Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Malam Pertama


__ADS_3

Malam semakin larut satu persatu tamu undangan pun berpamitan pulang. Menyisakan keluarga besar Nayya dan Rama. Rama melihat Nayya sudah kelelahan. Sementara Kanaya sudah di bawa tidur oleh Rika dan Netanya karena Yoga sudah pamit pulang bersama kedua orang tuanya.


"Sayang, kita ke kamar sekarang." Ajak Rama.


"Kaki Nay sakit Mas." Keluh Nayya.


"Biar Mas gendong." Usul Rama.


"Jangan." Ucap Nayya spontan.


"Kenapa?" Tanya Rama.


"Malu Mas." Ucap Nayya menundukkan kepalanya menutupi kegugupannya.


Tanpa banyak bertanya lagi Rama pun segera menggendong Nayya ala Bridal. Rama pun berpamitan kepada semua keluarganya untuk lebih dulu ke kamar.


"Masya Allah anak muda sekarang." Ucap Nadin.


"Biar saja Mba. Biar cepet tambah cucu." Ucap Ibu Rama.


Semua pun tertawa. Keluarga besar Rama pun berpamitan kepada seluruh keluarga Nayya karena mereka tidak menginap. Padahal Angga sudah menyiapkan kamar untuk mereka. Tapi mereka memilih pulang saja.


Saat Dama akan mendekati Rian untuk berpamitan Kasih segera meremas tangan Rian dan Rian mengerti maksudnya. Rian pun segera mengeluarkan suaranya.


"Ga, semuanya. Gua pamit duluan ya. Mau boboin bini gw." Celoteh Rian.


"Sayang." Ucap Manja Kasih.


"Eh, mau bobo maksudnya kita sayang." Ucap Rian lembut.


Dan itu membuat darah Dama mendidih. Semua mengerti maksud Rian dan Kasih karena telah di beritahu di grup mereka. Nadin awalnya tak mempercayainya karena Dama merupakan teman dekat Nayya.


Sementara Keluarga Rama hanya tersenyum menanggapi Rian dan Kasih. Pasangan tua yang selalu romantis. Ivan, Nando dan Arif tengah berbincang bertiga saat keluarga Rama akan berpamitan. Dama di buat terpesona oleh ketampanan dan kegagahan Om-om Nayya ini.


"Permisi Dama pamit Om." Ucap nya pada Arif.


Sementara Arif hanya memperlihatkan wajah datarnya. Dama pun menyalami tangan Ivan dan Nando dengan tangannya yang bergetar. Setelah kepergian mereka ketiganya saling pandang dan diakhiri gelak tawa.


"Seneng banget yang abis salaman sama yang bening." Sindir Amel.


"Bening? Siapa? Mana?" Tanya Arif.


"Ceh, pura-pura." Ledek Amel.


"Bening Bundanya Refa kemana-mana lah." Goda Arif memeluk pinggang Amel.


"Ih, udah tua ga malu sama yang lain." Ucap Amel.

__ADS_1


"Kalau yang di peluknya cantik begini mah ngapain malu. Di cium-cium juga boleh deh." Ucap Arif.


Plak


"Astaga Nad ga ada akhlak deh Lu main gampar aja." Ucap Arif.


"Lagian Lu mesum ga liat tempat. Sana susul Rian ke kamar juga boleh deh mesum. Ga malu sama calon besan Lu." Ucap Nadin menunjuk ke arah Ivan.


Semua pun tertawa dan satu persatu dari mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing setelah keluarga Rama pergi. Sementara itu di kamar pengantin.


"Biar Mas bantu sayang." Ucap Rama. Dan Nayya hanya mengangguk.


"Sudah Mas. Sisanya biar Nayya saja." Ucap Nayya malu-malu.


"Bener? Atau kita mandi sama-sama?" Goda Rama.


"Mas,, Nayya sendiri aja." Rengek Nayya manja.


"Baiklah. Jangan terlalu lama ya." Pesan Rama.


Nayya pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai dirinya kini giliran Rama. Nayya mengambil kopernya untuk mengambil pakaiannya dan betapa terkejutnya Nayya saat melihat isi koper.


"Astaga Mama,, Kenapa Mama membawakan Nayya beginian." Gerutu Nayya.


Namun, mau bagaimana lagi tidak mungkin juga dirinya tidur mengenakan dres cantik. Dengan cepat Nayya menggunakan pakaian yang menurutnya tidak layak pakai karena masih memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Setelah mengeringkan rambutnya Nayya pun segera naik ke tempat tidur dan nenutup semua tubuhnya menyisakan kepalanya saja yang keluar. Tak lama Rama keluar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang. Dan memperlihatkan dada bidangnya dan perut roti sobeknya.


