Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Selamat Jalan Oma


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Camelia magang di perusahaan Rama. Kedekatannya dengan Gaga pun sudah mulai cukup dekat. Hanya saja Camelia masih menjarak antara keduanya.


Pertama Camelia tidak ingin dikira mengambil kesempatan karena dirinya tengah magang. Kedua dirinya ga mau terlalu percaya diri karena Gaga merupakan adik ipar dari saudara sepupunya sendiri.


Setelah acara perpisahan dengan devisinya tak lupa Camelia memberikan tanda terima kasih kepada semua staf devisinya. Setelah itu Camelia pun menuju ruangan Kakak iparnya untuk mengucapkan terima kasih tak terhingga sudah memberinya kesempatan.


Setelah dari ruangan Rama Camelia pun bergegas untuk pulang. Rencananya Camelia akan segera pulang ke kota J untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.


"Camel." Panggil Gaga.


"Ya." Jawab Camel singkat.


"Jangan langsung pulang ya." Pintanya pada Camel.


"Hm... Maaf Kak. Camel harus pulang. Mama sudah menanyakannya dari pagi tadi." Ucap Camelia menyesal.


"Hm.. Baiklah. Hati-hati di jalan ya. Sampaikan salamku untuk calon mertua." Pesan Gaga tersenyum.


"Baiklah." Jawab Camelia.


"Eh, apa? Calon mertua? Ih,,, gombal." Teriaknya setelah sadar apa yang di katakan oleh Gaga.


Camelia pun segera meninggalkan gedung perkantoran menuju kota J.


Ponsel Rama berdering di atas meja. Dilihatnya panggilan dari istri tercintanya. Rama pun segera menjawabnya.


📱Ya sayang... Rama


📱Mas, Oma kritis hiks...hiks... Nayya.


📱Apa! Tenang sayang kamu tenang dulu. Mas segera pulang kita lihat sama-sama... Rama.


Rama pun segera mengakhiri telfonnya. Ya beberapa hari belakangan kondisi Oma ibu dari Angga menurun dan membuat dirinya harus di rawat di salah satu rumah sakit di kota C.


Rama segera mendatangi ruangan Gaga dan menitipkan perusahaan padanya. Setelah mendengar penjelasana Rama Gaga pun mengerti dan meminta Kakaknya untuk fokus menemani Kakak iparnya sementara urusan kantor biar menjadi tanggung jawabnya.


Setelah mengucapkan terima kasih pada adiknya Rama pun segera pulang menemui sang istri. Di rumah Nayya terus menangisi keadaan Oma tercintanya. Bude yang berada di rumah Nayya pun terus menenangkan keponakannya.

__ADS_1


Kanaya pun sudah di bawa oleh Rika dan Nathan karena melihat kondisi Nayya yang kacau. Sampai di rumah Rama melihat kondisi Nayya yang memperihatinkan. Nayya dan cucu-cucu Oma yang lain memang cukup dekat dengan Oma.


"Sayang"Panggil Rama dan membawa Nayya kedalam pelukannya.


"Mas, Oma Mas." Ucapnya dalam pelukan Rama.


"Iya sayang. Berdo'alah semua akan baik-baik saja." Jawab Rama.


"Mas.." Panggil Nayya lirih.


"Kita akan ke rumah sakit tapi berjanjilah untuk tidak seperti ini. Kasihan anak kita sayang. Oma pun lasti tidak menginginkan kamu seperti ini." Ucap Rama.


Nayya pun menganggukkan kepalanya dan mulai menetralkan perasaannya. Rama pun mengusap air mata yang terus membasahi pipi Nayya.


Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Bude mendapatkan kabar melalui sambungan telfon dari Netanya bahwa Oma telah berpulang kepangkuan yang maha kuasa. Dan tangis Nayya pun pecah kembali. Tubuhnya lemah tak berdaya mendengar berita itu.


Rama terus memeluk istri tercintanya. Mereka pun berputar arah menuju rumah orang tua Nayya karena orang tua Nayya berencana akan membawa jenazah Oma ke rumah mereka. Bude pun beberapa kali tak sadarkan diri membuat Rama dan supir kelimpungan.


Sampai di rumah Nadin Rama membopong tubuh sang istri masuk kedalam kamarnya. Sementara Bude di angkat oleh Pakde yang sudah menunggunya.


