Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Meminta Jadi Istri


__ADS_3

Selesai memberi makan Kanaya dan memberikannya obat Nayya pun segera membereskan perlengkapan Kanaya. Nayya berdiri dan merapihkan gendongannya. Dengan menenteng tasnya dan tas perlengkapan Kanaya Nayya pun berjalan menghampiri tiga orang yang tengah asik berbincang.


"Bu, Pak. Nayya pamit pulang dulu ya. Kasihan Kana jika terlalu lama di rumah sakit." Pamit Nayya melupakan Rama.


"Ah, iya Dok. Sepertinya memang baiknya begitu." Ucap Ayah gugup.


Hmm... Rama pun berdehem. Nayya melirik kearah Rama.


"Kenapa?" Tanya Nayya polos.


"Papi.." Ucap Kana melihat kearah Rama.


Nayya pun menoleh kearah Kana kemudian melihat arah pandang Kana. Dan sontak membuat Nayya terkaget.


"Astaga. Maaf." Ucap Nayya seraya menyimpan tas bawaannya di lantai lalu melepaskan gendongannya dan memberikan Kana pada Rama.


"Maaf. Sebaiknya anda membawa Kana pulang. Tidak baik dia berada di rumah sakit." Ucap Nayya sambil memberikan Kana pada Rama. Rama pun menerima Kana dan membawanya dalam gendongannya.


"Kalau begitu saya permisi. Sekali lagi Maaf." Pamit Nayya pada Rama dan orang tuanya.


Tersirat kesedihan di wajah Nayya kala Nayya menyerahkan Kana pada Rama. Namun, Nayya mampu menutupinya mengingat ini rumah sakit tempatnya praktek.


Tak menunggu jawaban dari orang-orang yang berada di ruangan itu Nayya pun berlalu keluar dengan langkah lebar. Nayya ingin cepat menuju mobilnya dan menghiraukan orang-orang disekitar.


Kana menangis melihat kepergian Mominya. Namun Kana pun sudah tak tahan dengan kantuknya karena pengaruh Obat yang di berikan Nayya tadi. Sementara Nayya pulang dengan derai air mata. Sesampainya di rumah Nayya langsung mengurung dirinya di kamar.


"Kakak." Panggil Nadin mengetuk pintu kamar anak gadisnya. Namun tak dapat jawaban.


"Ada apa?" Tanya Ibu.


"Entahlah Bu. Kakak juga tak membawa Kana pulang." Jawab Nadin.


"Coba hubungi Rama. Tanyakan apa yang terjadi?" Saran Ibu.


"Baiklah Nadin akan coba hubungi Rama." Ucap Nadin.


Setelah mandapat penjelasan dari Rama Nadin pun lega karena Kana memang sudah berada dengan Papinya. Sikap Nayya hanya karena dirinya sedih berpisah dengan Kana. Nadin teringat dahulu kala dirinya tak putus asa terus mencari keberadaan Nayya selama berbulan-bulan.

__ADS_1


Semua sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan makan malam yang Nadin siapkan. Tapi hanya satu penghuni rumah yang belum menampakka batang hidungnya.


"Kakak pergi Mah?" Tanya Neta.


"Ada. Kakak sedang tak enak badan." Jawab Nadin sekenanya.


"Owh! Ponakan Onty sudah pulang ya Mah?" Tanya Neta lagi.


"Sudah. Tadi di antar Kakak." Jawab Nadin.


"Nanti Nathan yang antar makan malam untuk Kakak ya Mah." Usul Nathan.


"Ngga usah. Nanti biar Mama aja ya. Ayok sekarang kita makan." Ajak Nadin.


Angga menggenggam tangan Nadin mengerti keadaan istri dan anaknya. Nadin mengulas senyuman pada Angga. Ibu dan Ayah yang melihatnya merasa bahagia dengan keluarga anak sulungnya itu.


Setelah selesai makan malam. Nadin menyiapkan makan malam untuk putri sulungnya.


