
Sejak pagi tadi Mamah, Nadin, Indah dan Nayya sudah di rias oleh MUA profesional. Mama, Bapa, Indah dan Doni mengenakan pakaian yang sama. Sementara Nadin, Nayya dan Angga mengenakan seragam yang diberikan Kasih dan Rian.
Setelah semua selesai mereka bersiap pergi ketempat acara. Kasih mengadakan acara pernikahannya di rumah. Karena halaman rumahnya cukup luas untuk menampung undangan.
Sampai lokasi sudah ada Ivan dan keluarga, Nando dan keluarga. Sementara Arif dan Amel belum terlihat. Amel menginap di rumah Arif karena permintaan mamanya Arif.
"Masya Allah Nadiiiiiiiiiin.... Gw iri banget sama Lu."
"Biasa deh Mamih ah..."
"Gw tam*** klo ada yang bilang Lu jelek."
"Diiiih,,, serem amat sih."
"Emang iya Nad. Lu itu sempurna."
"Jangan bilang gitu Tin. Gw malu sama yang maha pencipta nih."
"Elu mah ih. Gemes deh."
"Ga, iket takut ntar ada yang gandeng."
"Plis deh Nando."
Nadin pun menggandeng Angga dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya menggandeng Nayya. Aldo, Santi, Iwan dan Nurul bergabung dengan rombongan keluarga Rian. Lima menit sebelum ijab kabul Arif dan Amel baru sampai di tempat acara.
Ijab kabul terlaksana dengan khidmat. Sekarang Kasih telah sah menjadi Nyonya Rian. Segala do'a terbaik dipanjatkan untuk pengantin. Setelah acara ramah tamah dan foto sejenak Kasih dan Rian harus kembali bersiap untuk acara resepsi. Karena Akad dan Resepsi tidak di gelar terpisah.
Semua tamu undangan telah berkumpul di gedung tempat resepsi akan diadakan. Pengantin pun memasuki tempat acara. Riuh tepuk tangan pun ramai terdengar. Kasih dan Rian menyambut tamu undangan di pelaminan.
__ADS_1
"Selamat kesayangan..." Ucap Nadin sambil menengadahkan tangannya untuk di peluk Kasih.
"Makasih baby." Jawab Kasih dan mereka pun berpelukan haru.
Angga dan Rian berpelukan memberi selamat. Satu persatu sahabat mereka pun bergiliran memberi selamat. Setelah itu mereka pun melakukan acara foto bersama.
"Sini sayang duduk. Nanti kamu kecapean lagi."
"Makasih suami. Sini Nay duduk dulu." Ajak Nadin pada Nayya.
"Mah, Nayya mau sama Nenek sama Aki yah."
"Boleh." Nayya pun segera menghampiri Nenek dan Akinya.
"Hai, Nadin kan?"
"Iya. Siapa ya?"
"Maaf. Tapi lupa." Jawab Nadin cengengesan.
"Aku Dika temen SMA kamu."
"O....h.... Dika."
"Kamu cantik banget sih Nad. Udah nikah?"
"Eh, ga liat perut gede gini? Ya udah lah. Masa iya ni perut tiba-tiba gede sendiri." Jawab Nadin sekenanya.
Angga memperhatikan gerak-gerik lelaki yang tengah mengajak Nadin ngobrol.
__ADS_1
"Kenalin nih suami gw." Ucap Nadin memperkenalkan Angga pada Dika.
"Angga."
"Dika. Owh! Ini suami kamu Nad."
"Iya. Kalah cakep kan Lu?"
"Hai, Dik. Mana pasangan Lu?" Tanya Arif melihat Dika seperti sedang menggangu Nadin.
"Eh, Rif. Gw datang sendiri."
"Yaah... Sayang banget ga ada yang Lu bawa ya."
"Yaelah dari pada Lu jomblo."
"Eits... Siapa bilang. Lu ga liat ni bidadari deket gw."
"Eeiiih... Ada yang mau Lu?"
"Sembarangan. Kenalin nih bini gw."
"Amel."
"Dika. Ngga khilaf kan neng mau sama si Arif.
"Astagfirullah. Kayanya omongan kamu ga bermutu banget ya." Jawab Amel emosi.
Arif menahan tawanya dan menggiring semuanya menjauh dari Dika. Dika memamg terkenal suka ginta ganti pasangan. Beberapa kali Dika mencoba mendekati Nadin namun selalu gagal. Nadin tak pernah bisa dia tangkap.
__ADS_1
Arif menjelaskan siapa Dika pada Angga atar Angga bisa lebih waspada kepadanya. Angga pun mengerti. Semua sahabat berlumpul kembali.
Tbc...