Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Tidur


__ADS_3

Sore hari sesampainya di kontrakan Nadin langsung masuk kamar. Mandi dan lanjut rebahan sampai ketiduran. Nadin lupa ngecek hape.


Menjelang malam Kasih sampai di kontrakan dan merasa heran liat banyak orang sementara lampu masih padam dan mobil Nadin pun sudah terparkir di tempatnya. Kasih langsung turun dan panik.


"Eh, lagi pada ngapain nih. Ko ga masuk? Lampu mati?"


"Kita lagi nungguin temen lu."


"Nadin?"


"Siapa lagi"


"Loh, tapi itu mobilnya udah ada."


"Maka dari itu kita ga tau kemana dia. Mobil ada tapi pintu di kunci di hubungi juga ga bisa. Kali ini ni bocah kagak bisa marah-marah ama gw karena gw juga ga tau kemane bininya."


"Lah,,, Jalan ama Nayya kali."


"Nayya dibawa Amel sama Arif."


"Waduh. Kemana tu anak ya ga ngabarin ke gw."


Kasih pun jalan masuk membuka kunci dengan kunci cadangan yang biasa dia bawa. Kasih menyalakan semua lampu.


"Lu mau pada minum cari sendiri ya di dapur. Bentar gw pengen mandi dulu gerah banget.'


"Sana deh. Jangan salahin kita klo dapur lu kita berantakin."


"Berantakin aje dah."


"Lu udah pernah kesini Do?"


"Lah, lu belom pernah?"


Angga hanya menggeleng menjawab pertanyaan Aldo.


"Bini gw sering kemari dan gw sering jemput dia ya jadi gw tau deh."


Angga manggut-manggut. Angga dan Aldo menunggu Kasih di ruang tengah sambil minum dan makan cemilan. Karena hampir tiga jam mereka berdua nungguin Nadin di depan.


"Sori lama ya."

__ADS_1


"Gila udah kaya putri aja sih caten mandinya."


"Apaan caten?"


"Ga tau lagi lu?" Angga menggeleng.


Kasih hanya tersenyum.


"Caten calon penganten Ga. Jangan-jangan lu juga ga tau kasih bininya Rian?"


"Gw tau klo itu."


"Rian mau kawin ma Kasih?"


"Eh, iya? Kapan?


"Nah, cocok kan Kas?"


"Ga kebayang klo kalian nikah. Jangan-jangan lupa lagi klo udah pada nikah hahahaa"


"Siapa?"


"Heh!"


Kasih menghubungi semua sahabatnya menanyakan keberadaan Nadin tapi semua nihil tak ada yang tau dimana Nadin.


Drrrttttt.....Drrrrrtttt....


"Ponsel siapa tuh?"


"Bukan gw." Jawab Aldo dan Angga bersamaan.


Kasih bangun dari duduknya dan mendekati kamar Nadin. Penasaran Nadin membuka kamar Nadin daaaaan... Ternyata putri yang sedang dicari-cari tengah tertidur manja.


"Nadiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin....... Kebiasaan deh lu tidur sore-sore. Ga tau apa orang sekampung nyariin Lu." Kasih membengunkan Nadin dengan memukul-mukul pan*** Nadin.


"Kasiiiiiiih.... Apaan sih Lu. Gangguin orang tidur deh aaah..."


Dan tiba-tiba Nadin terperanjat mengingat sesuatu. Dan betapa kagetnya dia saat melihat kearah pintu. Sudah ada Angga dan Aldo. Nadin dengan reflek menutup mukanya dengan selimut.


"Kebiasaan banget deh Lu." Kesal Kasih sambil memukul Nadin menggunakan guling.

__ADS_1


"Jam berapa nih?"


"Jam 6 pagi. Puas lu."


"Beneran?"


"Sana ke kamar mandi biar lu sadar."


Nadin pergi ke kamar mandi cuci muka. Lalu dengan langkah malu-malu mendekati tiga orang yang siap menerkam.


"Seneng banget bikin orang panik sih?"


"Maaf."


"Duduk terus jelasin."


Nadin menjelaskan tentang kebiasaannya menonaktifkan ponsel jika sedang mengajar. Dan menjelaskan perihal kejadian sore tadi.


"Daaan untuk pertanyaan Lu Do. Lu tanya sendiri dah tuh sama orangnya."


"Angga!"


"Apaan?"


"Aldo nanya kenapa ada yang marahin dia pas aku ga bisa di hubungi."


"Eh, bentar. Aku?!"


"Ka.Angga."


"Kayanya bukan cuma Aldo deh yang kepo gw juga bahkan mungkin Rian."


"Nungguin cerita gw?"


"Anggaaa..." Teriak Kasih dan Aldo bersamaan.


Sampai disini dulu...


Author up ngebut. Jangan lupa like sama koment ya. Klik favorit biar ga ketinggalan ceritanya ya.


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2