Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Selamat Jalan Ayah


__ADS_3

Angga dan Rian pun bergegas menuju IGD seperti yang di tunjukan oleh Yoga di telfon. Rian dan Angga segera menghampiri Yoga dan Nathan setelah mereka melihatnya. Mereka pun heran mengapa banyak polisi disana.


"Ada apa?" Tanya Angga begitu sampai di dekat Nathan dan Yoga.


"Pah." Ucap Nathan lirih.


"Ada apa?" Tanya Angga lagi.


"Pah, masuklah." Ajak Yoga menuntun Angga dan Rian untuk masuk kedalam.


Yoga meminta seorang polisi untuk membuka kain penutupnya. Polisi tersebut pun membuka kain penutupnya. Dan betapa terkejutnya Angga melihat sesosok mayat yang ternyata Arif adik iparnya. Angga mundur beberapa langkah dan kepalanya menggeleng.


Rian menutup matanya dan meminta polisi untuk menutupnya kembali. Rian meminta perawat segera mengurus jenazah Arif. Yoga dan Nathan segera mengurus persoalan dengan polisi.


"Pak, boleh saya tau bagaimana kronologinya?" Tanya Yoga pada Pak. Akbar.


Deg


"Dek Rian silahkan." Ucap Pak.Akbar meminta pada remaja yang bernama Rian.


"Se...sebelumnya saya minta maaf Kak." Ucap anak tersebut terbata-bata.


"Ceritakanlah." Ucap Nathan.


Rian pun menoleh pada Pak Toto Ayahnya. Beliau menganggukkan kepalanya pasrah. Karena anaknya memang bersalah.


Rian pun menjelaskan apa yang terjadi antara Arif dan dirinya. Rian pun mnegakuinya bahwa dirinya bersalah. Dirinya lalai dalam berkendara sehingga tidak bisa mengendalikan mobilnya sendiri.


Beruntung Rian hanya luka ringan sementara Arif harus terhimpit mobilnya dan mobil Rian karena hantaman mobil Rian tepat mengenai bagian samping kanan tepat dimana supir berada. Bagian kanan tubuh Arif pun hancur.


"Saya hanya wakil dari keluarga Pak. Nanti saya akan bicarakan dengan mereka. Bapak dan Dek Rian tenang saja. Saya yakin keluarga tidak akan memberatkan kalian. Dengan Dek Rian tidak lari pun kami menghargainya. Tapi, mungkin akan sangat sulit bagi anak dan istri beliau. Karena besok lusa adalah pernikahan anak satu-satunya setelah anak kedua beliau meninggal karena kecelakaan beberapa tahun lalu." Jelas Yoga panjang kali lebar luas keliling.

__ADS_1


Angga menghubungi Aldo meminta agar memberitahukan kejadian yang dialami Arif pada seluruh keluarga besar. Karena sekarang dirinya dan Rian masih berada di rumah sakit. Sementara Nathan dan Yoga mengurus di polres.


Aldo pun dibuat gelisah dengan amanat yang di berikan padanya. Aldo bingung apa yang harus dia perbuat.


"Ayah." Panggil Netanya.


"Hah! Iya sayang." Jawab Aldo gugup.


Netanya pun segera menghambur kedalam pelukan Aldo kemudian menangis sejadi-jadinya. Aldo pun tak kuasa menahan tangisnya. Aldo yakin Netanya sudah mengetahui kejadiannya.


"Kamu?" Tanya Aldo terhenti dan Netanya menganggukan kepalanya.


"Ayah harus memberitahukan kepada semua orang Dek." Ucap Aldo.


"Kita minta semua berkumpul di rumah utama saja Yah." Saran Netanya.


"Baiklah." Jawab Aldo.


Rama pun di hubungi untuk membawa Nayya ke rumah utama. Semua pun bergegas ke rumah utama. Dengan berbagai macam fikiran. Pingitan yang di lakukan oleh Refa dan Agiel pun buyar pasalnya Aldo meminta Agiel duduk di dekat Refa.


Setelah semua berkumpul Aldo menarik nafas dalam. Netanya mengahampirinya dan menggenggam erat lengan Aldo. Aldo pun tak kuasa menitikan air matanya membuat Ibu Santi semakin meradang ada apa dengan suaminya bahkan sekarang Netanya berdiri di samping suaminya dan menggenggam erat tangan suaminya dan dirinya.


