Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pelukan Suami


__ADS_3

Sampai di rumah sakit Nadin sudah dibawa keruang perawatan. Mereka pun langsung berhamburan ke ruang perawatan Nadin. Di lorong menuju kamar Nadin mereka bertemu dengan Mang.Ujang. Dan mang.Ujang pun mengantarkan mereka ke ruang perawatan khusus.


"Nadin." Ujar Ibu dan Mama begitu sampai di ruangan Nadin.


Angga dan Nadin menoleh kearah sumber suara. "Eh, kalian udah nyampe."


"Nakal yah kamu Ka. Ada apa-apa ga bilang-bilang. Kita serunah loh Ka." Ujar Ibu marah.


"Aduh, iya Bu maaf. Kaka panik."


"Gimana Teteh udah baikan?" Tanya Mama.


"Alhamdulillah Mah. Udah berkurang mualnya." Jawab Nadin.


"Udah diperiksa berapa bulan A?" Tanya Indah.


"Sudah kata dokter 8-9mingguan."


"Selamat ya sayang." Ucap Ayah.


"Makasih Yah."


"Jaga kesehatan kamu ya."


"Iya. Yah."


Satu persatu memberi selamat pada Nadin dan Angga. Mama dan Bapa senang akhirnya Nadin hamil. Semua berkumpul di ruangan Nadin. Siang hari Mama, Bapa dan Indah berpamitan untuk kembali ke kota J.


Kasih tampak terburu-buru datang kerumah sakit bersama Santi. Mereka mengetahui kabar Nadin dari Aldo. Karena Aldo ada menelfon Angga dan Angga mengbari dirinya tengah di rumah sakit.


"Kasih."


"Hei Dok."


"Hai Kas, San. Apakabar?"


"Baik Dok. Lagi piket Dok?"


"Iya. Ada apa? Ko keliatan buru-buru?"


"Hmmm..." Santi menyenggol lengan Kasih.


"Ada apa?"


"Kita mau liat sodaranya suami saya Dok." Jawab Santi menutupi. Karena mereka tau Dokter Agus menyukai Nadin.


"Owh! Di rawat disini?"


"Iya Dok?"


"Di ruang mana?"

__ADS_1


"Belum tau Dok ini mau tanya ke informasi dulu."


"Owh! Mari saya bantu."


"Owh! Ga usah repot-repot Dok biar kami cari saja. Terima Kasih sebelumnya." Jawab Santi.


Dan Kasih melihat Aldo dari kejauhan. Kasih langsung memberi kode pada Santi.


"Nah, itu suami saya Dok. Kita permisi dulu ya."


"Owh! Iya silahkan."


"Mari Dok." Jawab Santi dan Kasih.


Mereka pun langsung berlari memburu Aldo. Kasih menengok kebelakang memastikan bahwa Dokter Agus tidak melihatnya lagi.


"Hampir aja gw keceplosan."


"Lu siih."


"Tapi biar aja kali ya dia tahu."


"Biar tau sendiri aja jangan dari kita." Jawab Santi cengengesan.


Aldo melihat Istri dan sahabatnya.


"Kenapa ko kaya ketakutan gitu?"


"Diiih becandaannya ga lucu banget deh kalian."


"Udah ah. Ayo." Ajak Kasih.


Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ruangam Nadin. Sesampainya di ruangan, Nadin hanya di temani Angga dan Arif.


"Loh, Rif. Amel mana?"


"Dasar Lu ga tau sopan santun. Main masuk aja. Ucapin salam dulu ngapa." Jawab Arif.


"Eh, iya sori deeh. Amel mana?"


"Ke kantin tadi beli makanan."


"Ko ga dianter?"


"Udah gede kali Calon bini gw."


"Udaaah ih, Lu kesini mau jenguk gw apa mau berantem sih."


"Eh, iya gw lupa. Gimana lu baekan?"


"Baikan doong. Kan yang jaga spesial."

__ADS_1


"Martabak kali ah spesial."


"Bunting Lu Nad?"


"Ya Allah Aldooooo... Kira-kira ding Lu kalo ngomong. Emang Bini gw kucing apa." Protes Angga.


"Hahaha... Sori deeeh...."


"Alhamdulillah Ka. Do'ain ya biar sehat lancar sampai waktunya tiba."


"Amin."


"Eh, Kas. Ko Lu sendirian sih?"


"Kaka ada rapat dulu. Ntar kesini ko sekalian jemput gw."


Setelah beberapa lama mereka asik berbincang datanglah yang di tunggu-tunggu. Rian datang bersamaan dengan Iwan dan Nurul. Jadilah mereka bertiga bersamaan menuju ruang rawat Nadin.


Suasana kamar begitu hangat dengan kehadiran sahabat dan perhatian Nadin pun teralihkan dari segala rasa mual yang melanda. Namun saat semua pulang dan hanya menyisakan Angga di ruangan Nadin mulai mengeluh dengan segala rasanya.


Angga dengan telaten melayani segala keinginan Nadin. Nadin begitu nyaman tertidur dalam pelukan Angga sampai datang suster untuk memeriksa kemajuan keadaan Nadin.


"Permisi.. Saya cek. Eh, Bu.Nadin."


"Eh, kamu kerja disini?"


"Iya Bu. Saya fikir hanya kebetulan saja namanya sama dengan Ibu ternyata beneran Ibu. Duuuh seneng banget ketemu Ibu lagi."


"Duuuh... Makasih ya."


"Kamu Mahasiswinya istri saya?"


"Iya Pa. Ibu dosen favorit kami Pa."


"Terima kasih ya."


"Iya Pa. Sama-sama. Jangan kaget Pa. Disetiap Rumah sakit pasti ada Mahasiswa Mahasiswi nya Ibu."


"Bukan cuma Mahasiswa Mahasiswi nya. Tapi yang lainnya juga banyak."


"Duuuh Bapaknya cemburu Bu. Ibukan banyak fansnya."


"Waah... Harus di cemburuin dong."


"Bener banget Pa. Ya sudah saya permisi dulu ya Bu, Pa. Selamat ya Bu. Semoga segera membaik ya Bu."


"Makasih ya."


Nadin pun kembali berdua bersama Angga. Dan Angga kembali memeluk Nadin karena itulah hal yang paling Nadin suka berada dipelukan suami tercinta.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2