
Hai reader terima kasih masih setia nungguin cerita aku ya. Maaf telat up ya. Happy reading...
Hari ini keluarga kecil Angga sudah bersiap untuk pergi ke kota C menghadiri acara pernikahan Indah dan Doni besok pagi. Sementara yang lain akan berangkat besok pagi saat acara akad. Keluarga kecil Angga pergi lebih dulu karena akan diadakan pengajian hari ini.
Nadin di bantu Mba.Sus menjaga dua anaknya. Mba.Sus selalu setia di samping Nadin untuk menjaga Nayya dan Nathan.
Keluarga kecil Angga di sambut kedatangannya oleh keluarga besar Mama Nadin. Nayya yang sudah mengenal mereka pun selalu menebarkan senyumannya.
"Aduuuuh... Assalamu'alaikum cucu-cucu Nini." Sambut Uwa Nadin kepada Nayya dan Nathan.
"Wa'alaikum salam Nini." Jawab Nayya.
"Waah,, sekarang Nayya ada temennya ya."
"Iya Nini."
Nadin dan Angga menyalami Uwa Nadin bergantian begitu juga Mba.Sus dan Nayya. Nathan masih terlelap di gendongan Nadin.
"Ngga rewel Nad di perjalanan?"
"Ngga Wa Alhamdulillah."
"Sini Uwa gendong Nad." Nadin pun menyerahkan Nathan dalam gendongannya.
"Alhamdulillah akhirnya kalian datang juga." Sambut Bapa sambil menggendong Nayya.
Keluarga kecil Angga dan Mba.Sus menyalami Bapa, Mama dan juga keluarga yang lainnya. Angga menyimpan bawaannya kedalam kamar Nadin. Dan Mba.Sus menyimpan barangnya dan milik Nayya ke kamar Nayya yang sudah di siapkan oleh Bapa dan Mama.
"Masya Allah ini baby anteng banget ya Nad. Segitu disini rame." Ucap Bibi Nadin.
__ADS_1
"Iya Bi. Kemarin pulang dari rumah sakit kan di rumah di bikin rame juga sama Ayah. Kata Ayah biar pas acara Indah baby Nathan sudah terbiasa dengan suara-suara rame."
"Ya Allah. Mertua kamu baik banget ya Teh." Jawab sepupu Nadin yang tak lain anak dari Bibinya Nadin.
"Alhamdulillah dek."
Sementara Angga bergabung dengan saudara laki-laki yang lainnya. Berbincang hangat karena segala pekerjaan persiapan pengajian nanti sore sudah ada yang menyiapkannya. Keluarga hanya berkumpul saja.
"Mama, Nayya mau minum."
"Boleh sayang. Sini." Nadin pun membawa Nayya ke dapur untuk mengambil minum.
"Teh, makan saja dulu ajak Aa nya." Ucap Mama.
"Iya Mah, sebentar lagi deh."
"Jangan begitu mumpung Nathan banyak yang pegang. Jangan lupa juga Nathan dan Nayya menyus* ASI kamu loh."
"Sana ajak si Aa juga makan. Kasian mungkin si Aa udah laper."
Nadin pun mencari Angga untuk mengajaknya makan. Angga dan Nadin makan bersama. Tak hanya mereka berdua saja ada juga keluarga yang lain yang ikut makan. Ivan, Nando beserta keluarga masing-masing memang sudah stay di rumah Nadin sejak beberapa hari yang lalu.
Mama dan Bapa memintanya untuk tinggal di rumah sementara. Mereka pun dengan senang hati menurutinya. Nayya pun bergabung main bersama anak-anak dari Ivan dan Nando. Mba.Sus hanya memperhatikan saja.
"Teteh, gimana lukanya sudah membaik?". Tanya Indah.
"Alhamdulillah dek. Sekarang udah bisa mandiin Nathan sendiri."
"Masya Allah beneran Teh?" Tanya Ika sepupu Nadin yang bekerja sebagai guru taman kanak-kanak.
__ADS_1
"Iya dek. Teteh di kasih obat cina gitu sama Ibu.
"Waah,,, pasti mahal ya Teh obatnya?"
"Teteh ga tau Ka. Teteh cuma minum aja."
"Diminumnya pas kapan Teh?" Tanya Indah yang merupakan seorang bidan.
"Setelah obat yang dari rumah sakit abis terus teteh lanjutin yang dari Ibu."
"Ga ada keluhan Teh?"
"Ga ada dek. Palingan ngilu aja gitu."
"Wah, itu mah semangat Teteh juga yang pengen cepet sembuh ya Teh.Indah." Ucap Ika.
"Iya. Itu yang paling mempengaruhi. Cuti lagi dong Teh?"
"Ngga dek. Teteh ngajarnya virtual dari rumah."
"Masya Allah. Pengen deh semangatnya Teh."
"Ah, kamu bisa aja Ka. Kamu juga kan ga mau diem."
"Kayanya kalo diem ga enak ya Teh?" Jawab Indah. Dan jawab anggukan oleh Nadin.
"Kalian emang gila kerja ya." Jawab Ika.
Suasana begitu hangat. Acara pengajian dan lain-lainnya berjalan dengan lancar dan khidmat. Baby Nathan pun tidak rewel menangis hanya karena haus saja.
__ADS_1
Semua keluarga menyayangi Nayya dan Nathan. Angga pun tak canggung lagi berkumpul bersama keluarga Mama dan Bapa.
Tbc....