Rama mendekati Nayya berniat menggoda istrinya itu.


"Memang kenapa kalau mas ga pake baju sayang?" Tanya Rama duduk di samping Nayya.


"Mas, sana ih pake baju dulu." Teriak Nayya dari balik selimut.


"Jawab Mas dulu kenapa?" Goda Rama.


"Mas, Nayya malu." Ucap Nayya polos.


"Coba buka dulu matanya." Goda Rama lagi yang kini sudah mengenakan kaos polos dan celana pendeknya.


"Ga mau." Teriak Nayya lagi.


Tak mendengar jawaban apapun Nayya membuka penutup wajahnya sedikit demi sedikit. Dan saat Nayya berusaha membuka selimutnya sedikit Rama justru menarik selimutnya dan mata Rama membuka dengan sempurna melihat tubuh Nayya dan Nayya berusaha menutupinya dengan kedua tangannya.


"Sayang." Desah Rama. Kemudian mendekati istirnya.


"Mas, maaf. Mama ga masukin baju tidur Nayya." Ucap Nayya takut Rama marah.

__ADS_1


Grepp Rama meraih Nayya dalam pelukKannya.


"Mas," Panggil Nayya.


"Hm.." Jawab Rama singkat.


"Mas ga marah?" Tanya Nayya.


"Mas suka sayang. Mas boleh minta malam ini?" Tanya Rama melonggarkan pelukannya.


Nayya hanya bisa pasrah menganggukkan kepalanya. Rama pun melancarkan aksinya dengan penuh kelembutan. Nayya pun mencoba mengimbangi serangan Rama. Dan terjadilah apa yang harusnya terjadi.


Rama tumbang di samping Nayya. Rama melingkarkan tangannya di perut ramping Nayya mengecup lembut kening Nayya.


"Terima kasih sayang." Bisik Rama lembut. Dan Nayya pun hanya mengangguk.


"Boleh, mas minta lagi?" Tanya Rama. Nayya mendongakkan kepalanya dan Rama pun menampakkan wajah memohonnya.


"Tapi ini masih sakit Mas." Rengek Nayya.


"Mas janji Mas pelan sayang." Bujuk Rama.


Nayya pun hanya bisa pasrah dengan ajakan suaminya. Nayya ingat pesan Nadin jika menolak ajakan suami dosa. Walaupun nyeri Nayya pun menerima ajakan Rama.


Entah berapa kali Rama melakukannya. Hingga subuh mereka baru selesai melakukan ritual yang entah untuk keberapa kali. Nayya tertidur dengan lelapnya walau cahaya matahari sudah menerobos celah jendela kamar mereka.Tangan Rama pun masih bertengger di atas perut rata Nayya.


Sementara semua keluarga sudah berkumpul di restoran hotel untuk sarapan. Tapi, pengntin baru tak kunjung datang juga.


"Astaga Nayya pasti bangun kesiangan ini." Omel Nadin.


"Nad, kaya ga pernah ngalamin aja." Oceh Kasih.


"Hah!" Jawab Nadin.


"Biarkan saja sayang. Biarkan mereka tidur." Ucap Angga menenangkan istrinya.


"Tapi sayang.." Ucap Nadin terputus.


"Mereka pengantin baru sayang." Bisik Angga pada Nadin.


"Astaga!" Ucap Nadin menutup mulutnya.


Mereka pun menyelesaikan sarapan tanpa kehadiran Nayya dan Rama. Kanaya pun nampak sudah terbiasa dengan anggota keluarga Nayya. Kana sudah mulai akrab hanya saja saat ada yang mengatakan ingin membawanya maka Kanaya pun akan berlindung di pelukan Nathan ataupun Rika.


Rama dan Nayya belum juga menampakkan batang hidungnya. Akhirnya keluarga memutuskan untuk meninggalkannya di hotel. Semua keluarga pulang ke rumah masing-masing. Nini pun ikut pulang bersama dengan Indah, Doni dan Caramel. Karena Indah dan Doni harus bekerja siang ini.


Nathan mengantarkan Rian, Kasih dan juga Rika bersama dengan Kanaya tentunya. Agiel pulang bersama dengan kedua orang tua dan kedua adiknya. Refa bersama dengan Amel dan Arif. Karena Ibu dan Ayah akan pulang ke rumah Angga dan Nadin karena masih ada Mba.Sus dan suaminya di sana. Mereka semua pulang dengan kendaraan masing-masing.

__ADS_1


Sementara di kamar Rama dan Nayya masih asik bergelung di bawah selimut. Bahkan Nayya enggan membuka matanya saat cahaya matahari menerpa kelopak matanya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2