Rama duduk di samping Nayya dan Gaga di perintahkan untuk duduk di samping Nadin. Semua pun bertanya-tanya ada apa. mengapa semua harus duduk berpasang-pasangan. Setelah menarik nafas dalam Aldo pun akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Saya mohon maaf sebelumnya telah mengganggu acara kalian. Ada berita tak enak yang harus kalian dengar dan tau. Saya..." Ucap Ayah Aldo terhenti tak kuasa menahan tangisnya. Setelah dirinya dapat menguasai emosinya Ayah Aldo pun melanjutkan bicaranya.


"Mel, Ref." Panggil Ayah Aldo.


"Ya." Jawab Amel dan Refa.


"Gw harap kalian tabah. Arif kecelakaan dan meinggal di tempat." Ucap Ayah Aldo to the poin dengan di akhiri tangisnya yang pecah.

__ADS_1


Duaaaaar.....


Semua pun terkejut dengan berita yang di sampaikan Ayah Aldo. Seketika Bunda Amel dan Refa jatuh terkulai. Untunglah Agiel berada di samping Refa dan Bunda Amel.


"Ayaaaah...." Teriak Refa melengking membuat semua orang menitikan air matanya.


Agiel memeluk erat calon istrinya. Agiel memberikan kekuatan dan ketenangan pada Refa sementara Bunda Amel syok dan tak dapat mengeluarkan kata-kata.


"Sebentar lagi jenazah Arif akan datang. Saya harap semua menyiapkan persiapan untuk pemakaman Arif." Pinta Aldo pada semua pekerja.


Akhirnya dekorasi yang semula di buat untuk persiapan akad yang akan di laksanakan di rumah utama pun di rubah menjadi persiapan untuk pemakaman jenazah Arif.


Aldo pun memberitahukan kepada Angga bahwa semua di rumah utama sudah siap. Mama Nadin dan Bunda Kasih terus menangis dan saling berpelukan. Papih Ivan, Bapak Nando pun terus berada di dekat keduanya. Semua terpukul dengan kepergian Arif.


Nadin dan Kasih menghampiri Amel yang masih mematung diri di kamarnya. Refa di temani Agiel dan Mamih Dina di kamar Refa. Agiel terus memeluk Refa memberikan kenyamanan pada calon istrinya. Mamih Dina pun terus menggenggam Refa untuk memberikan dorongan dan kekuatan pada calon menantunya.


Tak lama jenazah Arif pun datang diantarkan oleh ambulance dari rumah sakit C. Di susul mobil Rian. Angga berada di ambulance bersama jenazah Arif. Kemudian tak lama mobil Yoga pun datang bersama Nathan.


Saat peti jenazah Arif di simpan di bagian depan rumah utama Amel pun berlari dari arah kamarnya di susul Nadin dan Kasih. Amel meminta perawat yang membawanya untuk membuka petinya. Orang tua Arif jangan ditanya Ibunya terus tak sadarkan diri setelah mendengar anak bungsunya harus pergi dengan cara yang sama dengan cucunya.


Refa yang mendengar teriakan ibunya pun langsung berlari ke bawah menuju sumber suara di iringi oleh Agiel dan Mamih Dina.


Amel melihat jenazah suami tercintanya membujur kaku di dalam peti jenazah. Air matanya tak kuasa terus keluar. Tubuhnya lemah terduduk di samping peti suami tercintanya.


Refa membenamkan diri di dadadl bidang milik suami tercintanya. Nadin dan Kasih pun menghambur memeluk suami mereka. Nathan memeluk Onty tersayangnya memberikan kekuatan padanya.


Acara demi acara pun di lalui. Jenazah Ayah Arif sudah di kebumikan. Bunda Amel terus meratapi kepergian suami tercintanya. Bunda sudah melarang suaminya untuk pergi kala itu. Bunda meminta Ayah untuk meminta bantuan pada yang lain saja tapi Ayah bersikukuh untuk pergi hingga akhirnya berita duka yang di terimanya.


Refa terus memeluk Bundanya. Mereka berdua pun tertidur saling berpelukan. Setelah serangkaian acara selesai di laksanakan. Semua pun bingung apa yang harus mereka lakukan sementara acar pernikahan harus tetap di gelar besok lusa.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Mau kasih hadiah juga boleh banget kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2