
Setelah menyimpan Kanaya di kamar dan melakukan fitting Rama pun kembali ke kantor begitu juga dengan Yoga yang harus kembali ke kantor. Papa dan Nathan sudah melakukan fitting lebih dulu dan sudah kembali ke hotel.
Nathan sudah lebih sering ke hotel karena kuliahnya hanya tinggal skripsi. Jadi Nathan bisa mengerjakannya di hotel. Hubungannya dengan Rika pun semakin dekat karena kedua belak pihak keluarga sudah mengetahui hubungan mereka.
Nathan pun berencana untuk bertungan dengan Rika setelah mereka menyelesaikan kuliahnya. Oleh karena itu Nathan lebih giat bekerja di hotel milik Papa Angga.
Nayya berkumpul di rumah Mama Nadin bersama Bude dan Oma. Opa menemani Kanaya bermain ikan di kolam yang Papa Angga buat sengaja untuk cucu kesayangannya. Opa menjaga Kanaya agar tidak terjatuh di kolam.
"Kakak, tidak berencana menggunakan jasa baby sitter?" Tanya Bude.
"Kalau Mama dulu kan sekolah plus kerja juga Bude kalo sekarang Kakak kan pengangguran masa mau pake jasa baby sitter juga." Jawab Nayya.
"Ya ngga gitu juga Kak. Biar Kakak ga terlalu capek." Ucap Mama Nadin.
"Ngga ah Mah. Semua kerjaan udah di kerjakan Bibik. Kalau anak juga di urus baby sitter kakak ngapain dong." Ucap Nayya cemberut.
"Kakak ngurusin Papinya aja." Jawab Oma.
"Oma... Ih.." Ucap Nayya dengan pipi bersemu merah.
"Ya sudah ga apa-apa Kak ga pake baby sitter juga. Toh, banyak Oma dan Neneknya yang mau jagain." Ucap Bude tersenyum.
"Nah, itu Bude. Sekarang saja Bunda Kasih mau bawa aja Kanaya pulang. Katanya Bunda sepi. Belum lagi Onty Amel. Seneng banget Kanaya banyak yang sayang. Maminya ga perlu beli ini itu semua udah di kasih sama Oma-Omanya." Jelas Nayya.
"Tapi di ajari juga buat hemat Kak." Ucap Mama Nadin.
"Tentu dong Ma." Jawab Nayya yakin.
Mereka berempat pun bercengkrama dengan penuh kasih. Sampai Kanaya datang bersama Opa dengan baju yang sudah di ganti oleh Opa karena baju Kanaya sebelumnya basah.
Opa memang jago mengurus Cicitnya itu. Bahkan dulu saja Cucu-cucunya sering di asuh oleh Opa. Kanaya pun tampak senang bermain bersama dengan Opa.
"Momi.. Mam mam.." Ucap Kanaya pada Nayya.
"Owh! Anak Momi laper ya. Momi bawa makan dulu ya." Ucap Nayya dan mendudukkan Kanaya di sofa.
__ADS_1
"Biar Mama yang ambil Kak. Kakak tunggu aja." Ucap Mama Nadin.
Mama pun membawakan makan untuk cucunya. Setelah itu Nayya yang menyuapi Kanaya makan. Kanaya pun makan dengan lahap karena cape setelah bermain ikan bersama Opa buyut.
Setelah menghabiskan makannya Kanaya ingin bermain bersama Opa buyut lagi. Tapi, dengan lembut Nayya memberitahukan Kanaya kalau Opa buyutnya harus beristirahat lebih dulu. Dan Kanaya pun mengerti dan bermain bersama Netanya yang baru saja keluar dari kamar setelah mengerjakan tugasnya.
Kanaya dan Netanya pun bermain dengan asiknya. Sampai tak di sadari Kanaya tertidur saat bermain boneka. Kanaya tertidur dengan memeluk bonekanya.
"Kak, lihatlah anak mu." Ucap Netanya pada Nayya dengan menunjukan telunjuknya pada Kanaya yang tengah tertidur.
"Astaga. Adek, gendong ke kamar dong tolong." Ucap Nayya.
"Sebentar Kak. Baru aja boboknya nanti terbangun lagi." Ucap Netanya.
