Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Cemas


__ADS_3

Hampir seharian Nadin dan Kasih berada di kediaman Bagaskara. Arif dan Rian pun sudab menyusul di sana. Angga masih saja merasa kikuk di hadapan Nadin. Nayya semakin lengket dengan Nadin. Saat tengah asik bermain dengan Nayya ponsel Nadin bunyi.


"Nad, dari RS.C" Ucap Kasih sambil memberikan ponsel kerja Nadin.


"Halo, selamat sore."


Nadin berbincang cukup serius dan sedikit marah. Nadin beranjak menjauhi Nayya sambil memberi kode pada Nayya. Kasih menangkap kekurang beresan dengan si penelfon.


"Baiklah saya akan bicarakan dengan yayasan terlebih dahulu Bu. Nanti saya akan kabari siapa yang akan datang. Terima kasih informasinya Bu."


Nadin pun mengakhiri panggilannya. Nadin mencari kontak Aldo. Setelah sambungan telfon terhubung Nadin melaporkan kejadian di RS.C. Dan disepakati Nadin lah yang harus pergi menangani kasus nya.


Nadin merasa bingung bagaimana menjelaskan pada Nayya jika dirinya harus pergi ke kota K untuk menyelesaikan masalah di RS.C. Bisa saja di tempuh dengan PP tapi Nadin tidak suka sesuatu hal yang tergesa. Nadin memilih untuk pergi malam itu juga. Tapi bagaimana dengan Nayya.


Kasih dan Angga melihat kebingungan di wajah Nadin. Angga langsung menelfon Aldo menanyakan ada apa dengan Nadin. Aldo sedikit kaget dan penasaran kenapa Angga menanyakan tentang Nadin tapi Aldo pun menjelaskan garis besarnya.


"Pergilah. Bicaralah pada Nayya yang sebenarnya Kaka yakin dia akan mengerti jika kamu yang menjelaskannya."


Kasih bengong melihat Angga mau berkomunikasi dengan Nadin. Nadin pun merasa heran dari mana Angga tau ada masalah yang sedang dihadapinya.


Setelah berfikir cukup lama akhirnya Nadin memberanikan diri berbicara perlahan dengan Nayya seperti yang dikatakan Angga. Dan tak butuk negosiasi yang alot Nayya mengijinkan Nadin pergi dengan syarat Nadin akan membawakan oleh-oleh mainan yang dipesan Nayya.


"Nad, perlu diantar?" Tanya Arif.


"Ga usah deh Rif. Kayanya gw jalan sendiri aja. Kas, gw jalan sekarang yah. Lu mau ikut gw balik atau masih mau disini?"


"Mmm... Gw balik bareng lu aja deh."

__ADS_1


Dan mereka semua pun pamit pada siempunya rumah. Ibu menawarkan Nadin untuk diantar supir namun Nadin menolak karena hanya pergi ke kota K saja. Hanya butuh waktu 1jam saja untuk sampai di kota K. Angga sebenarnya ingin sekali mengantarkan Nadin hanya saja Angga harus menghadiri rapat esok hari.


Sesampainya Nadin di kosan Nadin langsung menyiapkan perlengkapannya. Kasih datang ke kamar Nadin untuk membantu. Sambil mengepak Nadin menceritakan kejadiannya pada Kasih.


"Ga sehari dong lu disana?"


"Nah itu dia yang bikin gw nolak buat dianter."


"Lo yakin sendiri? Ini mau malem loh."


"Yakin. lu aktif terus ya Hape."


"Oke."


"Ya udah gw jalan ya. Hati-hati lu di rumah."


Nadin kesulitan mencari penginapan yang dekat dengan lokasi akhirnya Nadin menginap di hotel yang sedikit jauh dari lokasi. Sampai di kamar hotel Nadin langsung bersih-bersih untuk persiapan tidur.


Tak butuh waktu lama Nadin pun keluar dari kamar mandi. Nadin merebahkan badannya di kasur. Saat Nadin cek ponselnya sudah ada puluhan panggilan tak terjawab dari Angga dan puluhan pesan yang menanyakan keberadaannya. Nadin pun berinisiatif untuk menelfon kembali karena takut ada sesuatu dengan Nayya.


"Halo."


"Kamu dimana Nad? Kamu baik-baik aja kan? Kamu udah nyampe hotel?"


"Jawabnya yang mana dulu nih?"


"Naaaad,,"

__ADS_1


"Aku dah nyampe hotel Ka. Maaf tadi Nad nyalain musik kenceng dimobil jadi ga ngeh klo ada panggilan masuk."


"Kamu ya. sambungin dong telfonnya sama mobil."


"Iya Nad lupa Ka. Kan Kaka tau Nad buru-buru tadi."


"Lain kali jangan bikin cemas ya."


"Eh, maaf ya Ka. Nad ga tau klo ada yang cemas sama Nad."


"Naaad,,"


"Iya Ka. Nad istirahat dulu ya Ka."


"Oke. Bobo nyenyak ya. Jangan lupa mimpiin Kaka sama Nayya."


"Nayya aja deh Kaka ngga usah."


"Iih,, jahat banget sih."


Nadin tertawa dan langsung menutup panggilan telfonnya. Nadin mencari posisi yang nyaman untuk tidur dan tiba-tiba ponselnya kembali berbunyi tapi bukan yang tadi melainkan ponsel kerjanya.


Sampai disini dulu...


Author up ngebut. Jangan lupa like sama koment ya. Klik favorit biar ga ketinggalan ceritanya ya.


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2