
"Papa..." Teriak Nathan yang melihat dengan jelas siapa yang datang.
"Mama..." Teriaknya lagi ketika melihat Nadin masuk bersama Angga.
Angga dan Nadin langsung mengampiru Nathan dan memeluknya diikuti oleh Nayya. Mereka berempat pun saling berpelukan. Membuat Ibu dan Mama yang berada diruangan itu ikut terharu melihat adegan anak-anak mereka.
Setelah puas Angga dan Nadin menghampiri Ibu dan Mama kemudian bersalaman tanda hormat mereka pada keduanya. Nadin kembali duduk di samping tempat tidur Nathan bersama Nayya yang duduk di pinggir ranjang.
"Ayah dan Bapak dimana Mah, Bu?" Tanya Angga.
"Mereka sedang ke kantin." Jawab Mama.
"Kalian tau darimana Nathan disini?"
"Kita percepat kepulangan Kita Bu. Karena Nadin sakit." Jawab Angga terpotong oleh Ibu.
"Loh, Nad. Kamu sakit?" Tanya Ibu pada Nadin. Dan Nadin yang ditanya hanya diam memaku karena kaget dengan pertanyaan Ibu.
"Ngga Bu. Makanya denger dulu Mas ngomong."
"Owh! Iya. Maaf. Ibu kan panik Angga." Jawab Ibu dan Mama mengusap punggung tangan Ibu.
"Tenang dulu Mba kita dengarkan anak kita menjelaskan dulu." Pinta Mama menenangkan Ibu.
"Lanjut ga nih?" Tanya Angga menggoda Ibunya.
"Lanjut." Jawab Ibu dan Mama bersamaan.
__ADS_1
"Ih, kompak banget sih." Goda Angga kembali. Ibu pun memukul lengan Angga yang duduk tak jauh darinya.
"Iya, jadi Nadin ada muntah-muntah hebat. Terus kita semua panik karena ga biasanya Nadin begitu. Nadin bilang asam lambungnya naik. Terua Dina periksa ternyata bukan karena asam lambung aja kenapa Nadin begitu. Akhirnya kita putuskan pulang malamnya."
"Terus sudah di periksa lagi A?" Tanya Mama.
"Sudah Mah. Tadi pagi kita langsung ke klinik dokter Z."
"Loh, ko ke dokter Z? Memangnya hamil?" Tanya ibu belum sadar.
"Eh, tunggu. Nad, kamu hamil lagi?" Tanya Ibu dengan binar mata bahagia. Dan hanya di jawab dengan anggukan kecil oleh Nadin.
"Alhamdulillah." Jawab Ibu dan Mamah.
"Berapa bulan teh?"
"Tiga mau empat Mah."
"Maksud Oma di perut Mama ada adek bayi lagi? Seperti Nathan dulu di perut Mama?" Tanya Nayya.
"Iya sayang. Nayya mau dapet adek baru."
"Yee... Nayya mau punya adek lagi." Sorak Nayya senang.
"Nathan ga senang mau punya adik?" Tanya Nadin lembut.
"Senang Ma. Tapi Nath lemes Mah." Jawab Nathan lemah.
__ADS_1
Nadin tersenyum dan membawa Nathan kedalam pelukannya. Nayya memeluk Nadin dan Nathan bersamaan.
"Nad, Amel pulang juga?"
"Eh, iya Bu. Mereka tadi sih belum tau kita ke sini. Soalnya tadi mereka ikut mobil Rian." Jawab Angga.
"Kalo begitu kamu telfon Amel. Biar dia di rumah Rian saja dulu biar Kasih membantu Amel. Ibu sama Ayah pulang besok saja." Jelas Ibu.
Angga pun menelfon Arif dan mengatakan apa yang di minta Ibunya. Betapa kagetnya Arif mendengar Angga dan Nadin sudah berada di kota J. Apalagi mendengar kabar Nathan di rawat.
"Lu tenang aja ya. Nathan udah mendingan Ko. Kata Ibu Refa dibawa Neneknya karena khawatir Mama sama Bapak repot."
"Ya sudah biar nanti Gw telfon nyokap. Sori gw ga bisa kesana Mas."
"Iya ga apa-apa Rif. Lu jagain Amel aja sama baby."
"Iya Mas."
Sambungan telfon pun terputus. Tak lama Bapak dan Ayah datang keruangan Nathan. Ayah dan Bapak pun sangat bahagia mendengar kehamilan Nadin.
Ayah, Bapak, Ibu dan Mama pamit pulang dulu karena sudah ada Nadin dan Angga yang menunggu Nathan.
"Apa sebaiknya kamu juga pulang saja bersama Nayya sayang. Biar Nathan Mas jaga."
"Ngga apa-apa Mas. Nad disini saja."
"Ya sudah Kita pamit dulu Ya. Besok sebelum Ibu dan Ayah pulang Kita mampir dulu kesini."
__ADS_1
"Iya Bu." Jawab Angga singkat.
Tbc...