Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kumpul


__ADS_3

"Teteh, ada tamu. Katanya Ari."


"Owh! Suruh kesini aja bi. Makasih ya."


Bibi pun balik lagi ke depan dan meminta Ari masuk untuk bergabung dengan yang lainnya.


"Hai Nad."


"Wuiiih Ariii..... Apa kabar?"


"Baik-baik. Lagi pada ngumpul nih?"


"Biasalah... Kenalin nih ada yang belum lu kenal kan?


"Halo salam kenal."


"Halo..."


"Eh, ngomong-ngomong ada apa nih minta gw dateng?"


"Mau kawin bro." Jawab Arif.


"Serius Nad?"


"Ya ampun Ariiii,,, ga percaya banget sih klo gw laku."


"Topan?"


"Iiih,,, ngga lah. Ga jadi pake lu deh gw."


"Eh, iya sori-sori."


"Ini calon gw."


"Eh, sori bro."


"Santai aja."


Mereka pun lanjut membahas mengenai konsep pernikahan yang akan Nadin dan Angga pake. Dan bersyukur di tanggal yang ditunjuk oleh Nadin dan Angga ternyata WOnya Ari kosong. Jadi Ari bisa membantu Nadin dan Angga.


Nadin senang karena Ari bisa membantunya. Dan konsep yang Nadin mau Ari bisa memenuhinya. Setelah semua di sepakati Ari pun berpamitan.


"Mama... liat Nayya dapet ikan banyaaaak"


"Waaaaah.... Anak mama hebat bisa dapet ikan banyak."


"Nenek, liat Nayya dapet ikan banyak."


"Waaah... senengnya cucu Nenek."


"Nad, bakar Nad."


"Udah di siapin tuh sama bibi. Bersihin dulu aja tuh ikan."


"Rif, elu dah sana bersihin."


"Ayo dah Rif gw bantuin." Ucap Iwan.


"Eh, Dek kapan pulang?"


"Baru aja Teh. Teh.Kasih ada yang nanyain di rumah sakit."


"Diiih,, siapa yang kenal gw?"

__ADS_1


"Pa.Wawan."


"Wawan owh... hahahaa..."


"Siapa sih?"


"Lakinya si Dian."


Nadin, Kasih dan Indah pun tertawa bersama. Para lelaki melihat mereka aneh. Angga memeluk pinggang Nadin.


"Papa,, nanti kita pelihara ikan yah di rumah."


"Boleh. Nayya mau rawat ikannya?"


"Mau. Boleh kan pah?"


"Boleh."


"Yeee.... Mama, nanti kita rawat ikannya ya sama-sama."


"Loh, ko mama. Bukannya Nayya aja?" Tanya Angga.


"Ngga seru Pah klo cuma Nayya sendiri."


Nadin melirik kearah Angga. Setelah ikan di bersihkan dan di beri bumbu mereka pun langsung membakar ikan yang dibawa Nayya tadi. Nayya memakan ikan bakar dengan lahapnya disuapin Nadin.


Nayya sangat senang berada di rumah Orang tua Nadin. Semua memperhatikannya. Aki dan Nenek pun sangat senang dengan kehadiran Nayya. Nayya pun begitu cepatnya berbaur di lingkungan rumah Orang tua Nadin.


"Nad, gw sama Kaka balik sore ini ke kota C. Lu balik kapan?"


"Ga tau. Kapan Ka?"


"Besok pagi aja deh kayanya."


"Ya udah sih yang, ntar aku yang anter aja." Jawab Arif.


"Klo ngga ikut kita juga gpp Mel." Saran Kasih.


"Dianter yayang aja deh." Jawab Amel manja.


Hari semakin sore. Rian, Kasih, Amel, Arif, Iwan dan Aldo berpamitan kembali ke kota C. Sementara Ivan dan Nando pulang ke rumah masing-masing. Tak berselang Doni datang menemui Indah.


Nayya begitu senang berkumpul bersama keluarga Nadin. Nayya selalu bercerita bersama Aki dan Nenek. Mama pun terlihat lebih segar dibandingkan beberapa hari yang lalu saat harus dilarikan ke rumah sakit.


"Nayya, mau ikut Om sama Tante ngga? Makan mie ayam?"


"Mama, boleh?"


"Klo Nayya mau boleh."


"Papah."


"Hmmm... Boleh."


"Yeee.... Jalan-jalan lagi.."


Nayya pun di bawa pergi oleh Indah dan Doni. Mama dan Bapak menikmati sore di belakang sambil minum teh. Nadin dan Angga menonton televisi berdua.


"Yang, iwan udah dapet studio buat foto prewedding nih katanya. Besok dia cek dulu."


"Wah, canggih. Cepet juga dia kerjanya."


"Klo ga gitu mana mungkin Kaka pertahanin dia kerja sama Kaka."

__ADS_1


"Iya deh CEO ku yang baik hati."


"Baik aja nih?"


"Iya deh udah titik aja."


Angga pun menggelitik Nadin. Keduanya mengobrol kesana kemari. Nadin menyandarkan kepalanya di dada Angga. Angga merangkul pinggang Nadin. Keduanya begitu romantis. Hingga keromantisan mereka terhenti dengan kedatangan Nayya dan Indah.


"Loh, ko datang berdua aja?"


"Mas.Doni ada keperluan lagi teh katanya. Jadi, tadi minta di pamitin aja."


"Owh! Gitu."


"Mah, Pah. Mie ayam nya enak deh."


"Nayya suka?"


"Suka Pah. Nanti kapan-kapan kita makan disitu ya Pah."


"Boleh."


"Dek, Besok libur dong?"


"Iya kenapa?"


"Ikut teteh yuk. Kamu udah lama ga nginep di tempat teteh."


"Ngga ah. Adek mau rebahan cari inspirasi buat bikin tugas akhir."


"Yaelah... inspirasi kaya apaan aja."


"Udah cepetan beresin Dek. Biar orang tuanya Doni bisa cepet mgelamar ke sini."


"Doni udah ga punya orang tua Ka. Dia tinggal sama kakaknya. Dokter juga."


"Owh! Begitu. Wah, hebat ya kakak beradik dokter."


"Iya A. Kakanya dinas di rumah sakit yang sama juga. Ambil spesialis Gigi. Klo mas.Doni ambil spesialis Anak."


"Owh! Ya pantes sering ketemu kamu ya Dek."


"Gitu deh A."


"Ko tetehnya ga kecantol dokter dek."


"Dia mah pake kacamata kuda."


"Yeee,,, niatnya kan belajar bukan nyantoli. dokter."


"Kalo mama sama dokter nanti Papa sama siapa?"


"Naaah looh."


Angga pun tertawa dan memeluk Nayya. Mereka berempat nampak begitu akrab tanpa ada rasa canggung sama sekali. Keluarga Nadin memang mudah berbaur dengan siapa saja. Hari semakin gelap Mama dan Bapak pun ikut bergabung bersantai bersama di ruang televisi.


Suasana penuh hangat yang selalu dirindukan oleh orang tua Nadin. Karena kedua anaknya yang bersekolah jauh. Barulah setelah lulus Indah bekerja di rumah sakit kota J.


Sampai disini dulu ya..


Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.


Terima kasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2