
Hari ini adalah hari yamg di tunggu-tunggu. Nadin sudah di rias oleh MUA profesional. Kasih, Dina dan Tina menemaninya. Barulah kali ini mereka melihat ketegangan Nadin. Nadin tampak gugup dibalik senyumannya. Indah sang adik terus mondar-mandir.
Nadin dan Angga memang akan melangsungkan akad nikah di rumah. Dan akan dilangsungkan acara resepsi di gedung serbaguna yang ada di kota J.
Nadin tampak semakin gugup tatkala sang adik memanggilnya untuk keluar. Nadin berjalan dengan sangat anggun menuju meja akad. Disana sudah nampak Angga dengan setelan jasnya. Angga tampak terpesona melihat Nadin yang begitu anggun.
"Sabar bro, udah pasti jadi milik lu ko." Goda Aldo.
Nadin menundukan kepalanya dan hanya melirik kearah Angga. Nadin duduk di samping Angga. Dan prosesi akad nikah pun segera dimulai. Nadin begitu menahan nafas ketika Angga mengucapkan ijab kobul. Dan setelah para saksi mengatakan kata SAH barulah Nadin terlihat lebih lega namun air matanya tak lagi dapat di bendung.
Nadin menitikan air mata bahagianya. Kasih yang berada tak jauh dengan Nadin segera memberikan tissu kepada Nadin. Serangkaian prosesi ijab kobul pun telah selesai dilaksanakan. Akhirnya Nadin resmi menjadi nyonya Angga. Nayya tampak selalu tersenyum di pangkuan Nenek. Ya, begitu datang Nayya langsung berhambur ke pelukan Nenek dan seperti tak ingin di pisahkan.
Nadin dan Angga pun berfoto mengabadikan momentnya bersama keluarga dan para sahabat sebelum melanjutkan acara resepsi ke gedung serba guna. Nadin dan Angga mengganti pakaian mereka di dalam kamar Nadin.
"Hei, pengantin cantik banget sih. Mau gigit boleh."
"Iiih,, kaka ah."
"Kenapa? Ga sabar juga ya?"
"Apaan sih lelaki ini."
"Apa ga usah ada acara resepsi kita langsung malam pertama aja yah."
"Kaka,,, Gemes deh."
"Sama kaka juga gemes banget sama kamu."
Angga memeluk Nadin dari belakang. Mengecup bahu Nadin. Nadin meremang dengan perlakuan Angga padanya. Saat Angga akan menci** bibir Nadin keduanya harus menghentikannya karena ketukan dipintu.
"Ya, sebentar."
"Ya ampun... Kalian yah. Sabar kenapa. Nih MUA nungguin kalian dari tadi." Ujar Kasih kesal.
__ADS_1
"Iya maaf... Maaf.."
Nadin pun kembali di rias untuk riasan resepsi. Angga memperhatikan istrinya begitu lekat seolah tak ingin kehilangan jejaknya.
"Aduuuh kalian romantis banget sih. Aanya nungguin aja si Teteh make up."
"Jadi pengen nikah juga ya Teh hehehe..."
"Duuuh, bisa ngamuk bapake klo aku nikah lagi."
"Ya nikahnya sama suaminya aja Teh."
"Bisa aja Teh.Nadin mah ih."
"Teteh, ngga pernah make up ya sebelumnya?"
"Ngga Teh. Takut serem. Ini aja karena nikahan kudu pake beginian. Klo boleh milih mah mending ga usah pake begini-beginian."
"Iiih,,, si Teteh mah ngaco."
"Ka.Iwan istrinya ga ikut?"
"Ikut ko ada tadi di mobil Aldo sama Santi."
"Ko ga disini aja sih?"
"Lah jangan Nad. Ini kan mobil penganten beda doong."
"Udahlah biar aja suka-suka dia aja sayang."
"Nah tuh hehehe..."
Nadin pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya. Tiba di tempat resepsi Nadin dan Angga disambut oleh kedua orang tua mereka. Nadin dan Angga duduk di pelaminan. Satu persatu tamu undangan naik kepelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang tengah bahagia.
__ADS_1
"Selamat kesayangankuh." Ucap Kasih kepada Nadin.
"Makasih ya beb, Maaf ya gw salip rencana Lu."
"Iiih,,, gw seneng banget. Gw takutnya lu malah ga kawin-kawin klo gw udah kawin lu belum."
"Sialan Lu."
"Selamat ya Nad, Ga. Akhirnya si duda yang dingin sedingin es ini bisa mencair juga."
"Sialan lu."
"Emang gitu ya Ka.Rian?"
"Banget. Sama lu aja dia bucin" Rian pun tertawa.
Angga memukul lengan Rian. Dan satu persatu para sahabat mereka memberikan selamat dengan gaya mereka masing-masing. Setelah memberikan ucapan selamat mereka pun berfoto bersama.
Seluruh tamu undangan sudah memberikan ucapannya untuk Nadin dan Angga. Nadin tampak begitu letih. Sesekali Nadin menggoyangkan kaki ya untuk mengurangi rasa pegelnya.
"Cape ya sayang?"
Nadin menganggukan kepalanya. Dan merangkul lengan Angga membuat para tamu undangan yang melihatnya begitu tersipu dengan keromantisan pengantin.
"Duduk sajalah sayang biar ga kecapean."
"Ngga ah ga enak masa pengantinnya duduk."
Angga pun merangkul pinggang Nadin memberi semangat pada sang istri untuk menyelesaikan acaranya. Setelah acara selesai Nadin dan Angga turun dari pelaminan menghampiri para keluarga dan teman-teman mereka.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