Nayya hanya berdiam diri di kamar meratapi kepergian Omanya. Nayya tak menyangka Oma akan pergi meninggalkannya begitu cepat. Setelah merenung beberapa saat dengan bulir air matavyang terus mengalir akhirnya Nayya pun keluar dari kamarnya.


"Bude." Panggilnya lirih ketika melihat Bude menangis di pelukan Pakde.


Bude pun menoleh dan merentangkan tangannya. Nayya pun menghambur kedalam pelukan Bude menyamping karena terhalang oleh perut buncitnya.


Pakde terus menenangkan kedua wanita yang di sayanginya. Rama datang mendekati istri tercintanya dan mengambil alih Nayya untuk masuk kedalam pelukannya.


"Teteh,,," teriak Camelia yang memutar arah kembali mobilnya yang melaju menuju kota J begitu mendengar berita duka dari Netanya.


Camelia langsung menghambur memeluk Nayya. Keduanya menangis meluapkan kesedihan. Bude pun ikut memeluk dua keponakannya.


"Ini yang terbaik untuk Oma Teh." Ucap Camelia lirih dan hanya di balas anggukan oleh Nayya.


Indah dan Nini datang menyusul bersama dengan Tina dan Nando. Suami Indah tak bisa datang melayat karena masih dinas.


Gaga dan kedua orang tuanya pun segera bergegas menuju rumah Nadin. Ivan langsung terbang seorang diri dari kota JK. Karena tidak memungkinkan lagi untuk pulang bersama sang istri. Dan Dina memaklumi keadaannya.

__ADS_1


Orang tua Yoga sudah datang begitu menerima kabar dari putranya. Semua menghampiri Nayya, Camelia dan Bude. Nayya dengan kondisi yang sangat kacau harus berusaha berdiri tegas menghadapi para tamu.


Kasih dan yang lainnya berada di rumah sakit menemani Nadin yang kacau kehilangan Ibu mertuanya. Karena Nadin begitu dekat dengan mertuanya. Angga terus menguatkan Ayah.


Jenazah pun tiba di rumah siang hari. Setelah memandikan dan menyolatkan jenazah pun siap di kebumikan. Nayya selalu dalam pelukan Rama. Nadin dan Amel terus bergandengan saling menguatkan.


Ayah selalu di dampingi oleh Angga. Semua bersedih karena kepulangan Ibu tercinta. Ibu di makamkan di samping makan Arif menantunya.


Setelah upacara pemakaman selesai para pelayat pun kembali ke rumah masing-masing begitupun dengan keluarga Bagaskara.


"Yah, Kak,"Panggil Amel lirih.


Ayah dan Angga pun menoleh kearahnya. Begitu pun dengan yang lainnya.


"Boleh ngga rumah utama Amel jual." Ucapnya sambil menangis.


"Kenapa?" Tanya Angga.


"Amel ga sanggup Kak. Terlalu banyak kenangan bersama orang-orang yang Amel sayang yang pergi meninggalkan Amel. Rafa, Mas.Arif dan sekarang Mama." Ucapnya terisak.


Nadin pun memeluk adik iparnya itu. Pelukan yang begitu erat. Nadin tak kuasa meneteskan air matanya dengan deras. Ayah memejamkan matanya menengadahkan wajahnya menahan air mata dan Angga menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kita sewakan saja Mel. Kamu dan Ayah pindah saja ke rumah ini." Ucap Angga.


"Ayah, bagaimana kalian saja. Ayah akan ikut." Jawab Ayah lemah.


Angga pun menggenggam erat tangan Ayah memberikannya kekuatan. Nayya dan Neta berada di kamar Nayya karena Netalah cucu Oma yang paling tegar. Neta terus memberikan kekuatan kepada Kakak tercintanya.


Nini, Camel dan Indah pun terus menguatkan Nayya yang tampak rapuh di tambah selama kehamilannya dia telah kehilangan dua orang yang di sayanginya. Arif sang paman dan Omanya sendiri.


Rama datang mengahampiri istri tercintanya setelah mengurus Kanaya bersama dengan Nathan. Rama begitu bersedih melihat istri tercintanya sangat kacau.


"Terima kasih." Ucap Rama pada semua orang yang telah menemani istrinya.


Semua pun keluar dan menepuk lengan Rama memberinya kekuatan.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Kasih hadiah juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2