Setelah di rasa tidur Kanaya sudah pulas Netanya pun menggendong Kanaya untuk pindah tidur di kamar Netanya. Nayya pun melihat anaknya ya g tertidur dengan pulas di kamar Netanya.
Opa dan Oma sudah beristirahat di kamarnya. Bude pamit pulang terlebih dahulu karena Pakde datang. Sementara Mama Nadin tengah memasak untuk makan malam.
Rama pun datang lebih dulu dari Nathan dan Papa Angga. Karena memang Rama sering pulang cepat setelah kehamilan istrinya. Rama pun berencana menjemput Nayya dan Kanaya untuk pulang namun si urungkan karena Kanaya tertidur.
"Kanaya ga rewel kan seharian tadi?" Tanya Rama do perjalanan pulangnya.
"Ngga Pih. Kakak malah baik sekali hari ini." Jawab Nayya sambil melirik anaknya yang tengah asik memainkan bonekanya.
Sampai di rumah mereka pun segera masuk dan meminta Kanaya untuk tidur. Kanaya pun tertidur sendiri dengan mainannya di atas tempat tidurnya. Nayya pun membereskan tempat tidur dan membetulkan posisi tidurnya sedikit.
Setelah membereskan mainan Kanaya, Nayya pun kembali masuk ke dalam kamar menyusul Rama.
"Kana sudah tidur?" Tanya Rama.
"Sudah Mas." Jawab Nayya.
"Bersih-bersih lalu tidur sayang." Titah Rama.
"Iya sayang." Jawab Nayya.
__ADS_1
Nayya pun segera ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaiannya. Setelah berganti pakaiannya Nayya bergabung bersama Rama naik ke tempat tidur. Nayya menyandarkan kepalanya di dada bidang Rama.
"Hari ini melelahkan sayang?" Tanya Rama.
"Ya." Jawab Nayya singkat.
"Tidurlah." Ucap Rama mengusap lengan Nayya.
Tak butuh waktu lama nafas Nayya pun sudah terdengar teratur. Rama mengecup puncak kepala Nayya membenarkan posisi tidurnya dan tak lama Rama pun ikut berlayar di alam mimpi.
Pagi hari di rumah Rama di hebohkan oleh kedatangan Gaga yang mengganggu Kanaya yang masih tertidur. Gaga datang bersama dengan Ibu Laras. Melihat keponakannya masih tertidur Gaga pun mengganggu keponakannya.
Tangis Kanaya pun menggema dari kamarnya sampai ke kamar Rama dan Nayya. Nayya bangun dari tidurnya membangunkan Rama yang masih tidur memeluknya.
"Mas, Kana menangis." Ucap Nayya dengan suara khas bangun tidur.
"Hmm..." Ucap Rama.
"Bangun Mas. Kana menangis." Ucap Nayya lagi.
"Hah! Nangis." Ucap Rama dan segera bangkit dari tidurnya.
Nayya pun menyusul Rama dengan susah payah karena perutnya yang semakin membesar. Rama berjalan lebih dulu menuju kamar Kanaya. Dan saat dilihat ada Gaga di dalam kamar Kanaya Rama pun berdiri berkacak pinggang di depan pintu kamar Kanaya.
"Lo apain lagi anak ge Gaga." Ucap Rama dengan nada sedikit di tinggikan.
"Ngga gw apa-apain Kak. Dia nangis sendiri." Elak Gaga.
Belum sempat Rama bicara Nayya masuk ke kamar Kanaya dengan menghalau tangan Rama yang mengahalangi jalan. Kanaya yang melihat Momi nya masuk pun langsung menjulurkan tangannya minta di gendong.
"Momi... Hiks...Hiks... Momi." Ucap Kanaya di sela tangisnya.
"Cup cup sayang Momi kenapa?" Ucap Nayya sambil membawa Kanaya kedalam gendongannya.
Gaga yang melihat itu pun begitu takjub melihatnya. Pantes Kakak dan orang tuanya begitu menyayangi Nayya. Karena Nayya begitu lembut memperlakukan Kanaya. Bahkan Kanaya pun langsung berhenti menangis di dalam dekapan Nayya.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Ada yang mau kasih hadiah juga boleh banget kok 😊. Terima kasih 🙏🙏🙏