Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kesiangan


__ADS_3

Malam mulai larut. Angga, Nadin, Rama dan Nayya pun berpamitan untuk pulang. Karena besok pagi para suami harus bekerja. Mereka pun memberi ruang untuk Pakde dan Bude untuk beristirahat.


Nadin berjalan bergandengan dengan Angga di susul Nayya di belakang bergandengan dengan Rama. Rama dan Nayya saling berpandangan lalu pandangan mereka pun tertuju kepada Nadin dan Angga yang selalu romantis dimata mereka berdua.


Walaupun tak di pungkiri oleh Nayya mereka berdua telah melewati beberapa kali badai dan Nadin mampu melewatinya. Nayya selalu mengidolakan Mamanya itu. Nadin selalu bisa menempatkan dimana dirinya berada. Dan Nayya pun terus belajar mengendalikan amarahnya seperti Nadin yang selalu berbuat lembut kepada anak-anaknya.


"Sayang, berasa ada yang ngikutin kita ngga sih?" Sindir Angga pada anak dan menantunya.


"Papa.... ih." Teriak Nayya yang menyadari Papa nya tengah menyindir mereka.


Angga dan Nadin pun tertawa merasa lucu dengan tingkah anak sulungnya itu.


"Ayo sayang kita jalan lebih dulu. Biarkan pasangan lama itu menikmati malam di luar. Kalau kita yang baru sih di kamar saja." Ucap Rama menggandeng istrinya.


"Mas... Ih, mesum." Ucap Nayya mencubit pinggang Rama.


"Auw sakit Yang." Ucap Rama pura-pura sakit.


"Eits... Memangnya pasangan muda saja yang bisa berduaan di kamar. Kita pun bisa ya sayang." Goda Angga pada Nadin.


"Sayang,,, kalian para lelaki memang sangat mesum." Ucap Nadin memukul lengan Angga.


Angga dan Rama pun tertawa melihat tingkah istri mereka yang sangat menggemaskan bagi keduanya. Sampai di rumah. Suasana rumah tampak sepi. Sepertinya Kana sudah tertidur bersama dengan Neta.


Begitu mereka masuk dilihatnya Nathan tengah berkutat dengan laptopnya di ruang keluarga.


"Mas Nathan belum tidur?" Tanya Nadin lembut.


"Belum Ma. Mas nunggu kalian dulu sambil mengerjakan tugas kampus." Jawab Nathan.


"Kalau begitu sana tidur. Kami pun sudah pulang." Titah Nadin.


"Iya Mah. Sebentar Mas selesaikan ini dulu tanggung sedikit lagi." Jawab Nathan.


"Adik dan keponakan mu sudah tidur?" Tanya Papa.


"Sudah Pah. Kana sangat mengantuk sepulang dari rumah Bude sampai dia tertidur di karpet sini." Jelas Nathan.


"Pantas saja dia minta ikut pulang bersama kalian. Rupanya sudah mengantuk." Ucap Papa kemudian berlalu masuk kedalam kamar menyusul Mama yang sudah masuk lebih dulu.


Rama dan Nayya pun berlalu kekamar begitu mendengar penjelasan Nathan mengenai putri kecilnya. Nayya memeluk pinggang Rama manja memasuki kamar mereka. Dan Rama merangkulbbahu Nayya mesra. Nathan yang melihatnya hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah bersih-bersih keduanya kini berbaring di tempat tidur. Nayya menyandarkan kepalanya di dada bidang Rama dan Rama mengusap lembut rambut Nayya.


"Sayang, besok Mas sudah masuk kerja. Kamu ga apa-apa hanya di rumah menemani Kana?" Tanya Rama.


"Tidak apa-apa Mas." Jawab Nayya singkat.


"Kamu tidak ingin bekerja lagi?" Tanya Rama.


"Mas ingin Nay bekerja?" Tanya balik Nayya.


"Mas tidak melarang mu sayang. Mas hanya takut kamu jenuh hanya di rumah." Ucap Rama.


"Tidak Mas. Karena ada Kana di rumah." Jawab Nayya yakin.


"Terima kasih sayang. Mas bahagia memiliki mu." Ucap Rama mencium puncak kepala Nayya.


Tangan Rama pun mulai bergerilya di balik piyama yang dikenakan Nayya. Nayya pun mulai merasakan perasaan yang sulit di artikan dan keduanya pun menikmati malam panjang bersama. Entah berapa kali mereka melakukannya hingga keduanya terkapar di balik selimut dengan saling berpelukan.


Tak berbeda dengan pasangan lama Nadin dan Angga. Keduanya pun menikmati malam panjang mereka berdua tanpa gangguan cucu kesayangan mereka karena Neta memilih untuk tidur bersama dengan Kana dan di setujui oleh Kana.


