
Temen-temen semua maaf ya kalo up nya jarang-jarang.. Yuk kasih semangat author dengan pencet likenya. Terima kasih semuanya 🤗🤗🙏🙏🙏
**********
Hari ini hari pernikahan Amel dan Arif. Semua orang tengah bersiap. Keluarga bagaskara sudah menanggil MUA profesional ke rumah. Setelah semua dirasa cukup semua bersiap pergi ke mesjid tempat diadakannya akad nikah Amel dan Arif. Nadin tampak anggun menggandeng lengan Angga dan tangan kirinya menggandeng Nayya.
Acara berjalan sangat khidmat. Karena hanya keluarga dan rekan terdekat saja yang menghadirinya. Setelah akad selesai mereka semua pergi ke hotel untuk bersiap melaksanakan resepsi. Nadin di bantu Angga mengganti pakaiannya karena Nadin cukup kesulitan mengenakannya.
Semua berkumpul di ballroom hotel menghadiri resepsi pernikahan Amel dan Arif. Para tamu undangan satu persatu datang. Ibu dan Ayah sudah rapi dan menyambut kedatangan para tamu undangan yang sebagian besar kolega mereka.
Begitupun dengan Angga dan Nadin. Sementara Nayya ikut berkumpul dengan Nenek, Aki, Onti Indah dan uncle Doni. Namun tak disangka disalah satu undangan terdapat mantan pacar Nadin bersama dengan istrinya. Nadin bersikap biasa saja seolah tak pernah mengenalnya.
Angga mengetahui kedatangan Topan. Angga langsung merangkul punggang Nadin dengan sangat lembut. Angga mengenal istri Topan yang ternyata teman dari Amel. Amel dan Angga tak pernah tau jika Topan adalah mantan Nadin. Angga pun baru bertemu dengan Topan saat di rumah Nadin. Dan ini kali kedua mereka bertemu.
"Ka. Angga. Waaah jahat ya nikah ga ngundang-ngundang."
"Hai sya. Apa kabar? Iya maaf lagian kata Mami kamu lagi keLN."
"Iya siih.. Ini istri Kaka?"
"Iya. Kenalin sayang ini temennya Amel."
"Syafa."
"Nadin."
"Cantik banget sih Ka. Beruntung banget deh Kaka aku yang satu ini."
"Makasih. Kamu juga cantik ko." Jawab Nadin sambil menggelayut manja pada Angga.
__ADS_1
"Tapi ga secantik Kaka deh. Eh, iya kenalin Ka ini suami Syafa. Ka.Angga juga belum pernah ketemu ya."
"Owh! Iya. Angga."
"Topan."
"Nadin." Begitulah seolah Nadin tak pernah mengenal Topan. Begitu juga dengan Angga yang seolah tak pernah bertemu dengan Topan.
"Eh, silahkan menikmati hidangan yang ada ya."
"Iya Kaka cantik makasih. Seneng banget deh ketemu Kaka cantik. Sya aja mengagumi Kaka apalagi Ka.Angga yah."
Angga dan Nadin hanya tersenyum menanggapi omongan Syafa yang mungkin tak pernah tau cerita antara Topan dan Nadin.
Topan terus saja memandangi Nadin. Topan akui Nadin memang cantik bahkan sekarang jauh lebih cantik. Topan saat menyesal meninggalkan Nadin. Topan sangat terpaksa meninggalkan Nadin karena perjodohannya dengan syafa.
"Teh, ko mamah kaya liat Topan."
"Owh! A.Angga tau?"
"Tau Mah. Tenang aja Teteh ga pernah main rahasia-rahasiaan sama Aa."
"Syukur Alhamdulillah kalo begitu."
"Bersikaplah seolah tak mengenalnya Mah."
"Iya sayang."
Ayah menggandeng Nadin menuju pelaminan untuk acara pemotretan sementara Angga bersama Nayya dan Ibu. Sebelumnya Ayah memperkenalkan Nadin yang juga menantunya.
__ADS_1
"Perkenalkan semuanya ini menantu saya yang paling cantik karena menantu saya sekarang ga cantik." Semua pun tertawa riuh mendengarkan omongan Ayah. Tentu saja menantunya sekarang ga cantik karena menantunya seorang laki-laki.
Mereka semua berfoto bersama. Topan melihatnya dan hatinya terasa sakit melihat adegan demi adegan. Seharusnya Nadin ada bersamanya. Namun inilah kenyataannya. Topan melihat bahwa mertua Nadin sangat menyayanginya. Topan pun tak menyangka jika adik ipar Nadin menikah dengan sahabatnya Nadin.
"Mas, istrinya Ka.Angga cantik banget ya. Kelewatan lagi cantiknya."
"Kamu paling cantik buat aku sayang." Ucap Topan walaupun hatinya berkata memang Nadinlah yang tercantik.
"Gombal ih kamu."
Semua sahabat Nadin bersikap seolah tak pernah mengenal Topan. Semua kompak diam seribu bahasa bahkan Mama dan Bapa pun melakukan hal yang sama sebelum Nadin memintanya.
"Kaka cantik, ayo naik kita foto bersama." Ajak Syafa polosnya.
"Owh! Iya silahkan. Masa nanti ada foto saya nyempil ga enak. Kalian berempat saja yah." Tolak Nadin dengan halus.
"Ka, boleh foto berdua ngga?" Pinta syafa pada Nadin. Karena Syafa begitu mengagumi Nadin.
"Boleh."
Nadin dan Syafa berfose dengan berbagai macam gaya. Syafa merasa senang karena bisa berfoto dengan Nadin.
"Kaka model ya?"
"Bukan. Saya dosen."
"Serius? Waaah pasti banyak mahasiswa yang mengagumi dong ya?"
"Bisa aja kamu. Mana ada yang berani macem-macem sama saya." Ucap Nadin sambil menggandeng lengan Angga manja dan di sambut oleh Angga.
__ADS_1
"Duuuh, kalian sweet banget siiih."
Tbc...