Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Sold out


__ADS_3

Mereka berempat sampai di rumah Kasih tepat saat jam makan siang. Ternyata semua telah datang. Hanya tinggal menunggu mereka berempat. Orang dari butik pun sudah ada.


Mereka pun makan terlebih dulu. Tapi makan sedikit karena takut ukurannya nanti terlalu jauh berubah. Setelah menyelesaikan makan mereka pun berkumpul di ruang keluarga untuk mengukur pakaian.


"Kas, Syukurannya kapan?" Tanya Santi.


"Tadinya mau minggu ini tapi berhubung ada yang mau lamaran jadilah di undur dulu."


"Lamaran? Siapa?"


"Adek gw." Jawab Nadin.


"Indah?"


"Bukan. Indah mah kan udah bulan lalu. Tinggal nikahnya."


"Lah terus?"


"Amel."


"Eh, Arif mo nikah juga ternyata."


"Alhamdulillah Tim kita juga sold out." Jawab Kasih terkekeh.


Satu persatu diantara mereka sudah di ukur. Begitupun dengan anak-anak dari mereka.

__ADS_1


"Ka, untuk kain anak-anak maaf ya kita bedain soalnya takut anak-anak kepanasan." Ujar salah satu pegawai butik.


"Owh! Iya Ka ga apa-apa. Yang penting mereka nyaman dan masih satu nada dengan kita gitu." Jawab Kasih.


Setelah semua selesai Orang dari butik pun berpamitan dan akan datang kembali satu hulan kedepan untuk fitting baju jadinya. Semua masih ramai berkumpul. Anak-anak bermain dengan gembira. Bisa berkumpul dengan orang-orang yang kita sayang itu suatu kebahagiaan yang tak ternilai.


"Mama Tin. Dibawain ga pesenan gw?" Tanya Nadin pada Tini.


"Pasti dong.."


"Ampun banget deh bumil satu ini. Giliran sama Tin aja dia minta satu permintaan aja. Nah gw dimintain segala macem coba." Keluh Dina.


"Ya udah sih Mih. Gw aja tiap hari dia recokin." Jawab Arif.


"Jadi pada ga ikhlas nih?"


"Iya Nad. Lu tuh yang paling ga pernah minta sesuatu dari kita." Jawab Ivan.


"Uuuuhh... Makasih semuanya." Mereka pun berpelukan.


Nadin memang orangnya ga pernah mau merepotkan orang lain. Selagi dia mampu melakukannya dia akan lakukan sendiri. Barulah setelah dia menyerah dia akan kelabakan mencari bantuan.


"Kalian nginep disini?"


"Kalo gw ngga. Soalnya Mamih ada acara besok."

__ADS_1


"Duuuh acara apa sih Mih?" Tanya Santi.


"Biasalah Arisan komplek gitu. Kebetulan besok kebagian jadi tuan rumah. Makanya ini tadi sekalian belanja."


"Kita juga pulang ko". Jawab Nando.


"Nah, lu kenapa pulang?" Tanya Nadin.


"Ya kali gw disini terus. Gw kerja ya."


Nadin sedikit melupakan rasa mual-mual nya. Karena cukup banyal yang memperhatiknnya. Angga pun tak bisa jauh darinya. Nayya bermain bersama anak-anak yang lain di pantau oleh suster Keluarga Aldo. Karena Aldo membawa serta anak-anak nya.


Ivan,Dina,Nando dan Tina bersama anak-anak mereka berpamitan pulang ke kota J. Amel dan Arif pun berpamitan pulang. Diikuti Angga, Nadin, Aldo dan Santi bersama anak-anak mereka. Kini tinggal Rian, Iwan, Nurul dan anak dari Iwan.


"Yang coba liat jagoan kita udah bangun belum. Kalo udah bangun kita pamit juga."


"Yaelah Wan. Biar aja kali ntar kita balik barengan." Ujar Rian.


"Lah, gw fikir lu nginep disini."


"Maunya itu sih." Jawab Kasih.


"Lah siapa yang nolak." Jawab Rian cengengesan.


Tak berapa lama anak Iwan pun bangun mereka pun berpamitan kepada Kasih. Rian pun ikut pamit. Kini tinggal Kasih sendiri dan untungnya Kasih tak sendiri tinggal di rumah yang begitu besar. Ada beberapa orang pegawai yang membantu Kasih.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2