Entah berapa kali Angga dan Nadin melakukannya hingga keduanya terkapar saling berpelukan di bawah selimut.


Pagi hari Nadin bangun kesiangan karena ulah Angga yang terus mengungkungnya semalam. Nadin pun segera bergegas membersihkan diri dan perfi kedapur untuk membuatkan sarapan untuk keluarganya.


"Pagi semuanya." Ucap Nadin malu-malu.


"Pagi Mah. Mamah istirahat saja. Biar Kakak dan Bibik yang menyiapkan sarapan." Titah Nayya.


"Maaf ya Kak. Mama kesiangan." Ucap Nadin merasa bersalah.


"Ga apa-apa Mah. Kakak ngerti kok sekarang. Pasti ulah Papa kan?" Goda Nayya pada Nadin.


"Kakak,,,, Udah bisa godain Mama ya sekarang." Balas Nadin.


Nayya pun hanya tersenyum menjawab kekesalan Mamanya. Begitupun para maid yang tersenyum melihat tingkah dua wanita beda generasi itu. Mama menyiapkan meja makan sementara Nayya menyelesaikan masakannya.


Setelah semua di rasa sudah Mama kembali ke kamar untuk membangunkan Papa sedangakan Nayya ke kamar Neta untuk melihat putri kecilnya apakah sudah terbangun atau belum dan ternyata Kana masih tertidur di bawah selimut dengan damainya.


Neta yang melihat kedatangan Kakaknya pun menyimpan telunjuknya di depan bibirnya memberi tanda agar Nayya tak berisik. Neta pun mendorong Nayya untuk keluar bersamanya.


"Biarkan saja dulu tidur. Tadi malam Kana terbangun dan menemani Adek solat malam." Ucap Neta.

__ADS_1


"Hah! Apa tidak menangis?" Tanya Nayya.


"Tidak Kak. Kana sangat baik. Kana menunggu Adek solat duduk di samping Adek. Setelah adek solat adek meminta Kana untuk tidur sementara Neta mengaji tapi Kana menolak Kana malah mendengarkan adek mengaji. Barulah setelah solat subuh Kana tertidur lagi setelah Adek juga pura-pura tertidur kembali." Jelas Netanya.


Mata Nayya pun berkaca-kaca mendengarkan penjelasan dari Adik bungsunya. Nayya tersentuh. Saat Kana bersamanya Kana pun selalu melakukan hal yang sama bangun ketika Nayya bangun untuk solat malam.


"Kana bilang Kana selalu melakukannya bersama Momi." Ucap Neta.


Nayya pun mengangguk dan tak kuasa menahan air matanya. Ternyata apa yang dia lakukan beberapa waktu lalu mampu Kana tangkap dengan baik bahkan mengatakannya dengan bangga kepada Neta.


"Kakak ibu yang hebat." Puji Neta dan memeluk Nayya.


"Terima kasih Dek. Kakak hanya melakukan apa yang telah orang tua kita ajarkan kepada kita." Ucap Nayya lirih.


"Adek bangga sama Kakak. Teruslah menjadi Kakak dan Ibu yang kami banggakan Kak." Ucap Neta dalam pelukan Nayya.


"Kakak akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian." Jawab Nayya.


"Sudah sana Kakak mandi bau bawang." Ledek Neta mencairkan suasana.


"Adek..." Rengek Nayya.


"Hahaha... Becanda. Sudah sana bukankah Papi Kana masuk kerja sekarang." Ucap Neta.


"Iya Dek. Makasih ya." Ucap Nayya.


"Apa sih Kak. Ngga perlu berterima kasih. Adek ga ngasih apa-apa sama Kakak." Jawab Neta santai.


Nayya pun masuk kedalam kamarnya. Dan dilihatnya suaminya sudah tak ada di tempat tidur. Nayya pun mendekati kamar mandi dan terdengar suara gemericik air dari dalam menandakan ada yang mandi.


Nayya pun membereskan tempat tidur dan menyiapkan pakaian untuk suaminya pergi ke kantor. Nayya pun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya menunggu Rama mandi. Tak lama pintu kamar mandipun terbuka.


"Mas, sudah mandinya?" Tanya Nayya.


"Sudah sayang. Mandi gih." Titah Rama.


"Iya ini mau mandi." Ucap Nayya.


"Bajunya sudah Nay siapkan ya mas ku sayang." Teriak Nayya di dalam kamar mandi.


"Iya sayang. Terima kasih." Ucap Rama berteriak juga supaya Nayya mendengarnya.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2