
"Sayang, Nad mau ketaman belakang ya. Liat bunga-bunga Ibu."
"Iya. Hati-hati ya sayang. Aku disini yah."
"Oke sayang."
Nadin ke taman belakang di antar oleh salah satu maid. Saat Nadin tengah asik merawat tanaman milik Ibu ponselnya berbunyi.
"Halo... Siapa ya?"
"Ka, ini syafa. Nomernya belum di save ya?"
"Owh! Hai apa kabar? Rasanya kemarin sudah di save nomernya lain lagi?"
"Ngga deh Ka."
"Ya udah nanti saya cek lagi ya. Ada apa nih?"
"Kaka lagi sibuk ya?"
"Ngga. Saya lagi duduk-duduk cantik aja." Jawab Nadin sambil terkekeh.
"Waah.... Boleh dong syafa main kerumah."
"Boleh. Datang saja jika senggang."
"Sekarang boleh ya Ka. Kaka mau di bawakan apa?"
"Kamu datang saja ngga perlu repot-repot.
Syafa pun mengakhiri percakapanya. Nadin memberitahukan kepada maid jika akan ada yang datang. Nadin pun megakhiri kegiatannya dan masuk kedalam rumah. Nadin mencuci tangan dan kakinya lalu duduk di samping Angga.
"Kenapa sayang?"
"Syafa mau kesini."
__ADS_1
"Kapan?"
"Katanya sekarang."
"Kalo kamu keberatan batalkan saja sayang."
"Aku ga enak yang."
"Ya sudah biar saja. Nanti tetep disini aja ngobrolnya ya."
Nadin mengangguk dan bergelayut manja di lengan Angga sementara pandangan Angga tetap pada layar laptopnya. Tak beberapa lama terdengar langkah kaki mendekat.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikum salam." Jawab Angga dan Nadin.
"Hai Ka."
"Hai Sya." Daaaaan duuuueeeerrrr ternyata Syafa datang bersama dengan Topan.
"Duuuh,,, aku ganggu ya."
"Iya nih. Ada apa dek?" Saut Angga.
"Diiih Ka.Angga gitu deh. Emang ga boleh Sya main."
"Boleh aja. Ada apa nih tumben banget."
"Mbaa,,," Teriak Nadin pada maidnya. Dan maidnya pun segera datang menghampiri Nadin.
"Tolong bawakan minuman dan cemilan ya untuk mba.Syafa dan suaminya."
"Baik Bu." Maid pun segera masuk.
"Mba, kata Amel Mba perawat? Tapi mba bilang kemarin dosen."
__ADS_1
"Emang ga boleh kalo perawat jadi dosen?"
"Iiih, bukan gitu mba. Ko mba ga praktek di rumah sakit atau klinik gitu?"
"Owh! Ngga. Klo jadi dosen jadi banyak waktu buat keluarga."
"Iya ya Mba. Ka.Angga bisa-bisa pasang bodyguard klo mba jadi pwrawat di rumah sakit." Jawab Syafa sambil tertawa.
Maid datang membawa minuman dan cemilan.
"Silahkan diminum Sya, Ka."
"Makasih."
Mereka pun ngobrol kesana kemari sangat asik. Tak terlihat adanya rasa cemburu dari Topan melihat kemesraan Nadin dan Angga. Nadin pun bersikap biasa saja seolah tak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dan Topan. Hari telah siang Syafa dan Topan pun berpamitan dengan Nadin dan Angga.
"Ka Nadin kapan-kapan kita jalan-jalan yah. Hangout gitu jangan dirumah aja."
"Makasih loh ajakannya. Iya nanti saya minta kartu sakti dulu sama suami."
"Ga perlu diminta juga kartu saya dia semua yang pegang."
"Tuuuh denger Mas. Masa aku pake belanja dikit aja ngomel-ngomel. Dibilang istri boros gitu."
"Ya boleh aja belanja tapi ga tiap hari juga." Jawab Topan.
"Klo saya mau belanja apa Sya. Semua sudah di sediakan suami saya."
"Iiih... Romantis amat siih Ka.Angga."
"Romantisnya juga sama istri sendiri dek. Halal."
"Iya deeh..."
Syafa dan Topan pun pergi dari kediaman Bagaskara. Topan tak menyangka Nadin akan mendapatkan pewaris dari seorang Bagaskara.
__ADS_1
Sampai disini temen-temen... Mana jempol sama komennya nih... Ko sepi yaa...