seolah mengerti dan tak mau diabaikan baby Girl pun nangis sangat kencang. Dengan sedikit menahan rasa sakitnya Nadin bangun darj tempat tidur dan mendekati boks bayinya.

__ADS_1


"Duuuh,,, sayang. Sini Mama gendong. Mau di peluk juga ya sama Kaka sama Mas." Nadin menggendong bayi mungilnya. Nadin mendekatkan Baby girl kepada Nayya dan Nathan. Keduanya saling bergantian mencium pipi gembul adiknya.


Mba.Sus yang baru saja datang menyelesaikan administrasi merasa terharu melihat kedekatan ibu dan anak-anaknya.


"Bu, administrasinya sudah beres. Sekarang kita sudah bisa pulang."


Mba.Sus membereskan perlengkapan Nadin dan baby Girl. Setelah dirasa semuanya beres Nadin menggendong bayinya dengan satu tangan. Satu tangan lagi menggandeng Nathan dan Nayya yang saling bergandengan lalu berjalan keluar. Mba.Sus berjalan di belakang mereka dengan membawa semua perlengkapan.


Sampai di tempat parkir Mba.Sus membukakan pintu belakang untuk Nadin masuk. Di susul Nathan duduk di belakang bersama dengan Nadin dan Baby girl. Sementara Nayya duduk di samping kemudi dan Mba.Sus duduk di belakang kemudi.


Mba.Sus menjalankan mobil Nadin dengan kecepatan sedang menuju rumah kontrakan yang sudah Nadin persiapkan sebelumnya. Sampai di halaman sebuah rumah yang sangat sederhana Mba.Sus merasa takjub. Nadin bisa menemukan rumah sesejuk ini.


Nadin keluar dari mobil dibantu Mba.Sus. Nayya membantu Nathan turun. Sebelum masuk mereka pun menurunkan barang-barang yang mereka bawa dari kediaman Bagaskara. Mba.Sus membawa satu persatu koper-koper milik Nadin dan anak-anak juga miliknya.


"Kita tinggal di sini Ma?" Tanya Nayya.


"Sementara iya. Kaka sama Mas tidak keberatan kan?"


"Ngga Mah. Kaka senang ko. Iya kan Mas?" Jawan Nayya dan kembali bertanya pada Nathan meminta persetujuan.


"Iya. Mas juga senang ko Ma." Jawab Nathan.


"Alhamdulillah. Maafin Mama ya. Rumahnya ga sebagus rumah Oma dan Opa."

__ADS_1


"Nayya suka ko Mah rumahnya." Jawab Nayya membesarkan hati Mamanya.


"Terima kasih Nak. Ya sudah dekarang kalian bersih-bersih. Mama pesankan makanan yah. Nanti kita makan bersama."


"Iya Mah." Jawab keduanya kompak.


Nadin meletakkan bayinya di ranjang setelah itu membantu Mba.Sus menata baju-baju dan barang lainnya sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.


"Mba, terima kasih ya."


"Tidak perlu berterima kasih Bu. Mba senang bisa membantu Ibu."


"Mba, Panggil Nadin saja ya. Sudah dari dulu Nad bilang tak perlu memanggil Nad dengan sebutan Ibu."


"Saya tidak enak Bu. Sudahlah biarkan saja seperti ini. Bapak sudah di kabari?" Tanya Mba.Sus dan itu membuat raut wajah Nadin kembali sendu.


"Maafkan pertanyaan Mba. Sudahlah tak perlu di jawab lagi. Sebaiknya sekarang Ibu bersih-bersih sebentar lagi makanan kita datang.


Nadin pun mengangguk dan memasuki kamar mandi untuk bersih-bersih. Karena di klinik tadi Nadin tidak sempat membersihkan diri setelah melahirkan bayinya.


Tak lama pesanan makanan mereka datang. Mba.Sus membawanya dan menatanya di atas meja makan dengan peralatan makan seadanya.


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2