Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Dijemput Angga


__ADS_3

Iwan mendekati Nayya. Menggendong dan memangku Nayya duduk di sofa.


"Anak cantik, sekarang udah punya mama yah?"


"Iya Om. Mama cantik deh tapi mama ga bolehin bobo sama Nayya Om sama papa."


"Owh! Ya. Terus mama bobonya sama siapa?" Tanya Iwan sambil melirik Angga.


"Mama bobo sama tante Kasih Om."


"Kenapa ga bobo sama papa?"


"Ga boleh sama Oma sama Opa."


"Mamanya tinggal di rumah sendiri Om."


"Cantik main lagi ya sama mbak."


Mbanya Nayya hanya tersenyum-senyum mendengar percakapan. Kali ini Angga yang salah tingkah di dekati Iwan.


"Lu hutang penjelasan bro." Ucap Iwan pada Angga.


Angga hanya memberi kode tangan. Karena memang hubungannya dengan Nadin belum banyak yang tau. Namun Nayya selalu mengatakan pada siapapun kalo dirinya sudah punya mama.


Angga meminta mba membelikan makan siang untuknya dan juga Nayya. Tak lupa untuknya juga. Angga makan siang bersama putrinya. Nayya lagi-lagi selalu menanyakan Nadin. Angga selalu memberikan pengertian pada Nayya karena Nadin belum saatnya pulang.


Sore hari Angga dan Nayya pulang dari kantor menuju kampus tempat Nadin mengajar. Karena Nadin belum keluar kelas Angga memilih keluar dan menemui Aldo. Nayya nenunggu di mobil bersama mba karena tertidur.


"Bu.Nad."


"Ya bu.Sri."


"Mau kemana?"


"Ke yayasan nganterin laporan."


"Boleh ikut ngga?"


"Boleh aja. Bu.Sri mau nganterin laporan juga?"


"Eh, ngga ikut aja."

__ADS_1


Nadin pun tak ambil pusing dan membiarkan Sri ikut bersama dia. Sri terus bertanya kenapa Nadin sering datang ke Yayasan. Walaupun Nadin sudah menjelaskan perkara kenapa dirinya sering datang ke Yayasan.


"Saya tau bu.Sri Pa.Aldo suaminya bu.Santi mana mungkin saya ada main sama Pa.Aldo. Dan lagi pula terkasang saya pergi bersama bu.Santi ke ruangan Pa.Aldo."


Walaupun sebenarnya tujuan Sri bukan untuk menanyakan itu. Pertanyaan itu hanya sebuah basa-basi saja.


Tok...Tok... "Masuk". Nadin dan Sri pun masuk kedalam setelah di persilahkan. Pandangan Nadin langsung tertuju pada Aldo tak sedikitpun curiga ada Angga di dalamnya. Namun Sri langsung mengedarkan pandangan mencari sosok Angga yang merupakan tujuan utama Sri ikut dengan Nadin.


"Eh, Pa.Angga."


Sontak Nadin langsung menoleh pada Angga. Angga melihat kejanggalan dari Sri.


"Sayang, sudah selesai mengajar?" Tanya Angga pada Nadin.


Nadin hanya mengangguk melongo melihat tingkah Sri. Sri tersipu salah faham. Karena Sri mengira Angga bertanya padanya. Aldo tersenyum. Angga pun mendekati Nadin menghindari kesalah fahamannya.


Angga menjulurkan tangannya pada Nadin dan Nadin menyambutnya dan mencium punggung tangan Angga. Sri bengong melihatnya.


"Kalian?!"


"Owh! Ya bu.Nad bagaimana laporannya?"


"Eh, iya maaf Pa. Ini Pa laporannya. Minggu depan Bapa di tunggu untuk Rapat bersama jajaran direksi lainnya."


"Belum di sepakati Pa. Karena dari pihak penyelenggara menginginkan dilaksanakan di rumah makan tapi pihak rumah sakit menginginkan di gedung pertemuan rumah sakit."


"Baiklah saya tunggu keputusannya ya."


"Baik Pa."


"Bu.Sri ada yang bisa saya bantu?"


Sri pun gelagapan mendengar pertanyaan Aldo. Karena niat dan tujuannya datang ke kantor adalah untuk menemui Angga.


"Maaf permisi Pa.Aldo apakah calon istri saya sudah selesai dengan pekerjaannya?"


"Owh! Sudah Pa."


"Kalo begitu saya pamit membawanya pulang."


"Baiklah. Silahkan Pa, Bu."

__ADS_1


"Permisi Pa. Bu.Sri saya duluan yah."


"Eh, Oh. Iya silahkan Bu.Nad."


Angga menganggukan kepala tanda permisi kepada Aldo dan Sri. Aldo mengetahui niat dan tujuan Sri. Oleh karena itu Aldo meminta Sri untuk pulang karena sudah waktunya pulang.


Sri pun berpamitan kepada Aldo dengan rasa malu yang begitu besar. Sri pun merasa tak punya muka jika nanti berhadapan dengan Nadin.


Sampai di mobil Nadin melihat Nayya tertidur. Mba pengasuh Nayya mengangguk memberi hormat kepada Nadin. Nadin membalas anggukannya "Sudah lama mba?"


"Sudah Bu."


"Dia ngga tidur siang tadi terus merengek minta ketemu kamu. Jadi kecapean deh tidur."


"Duuuh, kasiannya.." Ucap Nadin seraya membelai pipi Nayya.


"Kita langsung ke rumah Ibu aja ya."


"Ke rumah dulu yah. Aku mau bawa baju buat besok dulu."


"Baiklah."


Angga pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Melaju membelah keramaian kota C. Sampai di kontrakan Nadin mendapati Kasih dan Rian. Nadin pamit kepada Kasih bermalam di rumah Angga karena Nayya terus menanyakannya.


"Lah, gw nungguin lu. Gw mau pulang Nad."


"Kapan?"


"Besok sore. Besok anak-anak ada praktikum dulu. Malam ini gw tidur di rumah mertua."


"Baiklah. Kunci aja yah."


"Lu sendiri Nad?"


"Sama Ka.Angga."


"Loh, ko ga turun sih?" Tanya Rian.


"Kan gw cuma mau bawa ini aja sebentar jadi gw suruh nunggu di mobil."


"Gi** pelit amat sih nunjukin pacarnya."

__ADS_1


"Yeee... Siap-siap besok ada berita wow di kampus. Tapi itu juga klo bocor hahahaa... Daaah..."


Sampai disini dulu semuanya... Jangan lupa like dan komentnya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2