"Nak, besok Ibu dan Ayah pamit ke rumah Amel ya." Pamit Ibu.


"Kenapa besok Bu? Bukannya acara pertunangan Refa minggu depan?" Tanya Nadin.


"Tapi Bu." Ucap Nadin terputus.


"Jangan khawatir. Besok juga besan datang jadi kita sama-sama menyiapkan persiapannya." Jawab Ibu menenangkan menantu kesayangannya.


"Baiklah. Tapi, Ibu jangan lupa ya. Jangan terlalu capek." Titah Nadin. Dan Ibu pun mengangguk mengiyakan.


Ya, berpamitan kepada menantunya lebih sulit dibandingkan berpamitan pada Angga anaknya. Oleh karena itu, Ibu lebih leluasa berpamitan pada Nadin untuk menghindari kesalah fahaman antara Angga dan Nadin.


Nadin membuka pintu kamar Nayya yang tak terkunci. Dilihatnya Nayya yang masih meringkuk di atas kasur sambil memainkan ponselnya. Nadin duduk di samping Nayya sambil memegang piring berisikan nasi dan lauk pauknya. Sebelumnya Nadin menyimpan segelas minum diatas nakas samping tempat tidur Nayya.


"Duduklah sayang. Mama suapi Kakak makan ya." Titah Nadin.


Nayya menoleh kearah Nadin. Nadin pun mengangguk. Nayya pun menuruti perintah Nadin. Nayya duduk bersandar pada sandaran tempat tidur. Nadin oun menyodorkan sendok untuk menyuapi Nayya. Setelah makanan habis Nadin menyodorkan minum untuk Nayya.


"Bagaimana persiapan wisuda dokter Kakak?" Tanya Nadin memecahkan keheningan.

__ADS_1


"Besok Kakak ke kampus Mah. Gladi resik." Jawab Nayya.


"Setelah ini Kakak ga berencana mengambil spesialis?" Tanya Nadin lagi.


"Boleh?" Tanya Nayya.


"Siapa yang melarang?" Tanya Nadin.


"Mama saja sudah menjadi perawat senior berhenti bekerja setelah memiliki Neta." Ucap Nayya.


"Lalu?" Nadin.


"Kakak ga yakin Kakak akan terus menjadi dokter setelah Kakak menikah dan memiliki anak." Ucap Nayya asal.


"Kapan pria itu akan datang meminta Kakak pada Mama dan Papa?" Tanya Nadin.


"Hah! Maksud Mama?" Tanya Nayya bingung.


"Kakak tidak ingin melanjutkan sekolah karena alasan Suami dan anak. Rama meminta Kakak menjadi istrinya?" Tembak Nadin.


"Astaga Mama. Kenapa Mama bertanya seperti itu pada Kakak?" Ucap Nayya dengan wajah yang sudah memerah tanda dia tersipu.


"Jika iya. Mama akan langsung jawab Oke." Ledek Nadin sambil berlalu pergi meninggalkan anak gadisnya.


*Mama... Ih, nyebelin." Teriak Nayya dari dalam kamarnya.


Nadin pun keluar dari kamar Nayya sambil tersenyum puas karena telah mengerjai anak gadisnya. Dan itu tak luput dari pandangan Angga suaminya.


"Kenapa Yang?" Tanya Angga mengagetkan Nadin.


"Astaga Mas. Kenapa mengejutkan Nad. Untung saja piring dan gelasnya ga jatuh." Oceh Nadin.


Nadin pun memberikan piring kosong kepada maid yang tengah melintas di dekatnya. Dan Nadin berjalan mendekati suaminya.


"Maaf jika Mas mengagetkan Nad. Ada apa sampai anak gadis kita berteriak?" Tanya Angga lagi.


"Nad bilang jika Rama meminta Nayya untuk jadi istrinya dan ibu bagi Kana Nad akan langsung bilang Oke." Jawab Nadin.

__ADS_1


"Sayang." Ucap Angga lembut sambil mengusap puncak kepala Nadin.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2