Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Ikhlas


__ADS_3

Setelah Nayya rapih. Mereka kembali keluar menemui Oma dan kedua adiknya yang tengah bermain di taman belakang. Saat keduanya keluar dari kamar bersamaan dengan kedatangan Angga untuk makan siang bersama dengan keluarga tercintanya.


"Papa..." Teriak Nayya.


"Hai sayang." Angga menyambut Nayya dan menundukan badannya untuk memeluk Nayya dan mencium puncak kepalanya.


Kemudian Angga beralih kepada Nadin dan mencium kening Nadin lembut. Nadin mencium punggung tangan Angga.


"Di depan ada mobilnya Amel sayang?"


"Iya. Ada Amel sama Ibu di dalam."


"Sudah lama?"


"Lumayan. Ayok Mas kita makan dulu."


"Mas mau lihat anak-anak dulu."


"Sekalian ajak mereka dan Ibu makan sekalian ya sayang."


"Oke." Angga dan Nayya pun berlalu ke taman belakang menghampiri Ibu dan anak-anak.


Sebelum sampai di taman Angga melihat Amel yang tengah asik dengan tabletnya di sofa.


"Mel,"


"Eh, Mas sudah pulang?"


"Mas, pulang untuk makan siang?"


"Kamu kerja?"

__ADS_1


"Jalanin butik lagi Mas."


"Anak-anak?"


"Anak-anak kan ada Mba.Sus Mas. Ada Ibu juga ko."


"Sayang. Ke Oma lebih dulu ya. Papa bicara dengan Onti dulu." Titah Angga pada Nayya.


"Oke Pah." Jawab Nayya kemudian berlari ke arah taman belakang.


"Kamu kalo belum mau jadi ibu dan istri kenapa memilih menikah?" Tanya Angga sedikit ketus.


"Ko Mas bilang gitu sih? Suami Amel aja ga protes. Ko Mas protes sih?" Jawab Amel kesal.


"Kamu ga sadar juga sih. Tingkah kamu ini sudah hampir membuat Mas kehilangan keluarga Mas. Kamu mau kehilangan keluarga kamu?" Angga.


"Mas ngedo'ain keluarga Amel hancur?"


"Ko Mas gitu sih?"


Sebelum Angga menjawab Amel, Nadin datang menghampiri keduanya.


"Mas, Nadin kan minta tolong panggilkan anak-anak dan Ibu untuk makan siang. Ko malah bertengkar? Ayo Mel makan dulu."


"Iya Teh." Jawab Amel.


Dan Angga berlalu menuju taman belakang sambil mengatur emosinya.


"Papa.." Teriak Nathan.


"Hai jagoan."

__ADS_1


Neta tampak antusias melihat kedatangan Papanya. Neta terus menggerakkan kaki dan tangannya.


"Siang Bu." Ucap Angga kemudian menyalami Ibu dan mencium punggung tangan Ibu.


"Siang juga sayang. Kamu ko sudah pulang?"


"Angga biasakan untuk makan siang di rumah Bu." Jawab Angga.


"Hai anak cantik. Sini Papa gendong." Angga pun mengambil Neta dari gendongan Ibu. Menciumi pipi gembul Neta. Neta pun bersorak senang khas bayi.


"Ayo semuanya kita makan siang dulu. Mama sudah menunggu di meja makan. Ayo Bu kita makan dulu." Ajak Angga pada anak-anaknya dan juga Ibu.


Mereka semua pun pergi ke dalam bersamaan. Di meja makan sudah ada Nadin dan Amel. Mba.Sus segera mengambil Neta untuk menjaganya selagi yang lainnya makan. Karena Neta belum bisa ikut makan bersama mereka.


Ketiga maid baru merasa takjub kepada Mba.Sus karena Mba.Sus langsung mengerti tanpa tuannya meminta.


"Mba, hebat deh kamu." Maid 2.


"Hebat apanya?" Mba.Sus.


"Mba bisa ngerti apa yang majikan kita mau. Tanpa ada perintah Mba langsung melakukan apa yang seharusnya kita lakukan." Kagum Maid 2.


"Karena sudah sejak Non.Nayya bayi saya bekerja dengan mereka. Nanti kalian pun akan sama seperti saya dan Bik.Ani. Teruslah belajar dan jujurlah dalam setiap pekerjaan kalian." Pesan Mba.Sus.


"Iya Mba. Kami akan terus belajar. Beruntung kami dapat tuan yang baik seperti mereka dan rekan kerja seperti Mba dan Bibik juga yang lainnya." Jawab Maid 2 senang.


"Anggap mereka seperti keluarga sendiri dan ikhlas dalam bekerja. Dan pasti kalian ga akan mau lama-lama jauh dari keluarga ini." Ucap Mba.Sus lagi dengan di akhiri tawanya.


Mereka semua pun tersenyum bahagia karena menemukan tempat yang tepat untuk mereka mencari nafkah untuk keluarganya.


Sampai disini dulu semuanya. Dukung terus author ya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2