
Hari ini hari pertama Nadin masuk kerja setelah menikah. Sejak pagi Nadin sudah menyiapkan segala keperluan dirinya dan suaminya karena Angga pun harus kembali ke kantor.
Nadin masuk ke kamar Nayya untuk membangunkan Nayya. Nadin harus memberi pengertian kepada Nayya tentang kegiatannya. Namun Nayya anak pintar tidak butuh waktu lama untuk Nadin menjelaskannya Nayya langsung mengerti dan mau di tinggal Nadin bekerja.
"Pulang Kaka jemput lagi ya sayang."
"Iya, hati-hati yah."
Nadin memasuki gerbang kampus dimana ia mengajar. Para Mahasiswi yang melihat kedatangan Nadin langsung menghambur mengerumuni Nadin. Karena Nadin termasuk kedalam Dosen favorit bagi Mahasiswa Mahasiswi nya.
"Ibu apa kabar?"
"Alhamdulillah baik. Gimana kalian?"
"Baik dong bu." Jawab mereka serempak.
"Ibu, kangen deh." Ujar salah satu Mahasiswi.
"Iya Bu kangen." Jawab semuanya serempak.
"Sama Ibu juga kangen kalian. Kangen marahin kalian."
"Ibuuuu...." Jawab mereka serempak
Nadin masih di kerumini Mahasiswinya. Kasih dan Santi terharu melihat keakraban mereka kepada Nadin.
"Nadin emang too banget ya Kas."
"Iya emang. Dia bisa bergaul ke atas maupun kebawah."
"Iya."
Nadin melihat kedua sahabatnya tengah memperhatikannya. Nadin pun menghentikan percakapannya dengan mahasiswinya. Nadin segera menghampiri sahabatnya yang nasih bengong.
"Hei... Kesambet loh pagi-pagi bengong."
"Nadin! Bisa ngga klo ga ngagetin?"
"Emang dasar nih. Aura penganten baru bawaannya bahagia banget."
__ADS_1
"Alhamdulillah yaaaah..." Jawab Nadin sambil meleos pergi.
" Hmmm... Iya ya kita di cuekin sekarang."
Mereka pun menuju kantor bersamaan. Nadin di sambut rekan-rekan nya di kantor. Di jadikan bahan godaan. Tapi, bukan Nadin namanya klo ga bisa mengalihkan segalanya. Nadin pun bersiap menuju kelas untuk mengajar.
Seperti biasa jika Nadin tengah mengajar semua harus serius karen buat Nadin ada waktunya serius dan ada waktunya santai. Semua Mahasiswanya pun tau aturan yang di berikan oleh Nadin.
Siang hari selesai mengajar Nadin ke kantin untuk makan siang dan seperti biasa mengerjakan tugasnya sebagai Mahasiswi S3.
"Nad, selesai makan di panggil ke kantor. Membahas pertemuan besok."
"Hmm..."
"Ya ampun Nad serius banget sih Lu?"
Nadin pun memperlihatkan tugasnya di laptop pada Kasih.
"Ah, gi** untung gw ga langsung ambil S3. Bisa gi** gw nikah sambil S3."
"Ga ngambil S3 juga lu mah emang udah gi**."
"Bener-bener ya ni mulut penganten."
"Sabar banget ya lakinya."
"The best dooong."
Pesanan kasih pun datang dan Kasih pun melahap menu pesanannya. Nadin menyuap makanannya sambil matanya fokus pada laptop.
Santi dan Aldo datang menghampiri keduanya. Santi menunjuk pada Nadin. Kasih mengangkat bahunya.
"Woi, penganten. Kejar setoran lu?"
"Eh, Naaah... Ka. Di omongin disini aja yah buat besok."
"Ya ampun Nad. Nafas dulu ngapa. Ngurusin kerjaan mulu. Makan dulu tuh abisin." Sambung Santi.
"Lah, laki Lu tuh nyebelin. Baru juga gw masuk udah di suruh seminar."
__ADS_1
"Besok jam 1 ko seminarnya Nad."
"Iya sih tapi pagi kan gw ngajar kapan gw buka materi?".
"Kaya Lu suka buka materi dulu aja deh." Sambung Kasih.
"Ngga sih.." Jawab Nadin sambil terkekeh.
"Tam*** coba ya ni anak." Goda Aldo.
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka. Setelah makanannya habis Nadin pamitan ke kelas kembali. Kasih, Santi dan Aldo hanya geleng-geleng melihat tingkah Nadin.
Nadin kembali kekelas. Hari ini tersisa dua kelas lagi. Nadin selalu memberi kabar lewat pesan singkat kepada Angga. Membuat Angga sedikit tenang. Nadin keluar dari kelas keduanya. Berjalan menuju kantor.
"Bu,"
"Hai.. Gimana udah ujikom?"
"Belum Bu."
"Bu, ko tahun ini ga menerima bimbingan si Bu?"
"Kenapa memangnya?"
"Mau Ibu aja pembimbingnya."
"Eeeh,,, ga gitu ah. Kan sama aja dosen yang lain juga. Emang dapet pembimbing siapa?"
"Bu.Sri."
"Tuh kan enak dapet Bu'Sri."
"Ibu mah ga tau siih."
"Galak ya."
Mahasiswinya pun tersenyum. Nadin sudah bisa menebak mahasiswa yang berkeluh kepadanya. Nadin menepuk bahu mahasiswinya memberi semangat sebelum dirinya masuk ke kantor.
Kantor mulai sepi, satu persatu pengajar sudah kembali ke rumah masing-masing atau masih dilapangan. Nadin merapihkan barangnya dan bersiap pulang. Sebelumnya Nadin sudah mengabari Angga bahwa dirinya telah selesai mengajar.
__ADS_1
Nadin berjalan menuju parkiran karena Angga sudah menunggu disana. Angga sengaja menunggu Nadin di parkiran. Karena klo Angga ketemu Aldo terlebih dahulu akan lain lagi ceritanya. Sebelum Nadin masuk kedalam mobil seperti biasa Nadin membalas dulu sapaan Mahasiswa-mahasiswi nya.
Tbc....